Friday, October 28, 2011

Book "Sadam Hussein, Jejak Langkah Singa Padang Pasir"

0 comments


Ia lahir di desa, menjadi penggembala domba, lalu meniti liku-liku karir politik hingga berhasil mencapai puncak kekuasaan. Perjalanannya penuh kontroversi dan pertumpahan darah. Pada usia 19 tahun sudah berkomplot untuk menumbangkan monarki yang berkuasa. Umur 21, dia menembak Perdana Menteri Irak dengan senapan mesin. Dengan kaki luka, ia menunggang kuda menuju Mesir dan Syria.

Saddam Hussein merupakan nasionalis Arab murni yang anti Barat. Setiap kebijakannya dilandaskan pada paradigma anti-Zionisme. “Aku melihat pintu Jerusalem terbuka bagi kita”, katanya. Namun, selain terkenal sebagai politikus berhati singa, ternyata Saddam juga seorang novelis.

Buku ini mengisahkan perjalan hidup Saddam Hussein, sang singa padang pasir, dari desa Tikrit hingga menduduki istana Baghdad. Dengan penuturan yang lancar, buku ini mengulas berbagai kontroversi yang menyelimuti kehidupan Saddam.

  • Bagaimana caranya merebut dan mempertahankan kekuasaan?
  • Bagaimana perilakunya sehari-hari, sebagai seorang ayah maupun Paman Besar bagi bangsa Irak?
  • Bagaimana perilaku orang-orang di sekitar kekuasaannya, termasuk Uday Hussein, anak sulung Saddam?
  • Benarkah AS memprovokasi Saddam untuk menyerang Kuwait tahun 1990?
  • Bagaimana kaitan Saddam dengan Osama bin Laden dan al-Qaeda?
  • Benarkah ia mengembangkan senjata nuklir, kimia dan biologi?
  • Benarkah ia punya hubungan gelap dengan beberapa wanita?
  • Bagaimana cerita sebenarnya di balik pembelotan dua orang menantu Saddam ke Yordania?
  • Mengapa ia begitu terobsesi kepada sosok Nebuchadnezzar dan Salahuddin?

Monday, June 6, 2011

Book "Sang Petani Silikon Indonesia"

0 comments

Tulisan yang disajikan dalam buku berjudul: “Profesor Saman Samadikun: Sang Petani Silikon Indonesia” ini memberikan gambaran yang lebih lengkap tentang pribadi, pemikiran, cita-cita, dan karya-karya Pak Samun, yang hikmah serta manfaatnya dapat dipetik oleh para anak didik, mahasiswa, dan generasi muda. Serba santun dalam bersikap dan bertutur kata, rendah hati, dan berpenampilan sederhana menjadi jati diri yang menonjol pada diri Pak Samaun. Melalui ibunya mengalir darah biru, dan ayahandanya adalah seorang pamong praja yang kariernya bermula dari bawah hingga teratas. Hobi Pak Samaun yang beperawakan tinggi atletis adalah main tenis lapangan, hoki, yoga, dan jalan kaki. Namun elektronika merupakan hobi utamanya, bahkan penguasaan teknik radio berpredikat pada tingkat kemahiran ahli. Pada usia belasan tahun Pak Samaun yang berbakat itu telah menguasai teknik listrik yang meningkat ke teknik radio penerima kemudian radio pemancar.

Sumbangan Pak Samaun untuk memajukan ilmu pengetahuan di Indonesia terutama dapat dilihat dari dua sisi yaitu yang pertama dari sisi penelitian di bidang mikroelektronika dalam wujud pemahaman untuk karakteristik silikon yang berawal dari temuannya yang dipatenkan dengan ciri “terterapnya dalam industri” memperlihatkan muara pengembangan ilmu dasar dan terapan berupa industri padat-ilmu dan yang kedua dari sisi pengelolaan ilmu pengetahuan Indonesia dengan misi utamanya sebagai pendidik sarjana teknik di bidang elektronika, dan sebagai pemimpin organisasi keilmuan dengan pemikirannya yang mendasar dan menyentuh masalah ini.


Sunday, April 3, 2011

Book "Son of Hamas (Putra Hamas)"

0 comments

Buku 'Son of Hamas' yang ditulis oleh Mosab Hassan Yousef tercatat sebagai buku yang banyak dicari orang. Dirilis tanggal 2 Maret 2010, 'Son of Hamas' memperkenalkan kebenaran di balik peran rahasia Yousef dalam organisasi teroris dan perjalanan imannya yang baru yang memerintahkan untuk mencintai musuh-musuhnya.

Yousef adalah putra seorang pemimpin Hamas muncul dalam pemberitaan karena pengakuannya yang berani bahwa dirinya telah menjadi seorang pengikut Kristus. Ia mengaku telah murtad dari agama Islam pada tahun 2005 kemudian memeluk agama Kristen. Bahkan lebih jauh dari itu, ia mengaku kalau dirinya telah berperan sebagai agen rahasia Shin Bet (dinas rahasia Zionis Israel) selama 10 tahun.

Kisah dan pengakuannya yang menggemparkan telah disiarkan melalui sumber-sumber media yang tak terhitung jumlahnya, termasuk Fox News, NBC, Wall Street Journal, CNN, GQ, dan BBC.


Monday, January 24, 2011

Book "Hebron Journal"

0 comments

Boleh jadi ia seorang pemberani. Atau mungkin gila. Kalau tidak, siapa yang dengan sepenuh nyali menghadang moncong tank tentara Israel sampai berhenti hanya beberapa inci di depan wajahnya?

