Sunday, July 17, 2011

Lip Gloss Meningkatkan Resiko Kanker Kulit

0 comments


​Sering memakai lip gloss jika pergi ke luar rumah? Selain berfungsi sebagai pelembap bibir, efek kilau yang ditimbulkannya memang membuat penampilan Anda semakin menarik. Tetapi, jangan sembarangan memilih lip gloss. Karena, pemakaian lip gloss yang memberikan efek berkilau (shiny lip glosses) dapat mengintensifkan paparan sinar matahari. Hal itu dikemukakan oleh Dr Baumann, penulis buku best seller "The Skin Type Solution".

Pelembap dan pengilap bibir itu tidak berkhasiat melindungi bibir, tetapi justru menarik sinar ultraviolet. Apalagi bibir lebih rentan dampak buruk sinar matahari dan mempunyai kecenderungan lebih tinggi terkena kanker jika dibandingkan dengan kulit.

Kulit bibir tak memiliki kelenjar sebum yang bisa memproduksi minyak alami sehingga lebih cepat kering. Karena tak ada perlindungan, kulit bibir rentan terhadap kerusakan yang diakibatkan oleh sinar matahari. Lama kelamaan terjadi degenerasi kolagen dan elastin, yang menyebabkan hilangnya elastisitas kulit bibir, mempertinggi jumlah guratan, serta meningkatkan risiko terkena kanker kulit.

Para ahli dermatologi menyarankan kaum perempuan untuk menggunakan pelindung sinar matahari sebelum memakai lipstik mengilap, terutama bagi yang akan berada di luar ruangan lebih dari 20 menit. Untuk mencegah kanker, lakukanlah pemeriksaan secara rutin guna mengetahui tanda-tanda awal kanker. Segeralah berkonsultasi dengan ahli kulit jika permukaan bibir Anda mengalami perubahan warna atau mengelupas secara terus-menerus. 

Wednesday, July 6, 2011

Bahaya Menonton TV Bagi Kesehatan

0 comments

Menonton televisi (TV) berkepanjangan adalah perilaku sering terjadi dan dan meresap pada individu di negara-negara industri dan telah dikaitkan dengan peningkatan angka kesakitan dan kematian. Hal ini merupakan kesimpulan hasil suatu meta-analisis yang dilakukan Grøntved A,. dkk., yang dipublikasikan dalam Journal of the American Medical Association tahun 2011. Dalam studi tersebut disebutkan menonton televisi dalam waktu yang lama akan meningkatkan risiko terkena diabetes melitus tipe 2, penyakit kardiovaskuler serta risiko kematian apapun penyebabnya.

Studi yang dilakukan oleh Dr. Grøntved A,.dkk. tersebut, merupakan suatu meta-analisis terhadap 8 studi klinis yang dikumpulkan dari database tahun 1974 sampai Maret 2011 tanpa pembatasan dan dengan meninjau daftar referensi dari artikel yang diambil. Studi kohort yang melaporkan perkiraan risiko relatif dengan interval kepercayaan 95% (CI) untuk hubungan dengan tujuan studi yang dilibatkan.

Dari 8 studi termasuk, 4 studi melaporkan kejadian diabetes tipe 2 (175.938 individu; insiden kasus 6428 saat 1,1 juta orang pertahuun dari yang ditindaklanjuti), 4 studi melapporkan kejadian penyakit kardiovaskular fatal atau nonfatal (34.253 individu; insiden 1052 kasus), dan 3 studi melaporkan semua penyebab kematian (26.509 individu; 1879 kematian selama 202.353 orang pertahun masa tindak lanjut).Risiko relatif dikumpulkan per 2 jam menonton TV per hari adalah sebesar 1,20 (95% CI, 1,14-1,27) untuk diabetes tipe 2, dan 1,15 (95% CI, 1,06-1,23) untuk penyakit jantung fatal atau nonfatal, serta 1,13 (95% CI, 1,07-1,18) untuk semua penyebab kematian.

Hubungan antara waktu yang dihabiskan untuk menonton TV dan risiko diabetes tipe 2 serta penyakit kardiovaskuler adalah positif linier, risiko semua penyebab kematian tampak meningkat dengan durasi menonton TV yang lebih dari 3 jam per hari. Perkiraan risiko absolut berbeda untuk setiap  2 jam menonton TV per hari adalah 176 kasus diabetes tipe 2 per 100.000 orang per tahun, 38 kasus penyakit kardiovaskular yang fatal per 100.000 orang perahun, dan 104 kematian untuk semua penyebab kematian per 100.000 individu pertahun. 

Kesimpulan dari studi tersebut menunjukkan bahwa menonton televisi dalam durasi yang lama akan meningkatkan risiko DM tipe 2, penyakit kardiovaskuler dan kematian dengan berbagai sebab.

Monday, May 23, 2011

Hati-hati Overdosis Suplemen

0 comments

Di tengah gaya hidup masyarakat modern yang buruk, banyak yang berusaha memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral dengan mengonsumsi suplemen. Mengagungkan kesehatan tubuh, mereka seringkali mengonsumsinya terlampau banyak. Mereka tak sadar, overdosis suplemen bisa memicu kematian. Penelitian sejumlah dokter di Amerika Serikat mengungkap bahwa mengonsumsi terlalu banyak suplemen vitamin dan mineral berisiko menimbulkan batu ginjal dan kerusakan jantung.

Cochrane Collaboration, organisasi internasional yang dianggap sebagai salah satu otoritas terbesar di bidang kedokteran, menerbitkan dua laporan penelitian terkait hal itu. Mereka menyimpulkan bahwa vitamin A, vitamin E dan beta-karoten, yang dikonsumsi bersama suplemen antioksidan, bisa meningkatkan risiko kematian secara signifikan. Bahkan, overdosis suplemen menjadi kasus yang kian populer di Amerika Serikat. Sekitar separuh warga negara itu menghabiskan ratusan dolar setiap bulan untuk konsumsi suplemen. Untuk menghindari terlalu banyak konsumsi suplemen, penting memahami dasar-dasar manfaatnya:

  • Pilih suplemen larut dalam air. Cara vitamin larut dalam tubuh berbeda-beda. Ada vitamin yang larut secara sempurna dalam air, seperti vitamin B dan C. Ada yang larut sempurna dalam lemak seperti VitaminA, D, E dan K. Sedangkan semua mineral larut dalam lemak.  Perlu Anda tahu, overdosis suplemen tidak akan terjadi bila vitamin yang dikonsumsi merupakan jenis vitamin yang larut dalam air. Karena mekanismenya, jika mengalami kelebihan vitamin, tubuh akan mengeluarkannya secara otomatis melalui urin. Suplemen larut dalam lemak yang menimbulkan masalah potensial. Kelebihan vitamin dan mineral akan disimpan dalam sel-sel lemak atau hati. Jumlahnya akan terus meningkat dan terakumulasi dari waktu ke waktu. Ini yang berpotensi menyebabkan gangguan tubuh.
  • Ikuti petunjuk konsumsi. Selalu membaca label dengan hati-hati sebelum mengonsumsi suplemen. Aturan praktis adalah mengikuti dosis anjuran harian Recommended Daily Allowance (RDA), terutama untuk vitamin yang larut dalam lemak.
  • Konsumsi vitamin dan mineral alami. Cobalah untuk makan makanan yang memberi Anda cukup vitamin dan mineral. Banyak ahli medis setuju bahwa jika Anda secara teratur makan makanan sehat, Anda mungkin tidak membutuhkan suplemen kecuali dokter Anda merekomendasikannya.
  • Konsultasi dokter. Lakukan konsultasi dengan dokter, sebelum mengonsumsi suplemen vitamin dan mineral. Tanyakan pula efek samping yang mungkin terjadi jika Anda juga tengah mengonsumsi obat lainnya. Tanyakan dosis yang tepat untuk dikonsumsi. Ini merupakan satu-satunya cara untuk mencegah interaksi obat yang berbahaya.

Wednesday, May 4, 2011

Awas Cotton Bud Berbahaya Bagi Telinga!

0 comments

Memasukkan kapas atau cotton bud ke dalam telinga dapat mengakibatkan gendang telinga pecah, menurut sebuah studi baru. Dalam kebanyakan kasus, kondisi itu memang bisa sembuh sendiri, tapi bisa juga hingga diperlukan operasi untuk kasus yang parah.

Di masa lalu, banyak otolaryngologists bertanya-tanya apakah operasi benar-benar diperlukan untuk mengobati gendang telinga pecah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 97 persen kasus sembuh sendiri dalam waktu dua bulan. Untuk itu, ini membuktikan bahwa kebanyakan kasus tidak memerlukan operasi.

Dikutip dari Newsmedical Lebih dari separuh pasien yang mendatangi klinik THT (telinga, hidung, dan tenggorokan) mengakui menggunakan penyeka kapas untuk membersihkan telinga mereka. Tetapi jika kapas didorong terlalu jauh dalam liang telinga dapat menyebabkan kerusakan serius, termasuk gendang telinga pecah atau juga dikenal sebagai perforasi membran timpani (TMP).

TMP parah dapat menyebabkan kelumpuhan wajah dan vertigo. Jika pasien mengalami gejala seperti gangguan pendengaran, drainase, pusing atau kelainan dalam gerakan-gerakan wajah, mereka harus ke dokter untuk mengetahui kerusakan telinga sedini mungkin.

Friday, April 8, 2011

Awas!!! Kertas Struk Belanja Picu Kanker!

0 comments

Ancaman bahan beracun dalam bahan plastik yang dikenal dengan BPA (Bisphenol-A) terus berlanjut. Jika dulu yang diwaspadai hanya botol susu dan botol minuman, kini ancaman BPA juga terdapat pada struk belanja/pembayaran.

Studi terbaru menemukan bahwa struk belanja mengandung kadar bisphenol A (BPA) yang tinggi. Dalam penelitian terbaru ini baru pada kertas struk belanja di negara Amerika, namun diduga di negara lain pun tidak jauh berbeda. Tim dari AS menguji struk belanja yang terbuat dari kertas termal yang dikumpulkan dari 22 pusat belanja dan kafe di Amerika. Peneliti menemukan separuh dari kertas tersebut mengandung kadar BPA dalam jumlah besar. BPA yang digunakan ini untuk membuat tinta agar terlihat pada struk belanja termal.

Zat kimia yang menyerupai hormon estrogen pada perempuan ini diketahui dapat menimbulkan risiko terhadap kesehatan, terutama untuk anak-anak muda. Jika seseorang memegang kertas tersebut selama 10 detik, maka akan memindahkan 2,5 mikrogram BPA dari kertas ke jari seseorang. Sedangkan jika menggosoknya akan meningkatkan jumlah BPA yang berpindah ke jari sekitar 15 kali lipat.

Peneliti mengungkapkan sejak BPA ditemukan pada lapisan tepung dalam kertas termal, ilmuwan telah menemukan pula kandungan BPA di dalam objek-objek lainnya. BPA masih banyak digunakan dalam botol air plastik, kaleng minuman ringan, kasus telepon seluler dan juga komputer. Sementara peneliti dari Washington Toxics Coalition and Safer Chemicals menemukan bahan kimia pada 21-22 kertas tagihan yang diuji, meskipun kandungannya dalam tingkat yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan struk belanja. Lebih dari 130 penelitian selama dekade terakhir menunjukkan tingkat BPA yang tinggi berhubungan terhadap masalah kesehatan serius, termasuk kanker payudara, obesitas dan pubertas dini.

Pada November 2010, Uni Eropa telah memberikan larangan penggunaan BPA dalam botol susu bayi. Karena hasil studi dari hewan uji menunjukkan zat tersebut mempengaruhi perkembangan saraf dan perilaku tikus laboratorium jika terpapar BPA saat masih di kandungan atau di awal kehidupannya. Sedangkan negara pertama yang melarang pemakaian BPA adalah Kanada. Sedangkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menemukan hubungan antara paparan BPA yang rendah dengan masalah kesehatan yang merugikan.

Peneliti WHO menemukan kandungan BPA yang ditemukan dalam urine seseorang memiliki kadar yang relatif sama dengan BPA yang masuk ke tubuhnya. Artinya sebagian besar atau mungkin bahkan semuanya bisa diekskresikan atau dikeluarkan secara alamiah dari dalam tubuh. Untuk itu diperlukan aturan hukum yang kuat mengenai penggunaan bahan kimia tersebut dalam struk belanja, tagihan dan banyak produk lainnya.

Banyak yang sepakat bahwa kandungan Bisphenol-A (BPA) pada plastik dan kertas thermal bisa memicu kanker. Kabar baiknya, WHO menyatakan senyawa ini tidak terakulumasi dalam tubuh tetapi bisa dibuang lewat urine. Pernyataan itu dibuat setelah para pakar menelusuri berbagai penelitian tentang dampak BPA terhadap kesehatan.

Dari penelusuran tersebut, para pakar mendapati bahwa BPA yang ditemukan dalam urine seseorang memiliki kadar yang relatif sama dengan BPA yang masuk me tubuhnya. Artinya sebagia n besar atau mungkin bahkan semuanya bisa diekskresikan atau dikeluarkan secara alamiah dari dalam tubuh. Meski begitu, WHO juga menyatakan bebagai penelitian telah membuktikan bahwa dalam kadar yang rendah sekalipun BPA bisa memberikan efek negatif bagi kesehatan. Di antaranya dapat memicu kanker payudara, obesitas, pubertas dini, impotensi dan gangguan kesehatan lainnya.

Beberapa waktu yang lalu, WHO bersama-sama dengan organisasi pangan dunia (FAO) dan PBB menegaskan keyakinan banyak orang tentang bahaya BPA pada plastik dan kertas thermal. Sementara pada Oktober 2010, Kanada menjadi negara pertama yang menyatakan BPA sebagai senyawa beracun. Dibanding negara lain di Amerika dan Eropa, Kanada terbilang paling memberikan perhatian terhadap isu BPA. Bahkan sejak tahun 2008, negara ini telah melarang penggunaan bahan kimia tersebut pada botol minum untuk bayi. BPA merupakan polimer khusus yang digunakan untuk membuat epoxy resin. Bahan ini banyak digunakan sebagai pelapis dalam produksi kemasan makanan kaleng, botol air minum, kertas thermal, alat kesehatan maupun berbagai aksesoris mobile.

Bahaya Menahan Bersin

0 comments

​Jika keinginan bersin terjadi saat sedang terlibat perbincangan serius, pertemuan penting atau berada di ruang yang sepi, orang lebih suka untuk menahannya. Sebaiknya jangan menahan bersin karena bisa berbahaya. Beberapa orang mencoba menahan bersin dengan cara menekan hidung mereka sehingga keinginan untuk bersin menjadi hilang. Ternyata menahan bersin justru bisa menjadi masalah yang serius jika sering dilakukan.

Kecepatan bersin yang dimiliki manusia adalah 161 km/jam, sehingga jika seseorang menahan untuk bersin maka tubuh harus menahan kecepatan tersebut secara tiba-tiba. Hal ini tentu saja akan mempengaruhi fungsi tubuh dan menyebabkan kuman yang seharusnya dikeluarkan malah masuk kembali. Bersin merupakan kegiatan yang positif karena memiliki fungsi membersihkan faring (rongga antara hidung, mulut dan tenggorakan) dan ini adalah hal yang baik. Sedangkan menahan bersih justru berbahaya karena bisa menimbulkan beberapa risiko.

Ada beberapa bahaya yang bisa ditimbulkan jika seseorang menahan bersin yaitu:
  • Menyebabkan patah tulang di tulang rawan hidung
  • Mimisan
  • Pecah gendang telinga
  • Gangguan pendengaran
  • Vertigo
  • Retina yang terlepas atau mengalami emfisema. Hal ini karena tubuh berusaha menahan kecepatan dari bersin yang tinggi. Cedera yang timbul umumnya mempengaruhi struktur bagian dalam kepala.

Emfisema adalah suatu kondisi yang bisa menyerang anak-anak ataupun orang dewasa, kondisi ini sangat berbahaya dan berpotensi mematikan karena dapat membatasi pasokan udara. Tanda-tanda yang muncul biasanya wajah atau leher yang membengkak dan timbul rasa ketidaknyamanan.

Untuk membantu seseorang agar mudah bersin bisa dengan cara melihat cahaya terang, hal ini dapat merangsang saraf optik yang melintasi jalur pusat bersin. Selain itu iritasi yang terjadi di saraf dekat pusat bersin juga bisa memicu seseorang untuk bersin. Saat seseorang bersin biasanya diikuti oleh keluarnya bakteri atau kuman dari dalam tubuh. Hal ini berguna untuk menjaga hidung agar tetap bersih, karenanya seringkali bersin terjadi secara berulang-ulang.

Jadi jangan pernah menahan bersin untuk menghindari beberapa risiko tersebut. Tapi jangan lupa untuk menutup mulut dan hidung dengan tangan, tisu, sapu tangan atau lekukan lengan saat bersin, agar bakteri dan kuman yang keluar tidak membahayakan orang lain.