Dialah Arthur G. Gish, seorang aktivis perdamaian dari Amerika yang melawan kekejaman Israel di Palestina dengan jalan cinta dan anti-kekerasan. Ia tidak memiliki otot baja atau berpakaian perunggu. Ia tak berbekal senjata. Ia juga tak pandai terbang atau menghilang, karena ia bukan manusia super. Ia seperti kita, berdarah dan berdaging. Bedanya, dengan kesungguhan yang luar biasa, ia memilih jalan yang tak banyak ditempuh oleh orang lain di tengah konflik Israel-Palestina. Lahir dan dibesarkan di sebuah kompleks pertanian di distrik Lancaster, Pennsylvania, Amerika Serikat. Sejak masih remaja sudah aktif dalam pelbagai kegiatan sosial dan saat itu ia mulai menentang keterlibatan Amerika Serikat dalam setiap peperangan. Gish atau panggilan akrabnya: Art; tumbuh di komunitas Gereja Brethren. Tugas pertamanya sebagai pengamat bersama Brethren Volunteer Service berlangsung 2 tahun (1958-1960) di Eropa. Gish turut serta pula dalam Civil Rights Movement (Gerakan Hak-Hak Sipil) di tahun 60-an.

Peristiwa dramatis di atas terjadi bulan Januari 2003 dalam catatan Gish. Ketika itu kota Hebron berada di bawah kekuasaan tentara Israel. Putut Widjanarko, dari penerbit Mizan dalam proses penerbitan buku catatan kesaksian harian di Hebron, pernah menanyakan langsung kepada Gish, kekuatan apa yang mendorongnya untuk berani mengambil tindakan sangat berbahaya itu.

”Keberanian itu datang dari Allah. Saya hanya merespons apa yang hanya dan harus saya lakukan saat itu. Tak kurang dan tak lebih.” Demikian Gish mengaku.

Tuhan pasti sayang kepadanya. Tuhan pasti sayang kepada orang yang membenci perang dan selalu mengupayakan perdamaian. Dalam praktiknya, Gish hampir mengikuti seluruh ritual semua agama, terutama yang berkembang di Hebron. Ia masuk masjid dan sembahyang Jumat, padahal ia seorang Kristiani. Mengucapkan dengan fasih bismillah dan alhamdulillah . ”Dia lebih Islam dari saya,” begitu Putut bercanda. Ia juga masuk dan berdoa di sejumlah sinagoga.

Kedatangannya ke Indonesia dan berbicara di Universitas Paramadina adalah dalam rangka sosialisasi bukunya, Hebron Journal , dan workshop ”Non-Violence Peacemaking” untuk jurnalis dan kalangan terbatas. Hebron Journal yang diterbitkan oleh Mizan Pustaka merekam pengalaman Gish sebagai sukarelawan penjaga perdamaian di Palestina sejak 1995 hingga 2001.

Khalid Amayreh, jurnalis dan pemimpin kelompok Islam memberi komentar: ”Kesaksian Art Gish bercirikan kejujuran dan akurasi, menggambarkan dengan jelas penderitaan di Palestina.”

Gish dan istrinya, Peggy Faw Gish, adalah anggota New Covenant Fellowship, sebuah kompleks pertanian komunal di dekat Athens, Ohio. Peggy juga seorang aktivis, kini bertugas di Irak, mendokumentasikan pelanggaran HAM yang dilakukan tentara AS. Dalam tugasnya itu ia sempat diculik.

”Mungkinkah cinta mengalahkan kebencian?” tanya Franz Magnis-Suseno, lalu ia menjawabnya sendiri: ”Gish dan timnya membuktikan. Dengan mengekspos diri, tidak memaksa dan mengancam, mereka berhasil membuka kemanusiaan dalam lubuk hati yang total terperangkap neraka kekerasan.”

Saat menjadi tamu di Universitas Paramadina, Gish ditemani oleh Anies Baswedan (Rektor) sebagai keynote speaker , Makarim Wibisono sebagai pembahas bukunya, Totok A. Sufijanto sebagai pemandu workshop , dan Syafiq Basri Assegaff sebagai moderator diskusi. Gish begitu ramah, penampilannya sederhana, dan selalu menulis kata ”salam damai” di atas otograf yang diterakan pada bukunya ketika acara book signing. Salam damai, Art Gish!


Book "Barack Obama - Dream from My Father"

0 comments

Siapa tak mengenal Barack Obama? Namanya telah tercatat dalam sejarah sebagai presiden Amerika pertama dari kalangan kulit berwarna. Ia menjadi tumpuan kekaguman dan harapan bagi banyak orang yang mendambakan perubahan, toleransi, kesetaraan hak, dan perdamaian. Namun, tak banyak yang tahu proses yang dilalui seorang Obama hingga ia menjadi seorang tokoh besar dan berpengaruh.

Inilah satu-satunya buku yang ditulis Obama sendiri yang menuturkan secara lengkap masa-masa awal kehidupannya. Dipaparkannya masa kecilnya di Hawaii. Kehidupannya di Jakarta bersama ayah tirinya, Lolo Soetoro, dan pengalamannya mengejar layang-layang bersama anak-anak kampung. Masa kuliahnya yang penuh gejolak dan awal ia terjun menjadi aktivis sosial di Chicago. Digambarkannya pula perjalanannya mencari akar budayanya di Afrika, di tengah-tengah kerabatnya yang Muslim.

Ternyata, jalan hidupnya tak semulus yang dibayangkan orang. Sebagai anak dari ayah kulit hitam Kenya dan ibu kulit putih Amerika, Obama sempat kehilangan jati diri. Ia merasakan amarah dan frustrasi yang dirasakan orang-orang kulit hitam akibat diskriminasi dan marjinalisasi di AS. Namun, ia tak mampu meluapkan amarahnya kepada orang kulit putih, karena ia selalu teringat akan ibunya, seorang kulit putih yang amat menyayanginya. Obama kehilangan impian, hidup tanpa semangat dan mengakrabi madat dan minuman keras. Namun, akhirnya ia mampu menemukan kembali tujuan hidup dengan merengkuh semangat persaudaraan yang yang melintasi warna kulit dan bangsa, semangat yang dulu menyatukan ibu dan ayahnya.