Thursday, April 7, 2011

Tempe Sebabkan Penurunan Daya Ingat Pada Lansia

0 comments

Kedelai sering disebut sebagai makanan super karena kandungan phytoestrogen yang tinggi. Ini adalah zat yang khasiatnya mirip dengan estrogen dan mampu melindungi sistem saraf. Namun, tim peneliti Loughborough University bekerjasama dengan tim peneliti Indonesia, melaporkan dalam studinya bahwa orang lanjut usia (lansia) yang banyak mengkonsumsi tempe, tahu atau produk kacang kedelai lainnya dapat meningkatkan resiko penurunan daya ingat.

Tempe Tahu kedelai
Dalam studi ini, diteliti 719 subyek lansia yang tinggal di kota dan pedesaan kawasan Pulau Jawa. Koresponden berusia lebih dari 68 tahun, yang mengkonsumsi kedelai dalam jumlah tinggi, termasuk tahu. Professor Eef Hogervorst yang memimpin studi ini mengatakan bahwa konsumsi kedelai mulai meningkat di negara Barat, dan seringkali dipromosikan sebagai "superfood". Produk kacang kedelai kaya akan mikronutrien yaitu fitoestrogen, tetapi belum jelas benar apakah mempunyai efek terhadap proses penuaan otak.

Fitoestrogen mempunyai efek neuroproteksi pada usia pertengahan. Namun pada usia lebih dari 65 tahun dapat meningkatkan resiko demensia dan penurunan fungsi daya ingat. Sebaliknya, tim peneliti ini menemukan bahwa konsumsi tempe dapat meningkatkan daya ingat. Disebutkan bahwa efek bermanfaat tempe kemungkinan karena kadar folatnya yang tinggi, diketahui dapat menurunkan demensia. 

Para peneliti mengingatkan bahwa efek tempe dan tahu ini terutama terlihat pada populasi Jawa, karena itu belum jelas adanya hubungan asupan kedelai dengan kelompok etnik atau rentang usia yang lain.

Sunday, April 3, 2011

Bahaya Suntik Silikon & Kolagen

0 comments

Gaya hidup artis jaman sekarang memang penuh kontroversi. Banyak diantaranya seperti tidak bisa melepas ketergantungannya untuk mempercantik diri dengan operasi plastik dan silikon terlihat cantik, menarik, menawan demi mempermudah kariernya ini mesti diwaspadai. Hingga saat ini, meski silikon dinilai aman untuk mempercantik diri dan sering dilakukan para selebritas tanah Air dan manca negara ternyata juga merenggut banyak korban.

Namun demikian ternyata orang belum jera juga untuk melakukan suntik silikon cair dan kolagen demi memburu kecantikan. Sebenarnya apa itu silikon cair dan kolagen serta bahayanya untuk Anda? Mungkin Anda ingin terlihat cantik tetapi ternyata malah menjadi hancur. Sebab dampak pemakaian ini harus menahan rasa sakit yang luar biasa pada daerah yang ingin diubah.

Sebaiknya lebih berhati-hati lagi bila ingin terlihat cantik dengan mengubah bentuk tubuh seperti memancungkan hidung, mengisi dagu atau menghilangkan kerutan. Bila ingin melakukan hal tersebut, sebaiknya lakukan di dokter spesialis bedah plastik dan jangan ke salon kecantikan atau tempat praktek ilegal. Karena apapun yang disuntikkan ke dalam tubuh akan berdampak negatif atau positif. Sisi positif adalah diharapkan menjadi kenyataan tetapi sisi negatif reaksi yang timbul dapat berupa alergi atau salah lokasi penyuntikan sehingga menyebabkan penyumbatan pada pembuluh darah.

Saat ini memang cukup banyak beautician atau ahli kecantikan dan dokter umum yang menjual jasa suntik silikon. Mereka mungkin bisa melakukan suntikan tapi mereka tidak bisa mempertanggungjawabkan hasilnya. Pemerintah pun masih saja membiarkan orang-orang yang tidak punya hak untuk melakukan suntik silikon di berbagai salon.

Suntikan silikon di salon kecantikan, biasanya akan menimbulkan keadaan yang tidak diinginkan pasien. Mungkin pasien tidak meninggal tapi hasilnya malah menimbulkan rasa sakit yang berkepanjangan seperti merah dan bengkak akibat suntikan tersebut. Akibatnya operasi tersebut dibongkar lagi dan diperbaiki sehingga anda dirugikan karena salon tersebut tidak mampu memperbaiki kerusakan yang terjadi pada wajah anda.

Sebaliknya, kalaupun cairan yang disuntikkan itu benar kolagen maka dokter tidak akan menyuntikkannya ke payudara. Kolagen lebih cocok untuk jaringan kulit, bukan pada jaringan lemak. Sedangkan payudara itu sendiri terdiri dari jaringan lemak.

Pada payudara juga terdapat banyak pembuluh darah besar atau vena sehingga zat yang disuntikkan bisa langsung menerobos pembuluh darah dan menyumbat pembuluh darah. Sehingga tidak ada dokter yang mau menyuntik payudara dengan kolagen. Cara yang paling aman adalah melalui operasi dengan memasukkan kantung silikon jeli. Ini lebih mudah dikeluarkan jika ada masalah seperti reaksi alergi.
Oleh sebab itu anda harus dicek, apa betul cairan yang disuntikkan itu kolagen. Apalagi, kolagen yang asli harganya cukup mahal. Satu cc harganya bisa mencapai 80 hingga 100 dolar AS. Padahal, untuk memperbesar payudara diperlukan cairan kolagen sebanyak 200 cc, yang artinya perlu dana sekitar 40 ribu dolar atau sekitar Rp 360 juta. Dalam pemakaian yang cukup besar, tentu saja harganya sangat mahal. Oleh sebab itu, kolagen biasanya dipakai untuk mengatasi kerutan kulit bukan untuk memperbesar payudara.

Selain mahal, kolagen juga memerlukan tempat penyimpanan khusus, yaitu pada suhu rendah dan konstan. Ini membuat banyak rumah sakit tidak sanggup menyediakan stok kolagen cair bagi pasien. Alhasil, untuk memberikan pelayanan suntikan kolagen tidaklah mudah dan murah.

Padahal banyak perempuan yang minta dibesarkan payudaranya dengan suntikan di salon kecantikan karena lebih murah, cepat dan tanpa harus perlu tindakan operasi. Tindakan operasi merupakan sesuatu yang menakutkan meski sampai sekarang belum pernah ada orang yang meninggal gara-gara menjalani bedah plastik.

Kolagen memang lebih alami karena diambil dari tunjang hewan (sapi) yang diproses menjadi berbentuk cair dan digunakan menjadi pengisi atau menambah volume bagian tubuh yang kurang. Para dokter biasanya menggunakannya untuk mengatasi kerutan di kulit wajah dengan jalan disuntik agar lebih rata. Bahan dasar kolagen mirip jaringan tubuh manusia sehingga bila disuntikkan ke dalam tubuh, sebagian akan diserap oleh tubuh. Tetapi sebulan setelah disuntikkan anda perlu dievaluasi dan selama dipergunakan dengan baik, kolagen sebenarnya cukup aman untuk tubuh.

Friday, April 1, 2011

Bahaya Serbet Rumah Tangga

0 comments

Tahukah Anda bila serbet yang ada di dapur anda bisa menjadi pembunuh? Website Independent mengungkapkan, berdasarkan survei pemerintah Inggris sembilan dari 10 serbet yang ada di rumah didiami kuman-kuman perut yang memiliki tingkat berbahaya.

Riset balai kesehatan lingkungan menunjukkan bahwa orang lebih berisiko keracunan makanan karena kain pembersih mereka sendiri daripada saat mereka makan di luar. Health Protection Agency memeriksa serbet restoran tahun lalu dan menemukan 56 persen mengandung kuman racun makanan, termasuk E coli dan listeria.

Namun, Chartered Institute of Environment Health mengetes 100 serbet rumah tahun ini, ternyata tingkat bakteri tidak sehat juga ditemukan di serbet rumah, bahkan lebih tingi dari serbet restoran. Laporan itu menunjukkan lebih banyak tekanan untuk menanggulangi keracunan makanan di rumah. Mereka menyarankan serbet dicuci secara rutin dan tidak ditinggalkan di tempat cuci

Monday, February 21, 2011

Jarang Bergerak, Penyebab Kematian Keempat!

0 comments

Kebanyakan kita hidup dan bekerja di lingkungan yang serba sibuk dan penuh dengan tekanan. Karena itu kebanyakan orang memilih menghabiskan waktu luang dengan bersantai, rebahan di depan televisi atau mengganti waktu tidur yang disabotase pekerjaan. Gaya hidup tidak aktif ini dalam jangka panjang memancing datangnya penyakit.

Ketidakaktifan fisik merupakan istilah untuk mengidentifikasi orang-orang dengan tingkat kegiatan fisik teratur yang rendah, atau tidak ada sama sekali. Akibatnya pembakaran energinya tidak lebih dari 1,5 kali pembakaran energi saat beristirahat.

Menurut data Riset Kesehatan Dasar Kementrian Kesehatan Indonesia tahun 2007, saat ini 48,2 persen masyarakat berusia lebih dari 10 tahun kekurangan aktivitas fisik. Di dunia, menurut WHO 60-80 persen populasi dewasa tidak aktif secara fisik. Ketidakaktifan fisik ini dalam jangka panjang akan menyebabkan kegemukan atau obesitas. Di dunia, obesitas menempati urutan keempat penyebab utama kematian atau menyumbang 30 persen dari angka kematian dunia.

Dari 24 jam waktu kita sehari, sebagian besar dialokasikan untuk tidak aktif. Porsi terbanyak tidur, lalu seharian duduk bekerja di depan komputer. Perjalanan pulang ke rumah juga banyak duduk, di rumah ditambah lagi dengan menonton televisi dan main video game di akhir pekan. Padahal, untuk menjaga kebugaran tubuh, WHO merekomendasikan agar kita berolahraga minimal 30 menit setiap hari. Olahraga yang dimaksud adalah aktivitas fisik yang teratur.

Penelitian yang dilansir dalam British Journal of Sport Medicine tahun 2010 menyebutkan orang yang duduk atau tidak aktif secara fisik dalam waktu panjang memiliki risiko terkena penyakit lebih tinggi. Kegemukan akibat kurang bergerak ini juga akan menyebabkan kematian dini. Dave Nuku, regional fitness manager Fitness First Asia, mengatakan untuk melawan kemalasan olahraga, sebaiknya kita memilih olahraga yang menyenangkan dan membuat fun. Berolahraga dalam kelompok dengan teman-teman yang suportif bisa membuat kita lebih bersemangat. Untuk mereka yang ingin melawan kegemukan, olahraga selama 30 menit kurang efektif untuk membakar kalori dan melakukan variasi latihan dengan variasi intensitas dan durasi sehingga pembakaran kalori lebih besar.

Friday, January 28, 2011

Bahaya Suplemen Vitamin C Dosis Tinggi

0 comments

Vitamin C termasuk salah satu vitamin yang water soluble, berfungsi antara lain reepitilasi jaringan, anti oksidan, dan katalisator. Jadi bila kita tidak mendapatkan asupan dari yang lain kecuali dari 1-2 buah jeruk seperti tersebut diatas, itu sudah dianggap cukup oleh tubuh, dan apabila berlebihan maka akan dikeluarkan. Tentang isu berkaitan dengan kanker, dan efek sampingnya yang lain, misalnya batu ginjal, mungkin uraian dibawah ini dapat menjadi bahan masukan.

Pada pemakaian vitamin C dosis tinggi, maka kelebihan dari deposit yang 6000 mg(6 gram) tersebut akan dikeluarkan melalui ginjal dan pada pemakaian jangka panjang akan terjadi endapan sitrat pada system organo urinary tract (ginjal sampai lubang pelepasan / OUE = Orifisium Uretra Externum), akan menjadi batu sitrat dan segala implikasinya/kerusakan ginjal.

Kaitannya dengan kanker adalah pada pemakain vitamin C dosis tinggi/Mega dosis ( maksimal 500 mg/hr) dan pada waktu yang lama (maksimal 6 Minggu) maka akan merangsang terjadinya perubahan galur-galur DNA sel kita, sehingga dimungkinkan sel sel tubuh kita akan berprilaku menyimpang dan salah satunya menjadi sel metaplastik dan ini yang menjadi cikal bakal kanker tergantung pada DNA sel mana yang telah mengalami metaplastik tersebut. Lalu bagaimana dengan prilaku kita, orang- orang sekitar kita, teman kita, karyawan kita, masyarakat kita, dengan asupan vitamin C ini ? Jawabannya sangat mengkawatirkan !!!

Mereka sebagaian telah menjadikan vitamin C kemasan, seperti CDR, Theragran, Enervon C, Ester C, Sonce sebagai suplemen yang harus dikosumsi setiap hari tanpa harus mengetahui efek samping yang akan mereka terima bila dikosumsi dalam jangka panjang. Mereka telah termakan oleh iklan produk-produk konsumerisme yang membahayakan. Sebenarnya pemakaian dosis tinggi masih diperkenankan sepanjang tidak dilakukan dalam waktu yang lama seperti diatas, karena dosis tinggi dalam short time tsb. penting untuk meningkatkan cadangan/deposit yang mungkin turun sampai titik terendah menuju ke peaknya kembali -/+ 6000 mg tsb. inipun masih ada catatan bila tidak terdapat efek samping dari vitamin C tersebut terhadap organ lain, misalnya terhadap GI tract/lambung, misalnya gastritis, ulkus peptikum.

Vitamin C dosis 1 - 5 gram per hari meningkatkan laju pertumbuhan kanker pada manusia. Namun pertumbuhan kanker terhambat pada dosis 100 gram per hari, mendekati dosis mematikan. Bahaya Overdosis Vitamin C lainnya Baca Disini

Pemakaian vitamin C ini digunakan pada saat tertentu dan dosisnya dibatasi misalnya 1/2 tablet CDR per hari, karena sejatinya berdasarkan kemasan tersebut ada yang akan tereduksi oleh sesuatu, mulai enzym, asam basa lambung dan zat-zat tertentu, misal makanan, minumam, susu, obat maag,  dalam perjalanan (mulut sampai usus) sampai vitamin tersebut diserap di usus. Misalnya :

  • Kemasan effecement misalnya CDR, SonCe, dll. akan terserap bersih 35 % - 45 %.
  • Kemasan elixer/syrup misalnya Sakatonik Liver, dll. akan terserap bersih 35 % - 50 %.
  • Kemasan tablet/kaplet misalnya Theragran M, Supradex,dll. akan terserap bersih 45 % - 65 %.
  • Kemasan tablet/kaplet bersolut misalnya Becefort/EnervonC akan terserap bersih 65 % - 75 %.
  • Kemasan Capsul/solf camsule misalnya Supertin/Hemaviton akan terserap bersih 65 % - 80 %.
Tips Dalam Mengkonsumsi Vitamin C
  • Mari kita kembali ke pola pola alamiyah. Bila masih cukup asupan vitamin tersebut dari makanan dan minuman sehari hari, tidak perlu kita menggunakan asupan dari luar.
  • Bila dianggap kurang dengan tanda salah satunya yang paling gampang adalah sariawan (scurvy), yang kemungkinan besar karena defisiensi vitamin C, maka sebaiknya pertimbangkan untuk mendapatkan asupan vitamin C dari luar dengan jalan antara lain:
    • Dari buah-buahan dan sayur-sayuran yang banyak mengandung vitamin C, bahkan bunga matahari sekalipun bias digunakan sepanjang bukan yang transgenik, dan yang ditaman secara alamiah.
    • Dari buah-buahan dan sayur-sayuran yang banyak mengandung vitamin C, bahkan bunga matahari sekalipun. Dengan catatan harus dicuci dengan bersih dan dikupas kulitnya.
    • Menggunakan suplemen obat-obatan yang terukur/ tertera daftar isinya dan kandungan vitamin C nya. Dan selanjutnya Selamat menghitung dan memperkirakan seberapa banyak deposit vitamin C yang tersisa didalam tubuh kita dan seberapa banyak asupan yang harus kita masukkan, kemudian dikontrontir dengan kemasan yang akan dipakai.
    • Tentukan sehari harus minum berapa mili gram dan berapa kali, berapa lama, serta kemasan mana yang paling aman untuk dikosumsi. Dosis Maksimum 500 mg dapat dijadikan salah satu pegangan.
    • Jangan gunakan mega dosis lebih dari 10 hari, cukup 3-5 hari.
    • Setelah itu lakukan tapering off/diturunkan secara bertahap dan akirnya berhenti.
  • Carilah dan temukan kausa/penyebab kekurangan vitamin C tersebut dengan segera. Terutama stressor yang kronis, karena setiap ada stres proses metabolisme ditubuh kita akan dipercepat, sehinga kebutuhan vitaminnyapun akan meningkat.
  • Perlu diketahui "Suplemen vitamin C bukan obat yang dapat menyembuhkan kelelahan atau stress."
  • Save your money. Think smart, act wise, live healthy. Jangan terjebak pada klaim indah suplemen.