Buku ini menggambarkan perjalanan Obama menemukan kembali impian yang diwariskan ayahnya, seorang anak miskin kulit hitam dari desa terpencil Kenya yang mengejar pendidikan di Amerika. Dan impian itulah yang menyemangatinya untuk terus melangkah maju meraih cita-cita setinggi mungkin. Dari seorang aktivis, menjadi senator kulit hitam satu-satunya, dan akhirnya menjadi Presiden Amerika Serikat. Sebuah buku inspiratif yang menggambarkan kekuatan impian, harapan, cita-cita, persaudaraan, dan toleransi.


Saturday, January 22, 2011

Book "Di Jamuan Cinta-MU Di Arafah"

0 comments

Membaca "Di Jamuan Cinta-Mu di Arafah", seakan-akan menulusuri jalur spiritual yang menggetarkan. Novel setebal 319 karya Ratna Januarita ini adalah memoar panjang perjalanan religius sang penulis ke Tanah Suci.

Menikmati buku terbitan Pustaka IIMaN ini, pembaca seolah-olah menapaki tangga demi tangga spiritual. Pertama, saat melaksanakan rukun Islam kelima itu, manusia dipersatukan dengan getaran kehidupan dalam kalbunya: mikrokosmos larut dalam makrokosmos.

Dengan demikian, jiwa manusia akan mengalami perluasan dan mencapai kebahagiaan dan ekstase yang melebihi dunia. Sementara, dalam tahapan ini, manusia akan gagal merasakannya, bila lalai kepada Tuhan (ghaflah).

Pada sesi kedua, manusia akan berada di atas seluruh kenikmatan, terputus secara tiba-tiba dari dunia waktu hingga merasakan dirinya berhadap-hadapan langsung dengan wajah Yang Maha Kekal dan melebur (fana) dalam kekekalan (baqa).

Pada pengujung aktivitas spiritual itu, manusia menempatkan diri sepenuhnya dalam genggaman Tuhan dan menjadi sumber gita-gita yang menebarkan kasih dan kebajikan luhur serta menuntun orang lain ke tempat primordial dan kediaman akhirnya. "Dan dirikan ibadah haji dan umrah karena Allah." (QS: 2:196).

Pada dasarnya, manusia tengah mencari kedamaian yang tersembunyi dalam substansi ibadah haji guna menemukan rahasia perjanjian primordial antara insan dan Sang Khalik.

"Banyak yang telah menulis memoar hajinya dalam sebuah buku, tapi karya yang satu ini inspiratif. Ada renungan yang mengajak pembacanya menelusuri inti dan pesan haji. Sebagai pimpinan Unisba tempat penulis berkarya, saya menyambut gembira dan mendukung penuh kehadiran buku yang dikerjakan dengan hati ini. Semoga menjadi pendorong semangat bagi siapa pun pembacanya," demikian penilaian yang dialamatkan Rektor Universitas Islam Bandung (Unisba) Prof Dr HE Saefullah kepada Ratna yang juga dosen berprestasi Unisba tersebut.
"Buku ini indah dan enak dibaca. Penuh sentuhan-sentuhan yang mengasah kalbu. Sama indahnya dengan Ayat-ayat Cinta dan Ketika Cinta Bertasbih," ujar Ketua Komite Nasional Kebijakan Governance Mas Achmad Daniri. Pendek kata, sebagaimana ungkapan sang penulis di halaman VIII buku ini, Ratna seolah membuat pembaca merasakan bahwa "setiap hari adalah haji, dan setiap tempat adalah Arafah-Muzdalifah-Mina-Haramain". 
Inilah catatan hati seorang ibu yang menggetarkan, tentang betapa haji menjadi ibadah seribu madrasah.


Friday, December 31, 2010

Book "Otobiografi Adolf Hitler: Mein Kampf"

0 comments

Mein Kampf yang berarti “Perjuanganku”, ditulis oleh Adolf Hitler dan merupakan kombinasi dari otobiografi Hitler dengan eksposisi ideologi politik Hitler. Setelah Perang Dunia 1 ekonomi Jerman bangkrut. Pabrik-pabrik Jerman ditutup. Enam juta orang hidup dalam kemelaratan, tanpa pekerjaan, dan Jerman-pun dilanda keputusasaan.

Dekade 30-an …
Adolf Hitler mulai menancapkan taringnya dengan ide-ide super gila. Dalam kerangka sejarah sebagai catatan pertarungan ras-ras manusia, ia meyakini bahwa ras Arya-Jerman adalah pemimpin dunia. Ras rendahan, bangsa Yahudi dan Slavia harus dilenyapkan. Pada titik itu mulai digelar teror “Lebensraum” (konsep ruang hidup) dalam bentuk-bentuk ekspansi Jerman ke penjuru dunia. Semua orang tinggal menanti kapan gilirannya akan tiba!

Ambisi-ambisi Hitler ini termuat dalam Mein Kampf (Perjuanganku) yang dianggap sebagai injil kaum Nazi. Mein Kampf ditulis di dalam penjara, memuat skenario Hitler agar Jerman dapat menguasai dunia.


Monday, December 27, 2010

Book "Otobiografi Sukarno: Penyambung Lidah Rakyat"

0 comments


Bung Karno, adalah salah satu proklamator yang namanya hingga saat ini masih tetap kontroversial. Untuk mengetahui lebih jelas apa dan siapa Bung Karno, termasuk pemikiran-pemikirannya.

Terjemahan karya Cindy Adams mengenai otobiografi Bung Karno ini telah mengalami cetak ulang berkali-kali sejak diterbitkan pertama pada tahun 1966. Tetapi di kemudian hari baru diketahui ternyata terdapat banyak kesalahan-kesalahan dalam terjemahan, bahkan ada juga selipan-selipan isi yang tidak ada pada naskah aslinya. Hal ini sempat menimbulkan kesalahpahaman pada beberapa tokoh nasional kita. Karena itu FAIKSHARE menyambut baik penerbitan edisi revisi ini. Semoga buku ini dapat menghilangkan kesalahpahaman tersebut di atas dan mampu memberi pengertian yang lebih baik mengenai Bung Karno.

Buku ini pernah terbit di era Suharto. Disebarkan seolah-olah bawah tanah. Meski penerjemahnya adalah militer dan pengantarnya oleh Suharto sendiri. Dalam versi militer itu, tertulis bahwa Sukarno menyebut "peranan Hatta dalam sejarah tidak ada".

Sejarawan Asvi Warman Adam menelusuri bahwa paragraf tentang itu tidak ada dalam karangan Cindy Adams. Artinya, disulap dalam edisi militer. Edisi revisi 2007: teks sulapan itu tak ada lagi. Menarik juga melihat perbedaan judul versi asli dan terjemahan. Judul aslinya sangat netral: Sukarno: an Autobiography as told to Cindy Adams. Judul terjemahan sangat patriotik: Sukarno: Penyambung Lidah Rakyat.

Cindy Adams, penulis buku ini, mendapatkan ide untuk menulis biografi Bung Karno dari dubes AS waktu itu, Howard Jones. Bung Karno enggan sampai ia "kebetulan" berjumpa Cindy Adams ini, wartawan cantik 30-an. Cindy adalah istri Joey Adams, seorang komedian yang mengetuai misi Kennedy ke Asia Tenggara. Apa iya "kebetulan" berjumpa? Data lain: 10 tahun kemudian, Cindy telah ada di istana Reza Pahlevi, hendak menulis biografi Shah Iran itu. Sayang, sang diktator keburu terguling tahun 1979.


Sunday, December 26, 2010

Book "Biografi Imam Ali Bin Thalib"

0 comments

Imam Ali Bin Abi Thalib RA adalah sosok yang sangat mengagumkan. Taat, pemberani, cerdas, arif dan bijaksana merupakan beberapa sifat dan karakter yang ada dalam diri beliau. Beliau adalah sepupu sekaligus menantu dari baginda Rasulullah SAW. Beliau besar dalam didikan Nabi Muhammad SAW dan termasuk pemuda pertama yang mengimani ajaran Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW.

Buku ini menceritakan periode kehidupan Imam Ali RA ketika beliau masih dalam asuhan Nabi Muhammad SAW sampai periode meninggalnya beliau setelah terjadi konflik politik yang berkepanjangan. Dalam buku ini porsi cerita setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW begitu besar, karena dalam periode inilah terjadi pergantian kepemimpinan yang menjadi awal penyebab konflik politik yang mengguncang umat Islam kala itu. Bahkan konflik politik itu lah yang melahirkan dua golongan besar dalam Islam yaitu Sunni dan Syiah.



Book "Biografi Usman bin Affan"

0 comments

Usman bin Affan adalah khalifah ketiga setelah Umar bin Khattab yang sangat pemalu, Karena perasaan malu itu Usman takut berbicara. Ibn Sa'd dalam at-Tabaqat mengutip kata-kata salah seorang dari mereka: Dari antara sahabat Rasulullah tak seorang pun yang pernah saya lihat bicaranya lebih sempurna dan lebih baik daripada Usman. Hanya saja ia takut berbicara, dan karena takutnya berbicara ia segan berdialog dan berdebat berpanjang-panjang.

Di zaman jahiliah dan di masa Islam ia adalah saudagar pakaian. Karena kejujuran dan sifat-sifatnya yang sudah disebutkan tadi menyebabkan perdagangannya maju dan banyak mendatangkan keuntungan. Di samping itu, sifat-sifat pemalu yang sudah dibawanya sejak kecil dan di masa remajanya ia selamat tak sampai tergelincir bersama gejolak anak-anak muda. Tak pernah terdengar bahwa dia suka berbangga-bangga atau suka mencumbu perempuan.

Itulah sedikit kisah tentang beliau, jika anda ingin membaca lebih lengkap anda bisa mendownload buku tersebut dibawah, sekaligus menjadi bahan pelajaran buat anda.


Saturday, December 25, 2010

Book "Biografi Abu Bakar As-Siddiq"

0 comments

Abu Bakar As-Siddiq RA, Muslim pertama yang beriman kepada Allah dan kepada Rasulullah, dan demi imannya itu pula dialah yang paling banyak berkorban. Sejak masuk Islam besar sekali hasratnya hendak membantu Nabi dalam berdakwah demi agama Allah dan membela kaum Muslimin. la lebih mencintai Rasulullah daripada dirinya sendiri, mendampinginya selalu dalam setiap peristiwa. Disamping sahabat Rasulullah beliau juga mertua dari Rasulullah.

Abu Bakar adalah seorang yang dipercaya oleh kaum Muslimin ketika itu untuk menjadi khalifah pertama. Beliau dikenal ramah, rendah hati dan penuh kelembutan. Di awal masa kekhalifahannya beliau memerangi Nabi palsu dan orang Muslim yang enggan membayar zakat.

Buku ini akan menceritakan biografi Abu Bakar As-Siddiq baik ketika beliau hidup bersama Rasulullah maupun ketika beliau memimpin umat Islam sebagai khalifah yang pertama.