Thursday, January 13, 2011

Waspadai Penggunaan Krim Pemutih

0 comments

Wajah putih, cantik, dan bersih, pastinya impian setiap wanita. Tak heran kalau mereka pun sering sibuk memilih kosmetika yang membuat kulit wajah dan kulit tubuhnya terlihat putih.  Saat ini banyak wanita selalu ingin tampil cantik dan putih. Katanya kulit putih akan menambah kecantikan bagi seorang wanita sehingga banyak wanita yang berlomba-lomba memakai pemutih. Namun, ternyata banyak diantara kosmetik yang beredar itu mengandung merkuri yang sangat berbahaya bagi kesehatan kulit dan tubuh. Seperti apakah bahayanya itu?

Sebagai zat kimia, merkuri jika dioleskan ke wajah akan menimbulkan radang. Kondisi ini menyebabkan kapiler-kapiler di wajah akan melebar sehingga aliran darah yang menuju kulit wajah akan meningkat. Hal ini menyebabkan tampak merah, bengkak dan meradang pada wajah dan menimbulkan rasa nyeri.

Biasanya efek ini timbul mulai 2 minggu sampai dengan 1 bulan setelah pemakaian tergantung dari sensitifitas kulit dan banyaknya dosis merkuri di dalam cream pemutih. Jika hal ini terjadi maka tak lama kemudian akan menimbulkan kerusakan pada kulit seperti timbul flek hitam, benjolan-benjolan, rasa nyeri seperti terbakar, kemerahan, dan sebagainya.

Sedangkan pada tubuh, merkuri yang terserap ke dalam tubuh melalui kulit akan menyebabkan kerusakan ginjal dan dalam jangka lama akan menimbulkan kanker. Untuk itu perhatikan krim pemutih yang Anda gunakan. Caranya?

1. Krim pemutih bisa digolongkan sebagai kosmetik dan obat, tergantung jenis dan kadar zat berkhasiatnya. Kosmetik pemutih boleh dijual bebas di pasaran sedang obat pemutih harus dengan resep dan dibawah pengawasan dokter. Perbedaaannya berdasarkan tingkat keamanan penggunan zat berkhasiatnya. Seperti kadar pemutih Hidroquinon untuk kosmetik hanya diperbolehkan 2%, lebih dari itu harus diperlakukan sebagai obat, dan asam retinoat yang bersifat mengelupaskan kulit hanya boleh dipakai dibawah pengawasan dokter.

2. Krim pemutih menggunakan campuran bahan kimia dan atau bahan lainnya dengan khasiat bisa memucatkan noda hitam (coklat) pada kulit. Tujuan penggunaannya dalam jangka waktu lama agar dapat menghilangkan atau mengurangi hiperpigmentasi pada kulit. Tetapi penggunaan yang terus menerus justru akan menimbulkan pigmentasi dengan efek permanen.

3. Pemutih instant, umumnya bisa menimbulkan efek rebound yaitu bisa memberikan respon berlawanan saat pemakaian dihentikan. Mulanya memang menggiurkan, hanya dalam beberapa minggu tampak terlihat perubahan seperti kulit menjadi kenyal, mulus, kerutan hilang, dan lebih putih. Tetapi begitu dihentikan kulit menjadi gelap atau timbul flek-flek bahkan merah seperti udang rebus. Pemakaian hidroquinon yang berlebihan akan menimbulkan iritasi kulit langsung dan jika dihentikan kulit akan menjadi seperti semula bahkan lebih buruk.

4. Lebih parah lagi mercuri yang sudah dilarang untuk digunakan untuk krim pemutih, memang menjadikan kulit tampak putih mulus tetapi lama kelamaan akan mengendap di bawah kulit. Setelah bertahun-tahun kulit akan biru kehitaman bahkan memicu timbulnya kanker.

5. Berdasarkan informasi para ahli, semenjak maraknya produk krim pemutih di pasaran, jumlah penderita dermatitis kontak yang berobat ke pelayanan kesehatan bertambah. Penyebabnya adalah alergi yang ditimbulkan zat – zat kimia dari krim pemutih. Pengobatan semakin sulit ketika zat kimia penyebabnya tidak diketahui karena produknya tidak terdaftar atau illegal, akibt pelabelan yang tidak jelas.

6. Banyak produk krim pemutih yang melanggar peraturan baik dari segi iklan maupun komposisinya, seperti menjanjikan efek instant dengan harga relatif murah. Konsumen mudah percaya bila penjual yang merangkap pemakai merayu dengan menunjukkan kulit muka yang kenyal, mulus, kerutan hilang, dan tampak putih. Hasil yang menakjubkan membuat konsumen lupa bertanya tentang efek samping dan cara pakai yang benar serta isi sebenarnya dari krim pemutih tersebut.

7. Memilih kosmetik merupakan hak konsumen, Karena itu iklan atau promosi bagi produsen menjadi sangat penting. Konsumen tidak mengetahui bahwa kosmetik tidak boleh berkhsiat atau mempengaruhi metabolisme tubuh seperti obat. Belum lagi cara pakai yang salah, seperti wanita dengan wajah mengkilat memakai produk pemutih berjalan di siang hari padahal seharusnya tidak boleh terkena sinar matahari

Sunday, January 2, 2011

Bahaya Menghirup Bau Cat

0 comments

Salah satu risiko yang dihadapi saat mengecat rumah atau rumah baru selesai dicat adalah pusing dan sesak napas karena menghirup bau thinner yang menyengat. Apa akibatnya bagi si penghuni rumah?

Sebenarnya untuk menguranginya bisa dengan menjaga ventilasi ruangan dengan menyalakan kipas angin. Tapi ini pun kadang tidak mempan. Paling bagus jika ruangan yang baru dicat jangan langsung ditempati dulu.

Pada umumnya cat terdiri dari sejumlah komponen seperti pelarut, pelekat, pewarna dan bahan tambahan lainnya. Bau menyengat pada cat tembok lebih banyak bersumber dari pelarut, yang biasanya berbasis minyak (oil-based).

Cat tembok yang menggunakan pelarut berbasis minyak mengandung banyak volatile organic compound (VOC) yang mudah menguap. Jika terhirup, dampaknya bagi kesehatan bisa bervariasi sesuai dengan daya tahan tubuh masing-masing individu.  Sesaat setelah terhirup, dampak yang paling sering dirasakan adalah pusing, sesak napas serta mata perih. Sementara jika terhirup terus menerus, dalam jangka panjang dampaknya bisa lebih parah yakni kanker dan kerusakan syaraf pada otak. Dampak buruk juga bisa dialami oleh ibu hamil. Beberapa jenis pelarut seperti glycol ether memiliki kandungan VOC cukup tinggi dan dikabarkan bisa menyebabkan keguguran jika terhirup dalam jumlah banyak.

Oleh karena itu, ibu hamil sebaiknya tidak ditempatkan pada ruangan yang baru dicat kurang dari 2×24 jam. Kalaupun terpaksa, dianjurkan untuk menggunakan masker penutup wajah. Masker wajah tidak hanya efektif untuk mengurangi jumlah uap yang terhirup. Debu yang berasal dari sisa pengampelasan juga bisa ditangkal dengan masker, agar tidak masuk ke saluran napas dan menyebabkan sesak napas. Sedangkan untuk mengurangi uap VOC, cara paling mudah adalah memastikan ventilasi atau peredaran udara selalu terjaga dengan baik. Kipas angin yang dinyalakan ke arah luar bisa membantu mengeluarkan uap dari dalam ruangan, sekaligus mempercepat pengeringan cat.

Beberapa tips yang bisa diterapkan saat mengecat rumah antara lain sebagai berikut:
Segera keluar ruangan untuk mencari udara segar jika mengalami sesak napas, pusing atau mata perih
Jika mata perih karena uap cat, segera cuci dengan air bersih
Periksakan ke dokter jika mata terpercik oleh cat atau pelarut
Gunakan pelindung mata jika perlu
Lindungi kulit sensitif dengan menggunakan sarung tangan karet
Lakukan pengampelasan saat tembok dalam kondisi basah untuk mengurangi debu.

Monday, December 27, 2010

Bahaya Overdosis Vitamin C

0 comments

Vitamin C (asam askorbat) merupakan nutrisi penting untuk tubuh. Banyak sekali sumber vitamin C yang bisa diperoleh dari berbagai buah dan sayur. Namun, apakah efek samping kelebihan vitamin C, berbahayakah untuk tubuh?