Book "Biografi Umar Bin Khattab"

0 comments

Dalam sejarah Islam, tak ada orang yang begitu sering disebut-sebut namanya sesudah Rasulullah Sallallahu 'alaihi wa sallam seperti nama Umar bin Khattab. Nama itu disebut-sebut dengan penuh kagum dan sekaligus rasa hormat bila dihubungkan dengan segala yang diketahui orang tentang sifat-sifatnya dan bawaannya yang begitu agung dan cemerlang.

Jika orang berbicara tentang zuhud meninggalkan kesenangan dunia padahal orang itu mampu hidup senang, maka orang akan teringat pada zuhud Umar. Apabila orang berbicara tentang keadilan yang murni tanpa cacat, orang akan teringat pada keadilan Umar.

Dia adalah khalifah kedua setelah Abu Bakar dimana beliau sangat mementingkan dan mendahulukan kepentingan rakyat kecil yang dipimpinnya dibandingkan dengan kepentingannya sendiri. Banyak kisah beliau yang bisa dijadikan tauladan bagi umat Muslim.

Kepemimpinan Umar bin Khattab selama lebih dari sepuluh tahun sebagai Amirulmukminin, sebagai pemimpin dan kepala pemerintahan, dengan prestasi yang telah dicapainya memang terasa unik, jika kita baca langkah demi langkah perjalanan hidupnya itu, dan cukup mengesankan. Umar sebagai Khalifah tidak sekadar kepala negara dan kepala pemerintahan, lebih-lebih dia sebagai pemimpin umat. Ia sangat dekat dengan rakyatnya, ia menempatkan diri sebagai salah seorang dari mereka.

Umar bin Khattab sosok yang disiplin, tegas, adil, bijaksana, sederhana dan sangat mencintai umat. Inilah sosok salah satu pemimpin terbaik yang dimiliki oleh umat Islam setelah Nabi Muhammad SAW.

Buku ini akan menceritakan biografi dan sepak terjang Umar Bin Khattab baik semasa jahiliyahnya, ketika mendampingi Rasul ataupun ketika menjabat menjadi khalifah kedua.


Tuesday, December 14, 2010

Book "Valentino Rossi (Andai Aku Tak Pernah Mencobanya)"

0 comments

Siapa yang tak terkejut, khususnya para pencinta MotoGP ketika The Doctor panggilan Valentino Rossi, tiba-tiba memutuskan untuk pindah ke tim motor Yamaha. Padahal, siapa pun tahu bersama Tim Motor Honda tersebut Valentino Rossi menjuarai MotoGP untuk yang kedua kalinya secara berturut-turut. Banyak penggemarnya yang tidak habis mengerti, ada apa di balik kepindahan tiba-tiba pembalap yang selalu bernomor 46 tersebut. Segi materikah - seperti yang sering jadi tuntutan para pembalap yang tiba-tiba hengkang dari tim lamanya, sebuah sensasi, atau sebuah tantangan? Apa sebenarnya yang Rossi inginkan dan belum ia dapatkan dari tim sebesar Honda yang membawanya menjadi yang tercepat di sirkuit?

Buku berjudul Valentino Rossi (Andai Aku Tak Pernah Mencobanya), berisi jawaban teka-teki tersebut yang sama sekali tidak terungkap media massa. Memang benar, siapa pun mengakui keunggulan motor RC211V keluaran Honda yang dikendarai Rossi saat meraih juara di MotoGP sebagai motor tercepat dan terbaik saat itu di dunia balap motor.

Namun, hal itu pula yang jadi ganjalan di hati Valentino Rossi, betapa dia secara pribadi kurang merasa begitu dihargai sebagai bagian yang terpenting dari sebuah kemenangan. Kemenangan demi kemenangan yang telah diraih Rossi bersama Honda membuat mereka yang berkecimpung dalam tim Honda mulai beranggapan bahwa yang menentukan sebuah kemenangan adalah mesin motor, bukan pembalapnya. Mereka membandingkan dengan Yamaha salah satu pesaingnya yang tak pernah memenangkan satu balapan pun karena mesin motornya memang kalah cepat dari Honda.

Hal tersebut berseberangan dengan prinsip yang diyakini Valentino Rossi bahwa sebenarnya manusialah faktor terpenting dibandingkan mesin sehebat apa pun. Sebab, bagaimanapun, pembalaplah bagian utama dalam memaksimalkan kinerja motor. Kurangnya penghargaan terhadap kemampuan manusia barangkali yang jadi pemicu sang juara MotoGP ini pindah ke tim motor lain. Ducati pernah jadi tujuan Rossi, namun dengan berbagai alasan dan pertimbangan akhirnya ia memilih Yamaha sebuah tim yang sudah jatuh mental juaranya. Dia juga ingin membuktikan betapa pentingnya sebuah tim.

Keputusan yang diiringi keyakinan Rossi pindah ke Yamaha memang sebuah pilihan yang tepat. Sejarah kemudian mencatat, pada bulan April 2004 di sirkuit Welkom, Afrika Selatan, Rossi membuktikan hal yang banyak orang pikirkan mustahil, keluar sebagai juara bersama tim barunya. Ia pun berhasil mengukir sejarah dalam dunia balap motor dunia. Namun, untuk ukuran otobiografi, buku ini kurang berisi foto. Padahal, selain isi tulisan, foto yang menarik dapat berbicara banyak secara emosional dan menambah daya tarik kisah kehidupan sang dewa sirkuit, raja MotoGP, penguasa balapan motor, dan berbagai julukan yang ditujukan kepada juara dunia 7 kali itu.



Wednesday, December 8, 2010

Book "Panggil Aku King"

0 comments

Siapa yang tak kenal Liem Swie King? Salah seorang atlet bulutangkis terbaik yang pernah dimiliki Indonesia. Legenda bulutangkis kelahiran 28 Februari 1956 ini terkenal dengan istilah “King’s Smash”. Smash-nya yang keras dilakukan sambil melayang, shuttlecock dipukul saat tubuh belum menyentuh tanah, smash yang dilakukan sambil meloncat, dan dikenal dengan sebutan King’s Smash. 

BIografi mengenai sang legenda bulutangkis ini dituliskan dalam Panggil Aku King dengan sangat berurutan. Mulai dari flash back adegan pembuka saat pertandingan final All England 1978, saat King merebut gelar juara All England dari tangan Rudi Hartono, juara 8 kali All England. Cerita selanjutnya bergulir dengan sangat berurutan. 

Sejak kemenangannnya pada All England 1978, King mulai menjadi idola baru dalam bulutangkis. Ia menjadi penerus kejayaan Rudi Hartono, Karier bulutangkisnya terus melesat tajam, ia pernah menjadi yang tak terkalahkan selama 33 bulan. Sepanjang tahun 1978-1979 ia selalu menjadi jawara disetiap pertandingan yang diikutinya. 

“Bayangkan saja, mana ada pemain yang selama satu tahun penuh, tidak pernah terkalahkan? Saya saja rasanya tidak bisa mempertahankan kondisi puncak demikian terus-menerus selama satu tahun.” (Rudi Hartono dalam Kompas, 28 Februari 1979, halaman 103)” 

Selama rentang 33 bulan itu dua kali gelar juara All England berhasil diraihnya (1978,1979). Ada pula medali emas pada Asian Games VIII (1978), menang straight set dari Han Tsien (Cina). Dalam kemenangannya pertama kali pada All England 1978, memunculkan spekulasi bahwa Rudi sengaja mengalah pada King dan memberikan gelar padanya. Apa yang terjadi dalam ruang ganti? Mengapa King perlu mengucapkan “terima kasih” kepada seniornya yang juga idolanya tersebut?. 

Tahun 1978-1979 merupakan tahun-tahun awal kejayaannya. Berbagai hadiah diterima, sanjungan serta menjadi idola baru, dan terkenal layaknya artis. Namun ditengah masa kejayaannya, ia melakukan sebuah kesalahan yang membuatnya harus dihukum skorsing selama tiga bulan. Dalam SEA Games X tahun 1979 di Jakarta, pada pertandingan penyisihan nomor tunggal putra, ia dinyatakan kalah WO dari pemain Singapura, Lee Hai Tong. Seharusnya pertandingan itu dilakukan pada pukul 09.30, tetapi sampai menit terakhir, King tak juga muncul. 

“Aku baru muncul lima menit setelah setelah aku dinyatakan kalah WO. Wajahku memang lusuh. Aku hanya sempat mengenakan sandal sambil membawa raket saat turun dari mobilku.” (halaman 133) 

Tahir Djide, pelatihnya saat itu tentulah amat murka atas kelakuan anak didiknya ini. Lantas apa alasannya hingga King datang terlambat? Ia ketiduran dan tidak ada yang mengingatkannya. Malam sebelumnya ia masih melakukan pertandingan hingga jam 01.00 dini hari. Oleh karena beberapa hari belakangan pertandingan dilakukan pada malam hari, maka King pun tak mengira kalau hari itu ada jadwal pertandingan yang dilakukan pada pagi hari. Tak pelak lagi, sanksi skorsing selama tiga bulan pun harus dijalaninya. Beberapa pertandingan harus ia lewatkan, dan yang terberat tentunya adalah penilaian publik atas dirinya. 

Selama menjalani masa skorsing, King bukan hanya semakin jarang melakukan latihan, tetapi King mulai disibukkan dengan kegiatan lain diluar bulutangkis, bermain film. Ia pun menjadi salah satu pemain dalam film Sakura Dalam Pelukan bersama Eva Arnaz. Langkah ini seperti mengikuti jejak idolanya, Rudi Hartono yang juga pernah bermain film bersama Poppy Dharsono dalam film Matinya Seorang Bidadari. 

“Sebetulnya aku menikmati saja syuting film ini. Karena aku piker aku mengalami titik jenuh dan kebosanan dalam dunia bulutangkis. Bertahun-tahun berlatih di Pelatnas tanpa putus-putusnya, aku merasa jenuh.” (halaman 140) 

Ditengah kejenuhan itulah, tawaran untuk bermain film tak lagi ditampiknya. Beruntung, belakangan King menyadari kalau film bukanlah dunianya. Andai ia lebih memilih film, tentu King tidak akan menjadi legenda seperti saat ini. Waktu tiga bulan skorsing itu ternyata sangat berpengaruh pada penampilan King. Akibat ia sudah semakin jarang mengikuti latihan. 

Sepanjang karier bulutangkisnya, mungkin ada satu hal yang disesali King, yaitu keikutsertaannya dalam duet meet atau dwilomba antara Indonesia – China yang saat itu baru bergabung dengan IBF. Dalam pertandingan pertamanya setelah istirahat karena skorsing selama 33 bulan itu, King dikalahkan oleh Han Jian, pemain China yang pernah dua kali dikalahkan sebelumnya. Ia kalah 17-18 dari Han Jian. Kekalahannya ini membuat King merasa sangat terpukul. Ia juga mengakui kekalahannya ini akibat ia kurang latihan selama masa skorsing tiga bulan serta terlambat masuk pelatnas selama tiga minggu. 