Seperti dikutip dari MayoClinic.com, vitamin C adalah vitamin yang larut air bermanfaat untuk pertumbuhan normal dan pengembangan tubuh. Vitamin C juga membantu tubuh menyerap zat besi. Sebab, tubuh tidak memproduksi atau menyimpan vitamin C. Maka itu, penting mengonsumsi sumber makanan bervitamin C.

Bagi kebanyakan orang, segelas kecil jus jeruk ditambah dengan stroberi dan brokoli sudah cukup memenuhi asupan vitamin C harian. Untuk orang dewasa, batas aman dosis yang direkomendasikan untuk konsumsi vitamin C adalah 2.000 miligram (mg) per hari.

Jika vitamin C alami yang didapat melalui makanan dikonsumsi terlalu banyak, efeknya tidak akan membahayakan tubuh. Bila kelebihan, vitamin C akan luruh dengan sendirinya dan keluar dari tubuh melalui urin.

Namun, jika asupan vitamin C diperoleh dari suplemen vitamin C, terutama yang berdosis tinggi, bisa membahayakan tubuh. Efek yang mungkin Anda derita di antaranya:
  • Diare
  • Mual
  • Muntah
  • Mulas
  • Perut kram
  • Sakit kepala
  • Insomnia
  • Batu ginjal
Bila Anda mengalami keluhan ini, sebaiknya atur dosis suplemen vitamin C yang dikonsumsi. Dan, usahakan untuk perbanyak minum air putih. Baca Bahaya Vitamin C Dosis Tinggi Disini

Sunday, December 26, 2010

Bahaya Tempe Bagi Penderita Kanker

0 comments

Tahu dan tempe yang berbahan dasar kedelai dikenal sebagai makanan murah dan mengandung banyak gizi. Konsumsi tahu dan tempe penting bagi wanita untuk memperlambat penuaan, terutama bagi wanita yang akan mengalami masa-masa menopause. 

Akan tetapi, bagi penderita kanker payudara tertentu, konsumsi tahu tempe ini harus dikurangi karena bisa memicu pertumbuhan sel semakin cepat.

Hal ini disebabkan okandungan Phytoestrogen yang ada pada tahu dan tempe, yakni senyawa kimia hormon tumbuhan (phyto artinya tumbuhan), yang memliki struktur kimia menyerupai hormon estrogen pada tubuh manusia. 

Karena itulah phytoestrogen dianggap bisa membantu menanggulangi masalah penurunan estrogen pada wanita. Namun, bagi penderita kanker payudara jenis tertentu, konsumsi tahu dan tempe justru bisa memicu meningkatnya jumlah hormon estrogen dalam tubuh yang justru bisa merangsang penyebaran kanker lebih cepat.

Menurut Ahli Kesehatan dan pemerhati gaya hidup lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Diponegeoro Semarang, Dr. Grace Judio Kahl, Msc, MH,CHt dalam sebuah acara talkshow, meski tidak semua kanker payudara, namun ada jenis kanker payudara tertentu yang pertumbuhan sel kanker-nya justru dipengaruhi oleh estrogen. Untuk itu, bagi penderita kanker payudara disarankan untuk mengurangi konsumsi makanan yang mengandung estrogen seperti tahu dan tempe, termasuk kulit ayam.

Meski tahu tempe berbahaya bagi penderita kanker payudara jenis tertentu, namun makanan yang mudah didapat dengan harga murah ini tetap memiliki manfaat. Khususnya bagi mereka yang tidak memiliki pantangan untuk mengonsumsi kedelai.

Selektif dalam memilih makanan itu penting. Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter ahli gizi untuk membantu mengatur pola makan bagi Anda yang memiliki jenis penyakit tertentu.

Thursday, August 26, 2010

Jangan Minum Teh Saat Sahur

0 comments


Bukan hanya pilihan makanan yang perlu diperhatikan saat sahur, tetapi juga minuman. Pakar kesehatan asal Swiss, Dr U Barsilus, memeringatkan agar mengurangi asupan teh saat sahur. 

Seperti dikutip dari laman Arab News, ia mengatakan bahwa teh bersifat diurektika, sehingga akan membuat orang lebih sering buang air kecil. Ini tidak menguntungkan karena garam dan mineral yang dibutuhkan tubuh saat puasa ikut terbuang, padahal selama puasa tak ada cairan yang masuk.

Tapi, bukan berarti Dr U Barsilus melarang konsumsi teh hangat saat puasa. Hanya, jangan terlalu banyak. Kepekatan teh juga hendaknya diperhatikan. Lebih baik perbanyak konsumsi air putih demi kondisi prima selama Ramadan. 

Selain teh, ia juga menyarankan bagi yang berpuasa untuk menghindari makanan berlemak, gorengan, serta makanan mengandung terlalu banyak gula. Porsi makan saat sahur juga menjadi perhatiannya. Terlalu banyak makan saat sahur sebaiknya dihindari. 

Dr U Barsilus juga menyarankan konsumsi karbohidrat kompleks saat sahur. Karbohidrat kompleks sangat membantu menjaga kebutuhan energi selama puasa, karena sifatnya lebih lambat dipecah menjadi gula darah. Menu karbohidrat ideal sahur antara lain nasi merah, oatmeal, roti gandum, ubi, jagung, atau singkong. 

Selama periode berbuka menuju sahur, perbanyak minum air putih dan jus buah. Dan, jangan lupakan sayur dan buah untuk memaksimalkan proses detoksifikasi. Sebab, puasa justru memberi kesempatan tubuh mengeluarkan racun melalui aliran darah, pori dan organ pembuangan lain.

Friday, June 18, 2010

Hati-hati Memberi Bedak Pada Bayi

2 comments

Sehabis bayi dimandikan, biasanya para ibu akan memberi bedak di tubuh si bayi. Begitupun setelah si bayi usai dibersihkan sehabis buang air, tak lupa dibedaki. Tujuannya agar kulit si kecil tak jadi kasar atau timbul lecet-lecet.

Bedak memang bisa untuk mengurangi keringat. Juga berfungsi sebagai pelicin karena kulit bayi masih sangat peka dan gampang luka akibat gesekan. Dengan bedak, gerakan-gerakannya jadi lebih smooth.

Selain itu, bedak juga memberi kesegaran dan rasa nyaman pada kulit. Apalagi bedak kadang diberi kandungan bahan-bahan aktif, seperti mentol, yang membuat badan terasa adem dan nyaman dipakai.

Kendati demikian, penggunaan bedak pada bayi tidaklah wajib karena tak memakai bedak pun sebetulnya tidak apa-apa. Ibu-ibu yang memakaikan bedak pada anaknya, biasanya karena kebiasaan, karena sejak dulunya orang tuanya juga melakukannya.

Penting diingat, kulit bayi masih sangat sensitif. Kulit bayi lebih tipis, baik epidermis maupun dermisnya, dibandingkan kulit orang dewasa. Selain itu, produksi kelenjar keringat dan minyak kulit bayi masih belum sempurna, sehingga kelembabannya harus selalu dijaga. Itu sebabnya kulit bayi sangat peka dan mudah terkena iritasi. Baik karena masuknya benda luar, maupun akibat friksi atau gesekan. Kesensitifan kulit bayi, selain disebabkan umur si bayi yang masih muda (0-1 tahun), juga dipengaruhi faktor keturunan atau bakat.

Setelah usia 5 tahun, barulah kulit si anak sempurna seperti halnya kulit orang dewasa. Itulah mengapa anak usia di atas 5 tahun meskipun masih sering ngompol tapi kulitnya tidak apa-apa. Lantaran kulitnya sudah lebih tahan terhadap “serbuan” dari luar.

Untuk para ibu yang terbiasa memberi bedak pada bayinya, dianjurkan agar berhati-hati. Jangan sembarangan menaburkan bedak. Terutama di sekitar lipatan pahanya karena bedak bisa masuk ke vagina anak. Yang paling riskan memang untuk alat kelamin wanita. Kalau alat kelamin lelaki relatif lebih aman. Karena strukturnya relatif lebih terlindungi. Berbeda dengan kelamin wanita, yang lebih terbuka, sehingga mudah terkena infeksi akibat masuknya benda-benda yang tak diinginkan. Contohnya serbuk bedak ini.