“Aku tidak bisa tidur nyenyak selama beberapa lama, bahkan bertahun-tahun setelah pertandingan dwilomba itu. Aku merasa pertandingan dengan Han Jian itu pertandingan yang sangat berat. Aku terlalu percaya diri. Aku merasa terlalu superior.” (halaman 152) 

Gelar juara All England pada 1980 itupun tak lagi dapat diraihnya, dan lagi-lagi King merasakan kekecewaan atas keputusannya untuk mengikuti dwilomba tersebut. Menurutnya jika ia tiadk mengikuti dwilomba tersebut tentunya ia akan dapat lebih berkonsentrasi pada pertandingan All England. Akibat dari kekalahannya melawab Han Jian, King harus bekerja ekstra keras untuk kembali berprestasi. Bukan hanya dengan latihan, tetapi juga mengembalikan rasa percaya dirinya. Mengembalikan kembali penampilan prima seperti sediakala. Perlahan King mulai kembali bangkit, meraih kembali kemenangan di lapangan termasuk menjadi juara All England untuk ketigakalinya pada 1981. 


Book "Martha Tilaar - Kecantikan Perempuan Timur"

0 comments

Mengungkap gagasan pikiran Martha Tilaar selama kurang lebih tiga puluh tahun berkecimpung dalam dunia perawatan diri dan kecantikan. Semacam auto-biografis tentang berbagai momentum dalam perjalanan hidup, pandangan hidup, latar kehidupan, cita-cita, kreasi, serta karya Martha Tilaar dalam dunia kecantikan. Terbagi dalam tujuh bagian, buku ini menampilkan berbagai segi kehidupan dunia Timur, terutama Jawa dan Nusantara, mulai dari mitos, doa-doa, kitab dan primbon, adat dan upacara, reramuan dan jejamuan, sampai pada pernik-pernik perawatan tubuh. Semuanya dalam lingkup yang eksotik: kecantikan. Dengan format yang eksklusif, buku ini semakin istimewa dengan ilustrasi dan desain yang menawan. Pada bagian lain, Martha Tilaar juga membagi suka-duka perjalanan kariernya sebagai seorang pelopor wiraswasta yang berhasil menggali khasanah budaya Nusantara, mengambil inspirasi dari kearifan yang telah ada selama berabad-abad.

Sunday, October 24, 2010

Book "Joey Si Frustasi Yang Beruntung"

0 comments


Ketika Joey, pengangguran dan pecandu narkoba, tanpa sengaja menemukan uang 1 juta dolar di jalan, hidupnya tiba-tiba berubah: dikejar-kejar, bingung bercampur takut kalau-kalau ia tertangkap, terjebak, atau bahkan terbunuh. Ketegangan tak pernah berhenti ketika seluruh kota Philadelphia terbawa pencarian uang yang menghilang.

Akankah Joey berakhir di penjara? Kenapa ia dianggap pahlawan?

“…Bowden telah berhasil menyuguhkan cerita yang membuat Anda berdecak kagum.” Rocky Mountain News
“Kocak, sedih, dan menyakitkan hati.”  Columbus Dispatch
“Pada setiap akhir halaman cerita, novel ini menyisakan tanya: apa yang akan dihadapi Joey selanjutnya?”  Dallas Morning News 


Download Joey Si Frustasi Yang Beruntung

Thursday, October 21, 2010

Book "The Four Fingered Pianist"

0 comments

Namaku Hee Ah Lee. Aku hanya memiliki empat jari, masing-masing dua pada setiap tangan. Tetapi, aku jago main piano, lho. Bahkan aku pernah tampil bersama Richard Clayderman di Gedung Pujtih, Amerika.

Kakiku sebatas lutut. Tetapi, aku bisa berjalan sendiri kemana pun aku ingin. Ayahku sudah meninggal saat aku berusia 11 tahun. Tetapi, aku memiliki seorang ibu luar biasa yang sangat menyayangiku.

Aku sadar aku memiliki kekurangan, tetapi aku juga punya kelebihan. Aku memang lemah di satu sisi, tetapi kuat di sisi lain. Aku anak yang selalu bahagia, dan senantiasa bersyukur atas segala anugerah Tuhan dalam hidupku. Melalui buku ini, aku ingin berbagi cerita dan kebahagiaan kepada kalian semua. Karena, ternyata benar, jika kita menginginkan sesuatu dan berusaha menggapainya, tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Dan, jika aku saja bisa begitu, mengapa kalian tidak?

Download Buku The Four Fingered Pianist

Wednesday, October 20, 2010

Book "Alan Greenspan - Sosok di Balik Gejolak Ekonomi Dunia"

0 comments

Alan Greenspan kali pertama ditunjuk sebagai Ketua Dewan Gubernur Bank Sentral AS, atau Federal Reserve (The Fed) pada pemerintahan Presiden Ronald Reagan. Berkat kepiawaian dan keakuratannya dalam membuat kebijakan moneter, Greenspan mempertahankan jabatan ketua Bank Sentral AS hingga empat kali periode, tanpa terpengaruh presiden AS yang terus berganti. 

Catatan prestasi Greenspan yang menonjol antara lain keberhasilannya menangani krisis pasar saham Black Monday, meledaknya bisnis internet dot.com, gelembung pasar saham bulan Maret 2000, dan resesi akhir tahun 2000, tahun 2002, dan peristiwa-peristiwa pasar terkini. 

Analisis yang tajam dan akurat dalam kebijakan moneter, membuat setiap langkahnya diperhitungkan dan ditunggu-tunggu semua pihak. Hingga ada joke di kalangan pasar dunia, suara batuk Greenspan saja bisa memengaruhi gejolak ekonomi dunia. 

Sejak Greenspan menjabat ketua Bank Sentral AS, setiap pengumumannya selalu diliput media cetak dan elektronik. Bahkan stasiun televisi menyiarkan langsung detik-detik pengumuman kebijakannya—persis seperti peluncuran pesawat antariksa, di layar televisi terlihat hitungan mundur jam, detik demi detik, hingga tiba saatnya pengumumannya. 

Buku ini mengupas tuntas liku-liku dan sepak terjang Alan Greenspan menjadi ketua Bank Sentral AS. Bagaimana konflik dan intrik pembuatan keputusan Bank Sentral AS? Bagaimana pemikiran Greenspan? Syahdan, sebagai bangsa yang bijak, seharusnya para ekonom Indonesia bisa belajar banyak dari sosok Alan Greenspan dalam mengeluarkan kita dari krisis ekonomi yang berkepanjangan ini.


Download Buku Alan Greenspan - Sosok di Balik Gejolak Ekonomi Dunia 

Saturday, October 16, 2010

Book "Seeking Truth Finding Islam"

0 comments


Jalan hidup manusia tak bisa ditebak. Dari awal yang amat jauh dari agama, orang bisa menjadi perindu Tuhan dan mencari jalan untuk menghampiri-Nya. Kisah hidup para mualaf (orang yang masuk Islam) memberi kita banyak pelajaran tentang hal ini. 

Buku ini menyajikan empat mualaf di Dunia Barat yang mampu menjadi “duta” Islam melalui pengabdian kepada masyarakat dan teladan tentang sikap hidup Muslim sejati. Dengan demikian, mereka juga “berjihad” memerangi prasangka terhadap Muslim dan agama Islam yang marak di Dunia Barat pada masa sekarang. 

Keempat mualaf itu adalah: 
  • Yusuf Islam (Cat Stevens): mantan superstar rock dunia yang mengundurkan diri dari dunia musik untuk mempelajari Islam, dan kini aktif berdakwah melalui kegiatan pendidikan dan sosial. 
  • Ingrid Mattson: cendekiawati pemimpin organisasi Muslim terbesar di Amerika yang sempat menjadi ateis sebelum akhirnya terpesona oleh Al-Quran. 
  • Keith Ellison: Aktivis HAM dan Muslim pertama yang menjadi anggota Kongres AS. 
  • Hamza Yusuf Hanson: ulama asli kelahiran AS yang mendalami khazanah ilmu-ilmu Islam klasik dan kini giat mengampanyekan Islam damai ke publik Barat.


Tuesday, October 5, 2010

Book "Dari Garasi Jeff Bezos Mendirikan Amazon.com"

0 comments

Banyak orang yang berpikiran bisnis harus cepat untung. Tidak ada yang salah dengan harapan tersebut, namun ada fakta menarik khususnya untuk bisnis dotkom. Anda pasti tahu Amazon.com, tapi tahukah anda kalau Amazon yang didirikan pada tahun 1995 baru mendapatkan keuntungan delapan tahun kemudian, yaitu pada tahun buku 2003?

Buku yang berjudul “Dari Garasi Jeff Bezos Mendirikan Amazon.com” dapat memberikan inspirasi kepada para pebisnis dan penggiat TI yang ingin eksis dalam bisnis dotcom. Bahwa bisnis dotcom memiliki aturan main dan paradigmanya sendiri yang harus dipahami dan dicermati. Kini telah tumbuh apa yang disebut sebagai google economy, sebagai salah satu dari cabang bisnis dotcom. Amazon.com sendiri dapat merepresentasikan gambaran bisnis online yang sesungguhnya. Berbeda dengan, misalnya perusahaan yang memasarkan online sebagai alternatif outletnya yang telah dibuka sebelumnya.

Bermula dari garasi yang disewanya, Bezos mendirikan Amazon.com pada tahun 1994. Melalui moto “tumbuh lebih besar dengan lebih cepat”, usaha awalnya berubah dari satu toko buku sederhana menjadi raksasa perdagangan virtual dan toko online terbesar di dunia karena menyediakan berbagai barang dagangan yang super lengkap; mulai dari buku, DVD, CD musik, permainan, perangkat lunak komputer, pakaian, perhiasan, hingga makanan.

Ketekunan, keahlian teknis, dan komitmen terhadap kualitas yang dimilikinya, membuat Bezos mampu menjadi salah satu orang terkaya di dunia pada usia yang amat muda, 33 tahun. Dia juga pernah dipilih sebagai man of the year pada tahun 1999 oleh majalah Time.

Dalam buku ini, Bernard Ryan, Jr dengan baik mengisahkan perjalanan hidupnya yang luar biasa dan rahasia di balik sukses kehidupan bisnis dan pribadinya. Anda pun bisa belajar banyak dari kesuksesannya.

Selama delapan tahun operasinya Amazon.com tidak berhasil mencetak keuntungan dari bisnisnya yang tumbuh pesat dan mendunia. Pada tahun 2000, kalimat “mendapatkan laba” bagi Amazon.com masih lah sebuah mimpi. Pada suatu kesempatan di akhir tahun 2000 di depan seluruh karyawannya, Jeff Bezos, pendiri Amazon.com, mengumumkan bahwa bisnis mereka dapat menguntungkan. Karyawan hanya terdiam, karena pada waktu itu, karyawan tidak pernah mendengar bahwa perusahaan mendapatkan keuntungan. Tapi kemudian mereka bersorak, setelah si CEO meyakinkan bahwa dia serius dengan ucapannya.

Bezos memang sepertinya santai dengan tingkat profitabilitas dan nilai pasar perusahaan. Ketika terjadi ledakan balon ekonomi dotcom pada Januari 2000, saat itu saham Amazon.com turun sebesar 40%nya dan harus memecat 1.300 karyawan, Bezos santai saja karena dia tahu Amazon.com telah melayani dua juta pelanggan pada tahun 2000, enam juta lebih besar dari tahun sebelumnya, dan terus tumbuh. Dengan jumlah pelanggan di atas, Bezos tetap yakin bahwa pertumbuhan yang konstan di masa mendatang tetap menjanjikan masa depan gemilang.


Blog Award

 

FaiK Share. Copyright 2008 All Rights Reserved Revolution of FaiK theme by FaiK MuLaCheLLa | Distributed by Blogger Templates Blog Corp