Kulit di bagian dalam saluran reproduksi wanita, termasuk vagina, sangat halus. Kulit ini disebut mukosa. Mukosa ini susunan selnya berbeda dengan kulit luar. Kalau kulit luar, dilapisi oleh epitel gepeng, sehingga relatif lebih kuat gempuran dari luar. Tapi yang mukosa, epitelnya berbentuk batang atau kubus sehingga lebih halus dan sensitif. Jadi kalau ada serbuk bedak yang masuk, akan menyebabkan iritasi.

Untuk mengetahui ada-tidak iritasi, lihatlah apakah ada tanda-tanda radang atau tidak. Tanda-tandanya ialah seperti ada tumor (bengkak), rubor (kemerahan), dolor (nyeri), dan kalor (panas). Nah, bila ada tanda-tanda tersebut berarti terdapat iritasi.

Selain karena masuknya serbuk bedak, radang di daerah vagina juga bisa disebabkan masuknya zat-zat lain. Misalnya ketumpahan susu atau kemasukan shampo kala mengeramasinya. Bahkan, tangan pembantu atau pengasuh yang tak bersih, habis memegang sesuatu lalu menceboki si bayi tanpa cuci tangan dulu, sehingga kotorannya masuk ke dalam.

Namun demikian, para ibu tak perlu terlalu khawatir karena serbuk bedak biasanya tak sampai masuk ke dalam vagina mungkin hanya di bagian mulut vagina saja, sehingga radang tersebut hanya jangka pendek saja. Juga tak menyebabkan mengkristal atau hal lainnya yang akan mengakibatkan gangguan reproduksi kala besar nanti.

Radang ini biasanya akan sembuh dengan sendirinya. Karena tubuh mengalami regenerasi. Ia akan menciptakan zat antinya sendiri, sehingga tanpa diapa-apakan pun akan sembuh dengan sendirinya. Tapi bukan berarti kita lantas ceroboh, membiarkan hal itu terus terjadi.

Dianjurkan, sebaiknya bersihkan daerah vagina dengan cairan antiseptik. Tentunya yang sudah diencerkan dengan air. Cairan ini bisa membunuh kuman-kuman yang terdapat di daerah kelamin.

Cara Tepat Memberi Bedak Pada Bayi
Ada ibu yang membedaki bayinya dengan menggunakan puff (spon bedak), tapi ada juga yang menggunakan tangan si ibu. Manapun yang dipilih, sama baiknya. Hanya saja membedaki bayi dengan menggunakan tangan si ibu mempunyai nilai lebih. Sentuhan atau usapan tangan si ibu di tubuh bayi dapat lebih mempererat hubungan batin dengan si bayi.

Bila menggunakan puff, disarankan untuk menyediakan lebih dari satu. Yang agak tebal dan tipis. Gunakan puff yang agak tebal untuk bagian pantat, sedangkan yang tipis untuk bagian wajah. Sebaiknya pilih puff dari bahan katun. Jangan lupa untuk mencucinya, minimal seminggu sekali, agar terhindar dari tumbuhnya jamur.

Saat membubuhi bedak di tangan atau puff, jangan dekat-dekat dengan wajah si bayi. Sehingga serbuknya tak bertaburan dan masuk ke jalan nafas bayi.

Jangan pula membedaki bayi saat kulitnya tengah berkeringat. Karena bedak yang bercampur keringat akan menempel di permukaan kulit sehingga saluran keringat tersumbat. Akibatnya keringat tak keluar dan terjadilah keringat buntet.

Sebaiknya kulit dibasuh dulu dengan lap basah, lalu dikeringkan dengan lap bersih. Setelah itu barulah dibubuhi bedak. Jadi fungsi bedak disini untuk menyerap keringat.

Jika tak pakai bedak, bisa digunakan baby oil. Baby oil ini fungsinya juga untuk membuat kenyamaan. Yaitu melindungi kulit agar lembut, sehingga tak terluka saat terjadi gesekan.

Monday, May 31, 2010

Bahaya Asap Rokok Bagi Perokok Pasif!

9 comments

Merokok, selain merusak diri sendiri juga mebahayakan orang lain yang ikut menghirup asap rokok. Orang yang tidak merokok (membakar dan mengisap batang rokok) dapat dikatakan juga merokok karena asap rokok yang terhirup membawa dampak buruk. Orang-orang ini disebut perokok pasif. Disamping mengisap asap sampingan (sidestream smoke) perokok pasif juga menghirup asap utama (mainstream smoke). Perokok pasif yang menghirup mainstream dan sidestream ini justru mengisap racun yang terkandung dalam asap rokok sebanyak tiga kali lipat

Menghirup asap rokok orang lain lebih berbahaya dibandingkan menghisap rokok sendiri. Bahkan bahaya yang harus ditanggung perokok pasif tiga kali lipat dari bahaya perokok aktif. Sebanyak 25 persen zat berbahaya yang terkandung dalam rokok masuk ke tubuh perokok, sedangkan 75 persennya beredar di udara bebas yang berisiko masuk ke tubuh orang di sekelilingnya.

Konsentrasi zat berbahaya di dalam tubuh perokok pasif lebih besar karena racun yang terhisap melalui asap rokok perokok aktif tidak terfilter. Sedangkan racun rokok dalam tubuh perokok aktif terfilter melalui ujung rokok yang dihisap. Namun konsentrasi racun perokok aktif bisa meningkat jika perokok aktif kembali menghirup asap rokok yang ia hembuskan.

Racun rokok terbesar dihasilkan oleh asap yang mengepul dari ujung rokok yang sedang tak dihisap. Sebab asap yang dihasilkan berasal dari pembakaran tembakau yang tidak sempurna. Bahkan Berdasarkan penelitian medis selama 46 tahun, rokok ternyata mengandung 4000 jenis bahan kimia yang berbahaya dan bisa menimbulkan berbagai penyakit. Dalam penelitian dengan metode kohor atau meneliti kehidupan masyarakat yang merokok dan tidak merokok secara langsung sejak tahun 1958 hingga kini, diketahui kebiasaan rokok dapat menimbulkan puluhan jenis penyakit dan membahayakan masyarakat.

Berikut ini adalah sedikit contoh dari ribuan zat berbahaya yang terkandung di sebuah batang rokok:
  1. Acrolein: zat berbentuk cair tidak berwarna diperoleh dengan mengambil cairan dari glyceril atau dengan mengeringkannya. Pada dasarnya zat ini mengandung alkohol yang pasti sangat mengganggu kesehatan.
  2. Karbon Monoksida: gas yang tidak berbau. Zat ini dihasilkan dari pembakaran yang tidak sempurna dari unsur zat karbon. Jika karbon monoxida ini masuk ke dalam tubuh dan dibawa oleh hemoglobin ke dalam otot-otot tubuh. Satu molekul hemoglobin dapat membawa empat molekul oksigen. Apabila didalam hemoglobin itu terdapat karbon monoxida, berakibat seseorang akan kekurangan oksigen.
  3. Nikotin: cairan berminyak tidak berwarna. Zat ini bisa menghambat rasa lapar. Jadi menyebabkan seseorang merasa tidak lapar karena mengisap rokok.
  4. Ammonia: gas yang tidak berwarna, terdiri dari nitrogen dan hidrogen. Memiliki bau yang sangat tajam dan merangsang. Zat ini sangat cepat memasuki sel-sel tubuh dan kalau disuntikkan sedikit saja pada aliran darah akan membuat pingsan atau koma.
  5. Formic Acid: cairan tidak berwarna, tajam baunya, bisa bergerak bebas dan dapat membuat lepuh.
  6. Hydrogen Cyanide: gas tidak berwarna, tidak berbau dan tidak ada rasa. Zat ini paling ringan dan mudah terbakar. Cyanide mengandung racun berbahaya dan jika dimasukkan langsung ke dalam tubuh akan berakibat kematian.
  7. Nitrous Oxide: gas tidak berwarna dan jika diisap dapat menyebabkan hilangnya pertimbangan dan membuat rasa sakit. Zat ini awalnya adalah untuk zat pembius pada saat operasi.
  8. Formaldehide: gas tidak berwarna dan berbau tajam. Gas ini bersifat pengawet dan pembasmi hama.
  9. Fenol: zat ini terdiri dari campuran kristal yang dihasilkan dari distilasi zat-zat organik misalnya kayu dan arang. Phenol bisa terikat didalam protein dan menghalangi kerja enzyme.
  10. Acetol: zat ini adalah hasil dari pemanasan aldehyde dan menguap dengan alkohol.
  11. Hydrogen Sulfide: gas yang mudah terbakar dan berbau keras. Zat ini menghalangi oxidasi enxym (zat besi berisi pigmen).
  12. Pyridine: cairan tidak berwarna dan berbau tajam. Zat ini mampu mengubah alkohol sebagai pelarut dan pembunuh hama.
  13. Methyl Chloride: merupakan campuran zat-zat bervalensa satu atas mana hidrogen dan karbon sebagai unsur utama. Zat ini merupakan compound organis yang sangat beracun dan uapnya bersifat sama dengan pembius.
  14. Methanol: cairan ringan yang mudah menguap dan terbakar. Jika diminum dan diisap dapat berakibat pada kebutaan dan kematian.
  15. Tar: cairan kental berwarna coklat tua atau hitam didapatkan dengan cara distilasi kayu dan arang juga dari getah tembakau. Zat inilah yang menyebabkan kanker paru-paru.
Sedangkan data Survei Sosial Ekonomi Nasional 2004 menunjukkan, lebih dari 87 persen perokok aktif merokok di dalam rumah ketika sedang bersama anggota keluarganya. Survei ini juga menemukan 71 persen rumah tangga memiliki pengeluaran untuk merokok.

Oleh karena itu mulai sekarang, kita harus senantiasa mewaspadai bahaya sebagai perokok pasif. Semoga saja jumlah perokok di dunia semaikin menurun. sehingga planet bumi ini menjadi begitu harmony. Semoga saja.

Tuesday, May 11, 2010

Polusi Udara Tingkatkan Resiko Usus Buntu!!!

2 comments

Diduga polusi udara meningkatkan risiko umum peradangan jaringan. Udara yang sehat pastinya membawa banyak manfaat. Jangan pernah sepelekan apa yang kita hirup karena menentukan kesehatan tubuh. Sebuah riset terbaru menduga polusi udara bisa memicu risiko radang usus buntu. Jika usus buntu mengalami peradangan, harus disingkirkan dengan operasi untuk mencegah risiko bakal memburuk dan menyebabkan nyawa pasien terancam.

Sebuah tim peneliti dari University of Calgary, Calgary, Alberta, Kanada, menemukan banyak pasien (sakit usus buntu) yang dirawat di rumah sakit pada hari-hari saat polusi udara berada di level tertinggi. Studi yang dipresentasikan untuk sebuah konferensi American College of Gastroenterology pekan ini menduga polusi udara meningkatkan risiko umum peradangan jaringan.

Usus buntu adalah sebuah kantong kecil yang terhubung usus besar. Peranannya hingga kini belum jelas, tapi beberapa bukti memperkirakan organ mungil itu mungkin sebagai semacam pelabuhan bakteri menguntungkan, yang membantu pencernaan dan memerangi infeksi.

Radang usus buntu atau disebut apendicitis, yang menyebabkan usus buntu membengkak dan penuh nanah, dapat disebabkan oleh infeksi atau gangguan buang air besar, tapi dalam banyak kasus tak ada penyebab yang pasti. Lihat informasi lebih lanjut disini.

Tim periset dari Calgary mengidentifikasi lebih dari 45 ribu orang dewasa yang dirawat di rumah sakit akibat apendicitis pada 1999-2006. Mereka menemukan hampir 15 persen para pasien, lebih banyak di antaranya, harus masuk rumah sakit pada hari-hari konsentrasi ozon tertinggi dibanding pada hari-hari konsentrasi ozon lebih rendah. Temuan serupa tampak untuk polutan udara lainnya, seperti sulfur dioksida, nitrogen dioksida, dan bahan-bahan partikuler, meskipun efeknya tampak belum kentara. Efek polusi udara berada paling kuat selama bulan-bulan musim panas, saat orang-orang lebih suka berada di luar rumah atau udara terbuka.

Studi-studi sebelumnya telah menunjukkan bahwa polusi udara mungkin menyulut penyakit lainnya lewat peradangan dan para periset menyatakan hal itulah yang agaknya sebagai penjelasan atas temuan mereka. Pemimpin tim riset Calgary, Dr Gilaad Kaplan, Senin lalu mengatakan, "Jika hubungan antara polusi udara dan radang usus buntu terkonfirmasi, peningkatan kualitas udara dapat mencegah kejadian apendicitis pada sejumlah individu."

Dr Anton Emmanuel, direktur medis sebuah lembaga bantuan gangguan pencernaan, Core, menyatakan ada kemungkinan polusi udara punya dampak terhadap aliran darah, yang dalam teori agaknya bisa membuat gangguan pada leher usus buntu. Bagaimanapun, dia menyatakan dampak apa pun lebih besar bila terjadi pada jangka lebih panjang. Polusi udara yang berkepanjangan bisa menyebabkan dehidrasi, yang mungkin meningkatkan risiko kerusakan organ usus buntu. Lebih jauh, Dr Emmanuel menyebut hal itu juga memungkinkan adanya hubungan yang nyata antara radang usus buntu dan polusi udara--keduanya fenomena lumrah--boleh jadi tak kentara (palsu).


Namun, Dr. F. Paul Buckley III, seorang asisten profesor bedah di Texas A&M Health Science Center College of Medicine, masih meragukan hubungan antara polusi udara yang terjadi dengan peningkatan penyakit usus buntu. Menurutnya tidak ada seorang pun yang tahu mengapa usus buntu atau pembengkakan dan infeksi usus buntu bisa terjadi.

Sebuah teori yang berlaku adalah usus buntu terjadi ketika sebuah kantung berbentuk seperti organ yang melekat pada usus besar tertutup. Secara spesifik beberapa ahli percaya bahwa asupan serat yang kurang mengakibatkan terhalangnya saluran usus buntu oleh kotoran (tinja) dalam tubuh.

Tapi menurut Kaplan, faktor yang memicu dugaan polusi udara bisa mengakibatkan usus buntu adalah banyaknya orang yang datang ke rumah sakit dengan keluhan radang usus buntu saat konsentrasi polusi udara sedang tinggi, khususnya kadar ozon dan nitrogen dioksidanya. Hasil lain yang ditemukan adalah laki-laki lebih banyak mengalami usus buntu saat udara kotor dibandingkan dengan perempuan, namun para peneliti belum dapat mengetahui apa penyebabnya.

Untuk bisa lebih memastikannya perlu penelitian lebih lanjut dan mendalam untuk mengetahui kesimpulan tersebut benar atau tidak. Tapi sebaiknya masyarakat harus tetap mengendalikan polusi udara agar tidak bertambah parah, karena ini bisa melindungi seseorang dari penyakit pernafasan dan jantung yang diakibatkan oleh zat-zat beracun tersebut.

Wednesday, April 28, 2010

Kebiasaan Buruk Begadang Picu Kanker Prostat dan Payudara

0 comments

Bagi Anda yang sering begadang, mungkin mulai sekarang Anda harus mengurangi kebiasaan Anda tersebut. Bila Anda tidak mengindahkannya, bersiaplah terkena kanker prostat.

Badan kesehatan dunia WHO baru saja mengeluarkan surat rekomendasi kepada negara anggota PBB untuk menilik kembali peraturan shift malam warganya.

Sebuah riset yang berlangsung dari 1987 oleh ahli kanker Steve Richards menunjukkan korelasi antara kerja malam dan kemungkinan menderita kanker, terutama kanker prostat dan payudara.

Orang-orang yang bekerja di malam hari hingga subuh atau pagi hari ternyata memiliki ketidakseimbangan hormon yang akhirnya mempengaruhi sistem kekebalan tubuh khususnya pada perkembangan sel-sel rusak yang seharusnya dihancurkan oleh sel-sel imun.

Pada tubuh normal, yakni waktu kerja pagi-sore, siklus metabolisme tubuh akan meningkat di pagi hari dan mulai menurun hingga malam hari. Saat seseorang memaksakan untuk terjaga di malam hari, tubuh akan memompa darah sebanyak mungkin dan mendorong sistem imun untuk meningkatkan sel-sel kekebalan tubuh seperti sel T dan CD4. 

Bila "pemaksaan" ini dilakukan satu-dua kali, tubuh masih dapat memberikan toleransi, tetapi saat menjadi kebiasaan, siklus tubuh yang diatur oleh jam biologis otak (circadian time clock) akan berubah dari default (pagi-sore) menjadi sore-pagi. 

Ini membuat kekebalan tubuh menurun di pagi hari dimana bibit penyakit dan bahan-bahan karsinogenik bertebaran di udara akibat perubahan suhu dan angin. Hasil riset ini dipublikasikan dalam The Lancet Oncology.

Blog Award

 

FaiK Share. Copyright 2008 All Rights Reserved Revolution of FaiK theme by FaiK MuLaCheLLa | Distributed by Blogger Templates Blog Corp