Sunday, June 19, 2011

Book "Berbisnis Dengan Osama"

0 comments

Melonjaknya harga kebutuhan pokok baru-baru ini menunjukkan bahwa kita semua rentan terhadap risiko global. Dunia kita memang penuh dengan risiko: terorisme, perubahan iklim, bencana alam, wabah penyakit, keterbatasan cadangan minyak, jaringan kriminal, dan masih banyak lagi. Bagaimana kita bisa bertahan dan sukses dalam situasi seperti ini?

Melalui buku ini, Sean Cleary dan Thierry Malleret akan memberi Anda perangkat analisis yang penting untuk menghadapi tantangan baru ini. Di sini Anda juga akan mendapatkan serangkaian wawasan segar untuk sukses dalam dunia yang semakin mengglobal, antara lain:
  • Menentukan dan menilai resiko
  • Manajemen reisiko
  • Mengurangi resiko
  • Mengomunikasikan resiko, dan
  • Kiat-kiat untuk sukses mengelola resiko

Tak pelak lagi, keterampilan mengelola risiko sangat vital bagi seorang pebisnis. Kesuksesan yang besar umumnya berada di balik risiko yang besar pula.

Dengan mempelajari buku Berbisnis Dengan Osama - Mengubah Risiko Global, Menjadi Peluang Sukses ini, Anda dapat memperoleh keterampilan itu, mengubah risiko global menjadi pelung, dan optimisme menyongsong masa depan. Seperti yang dikatakan oleh Winston Churchill: rang yang pesimistis melihat bahaya dalam setiap peluang, sedangkan orang yang optimistis melihat peluang dalam setiap bahaya.


Tuesday, May 17, 2011

Book "Strategi Mengelola Karier dan Bisnis"

0 comments

Mengapa begitu banyak orang yang telah bekerja belasan bahkan puluhan tahun tidak mendapatkan buah dalam hal peningkatan karier dan penghasilan yang berarti, sedangkan beberapa orang lainnya dapat mencapai sukses karier dalam waktu yang relatif cepat?

Mengapa banyak bisnis yang tidak mampu laba dan tidak mampu tumbuh bahkan ada yang bangkrut, sedangkan bebrapa pengusaha lainnya mencapai sukses sekalipun dalam kondisi krisis multidimensional?

DR. Johanes Lim, CPC., berlandaskan pengalaman dan hasil risetnya terhadap banyak pemain bisnis (karyawan/pengusaha), bersama dengan 11 orang praktisi bisnis Indonesia yang andal, telah menemukan strategi sukses untuk mengelola karier dan bisnis ala Indonesia, yakni sesuai dengan kondisi Indonesia, sehingga mudah dan praktis untuk diterapkan oleh orang-orang Indonesia yang ingin sukses.

Jika Anda memang seorang kandidat sukses yang ingin mengelola karier atau bisnis dengan lebih ecpat dan lebih membanggakan dari kebanyakan orang, milikilah buku ini. Bacalah dan terapkan! Anda akan sukses!


Wednesday, May 11, 2011

Book "Rahasia Bisnis Orang Jepang"

0 comments

Langkah Raksasa Sang Nippon Menguasai Dunia Setelah bom atom Amerika menghunjam jantung kota Jepang tahun 1945, semua pakar ekomomi saat itu memastikan Jepang akan segera mengalami kebangkrutan. Namun, dalam kurun waktu kurang dari 20 tahun, Jepang ternyata mampu bangkit dan bahkan menyaingi ekonomi negara yang menyerangnya. Terbukti, pendapatan tahunan negara Jepang bersaing ketat di belakang Amerika Serikat. Apalagi di bidang teknologi, Jepang menjelma menjadi raksasa di atas negara-negara besar dan berkuasa lainnya. Dengan segala kekurangan secara fisik, tidak fasih berbahasa Inggris, kekurangan sumber tenaga kerja dan selalu terancam bencana alam rupanya tidak menghalangi mereka menjadi bangsa yang dihormati dunia. 

Ann Wan Seng menyingkap gaya hidup, gaya bekerja, semangat kerja pasukan dan prinsip orang Jepang yang membuahkan hasil mengagumkan di perekonomian negaranya. Buku dengan judul Rahasia Bisnis Orang Jepang ini tak hanya memberi Anda teknik dan rahasia orang Jepang tetapi juga inspirasi agar Anda mau berubah. Ann Wan Seng adalah seorang pengusaha sukses dan kolumnis ternama di Malaysia. Ia juga penulis buku bestseller Rahasia Bisnis Orang Cina.


Sunday, May 1, 2011

Book "Agar Menjual Bisa Gampang"

0 comments

"Agar Menjual Bisa Gampang oleh Andrias Harefa
Buku Agar Menjual Bisa Gampang ini ditulis oleh Andrias Harefa untuk dibaca oleh semua orang. Sasaran pembacanya sangat fokus, yakni: pertama, untuk pada penjual yang lebih sering gagal ketimbang berhasil; kedua, untuk para penjual yang lebih sering berhasil ketimbang gagal; ketiga, untuk mereka yang sedang dalam proses magang sebagai penjual.

Keempat, untuk mereka yang bertugas melatih para penjual; kelima, untuk mereka yang bertugas memimpin tim penjualan; keenam, untuk mereka yang sering merasa tertekan [distress] saat menjual; ketujuh, untuk mereka yang suka atau tidak suka harus menjual.

Dengan gaya penulisan yang sangat komunikatif, plus percakapan inspiratif untuk menggali potensi diri di awal tiap bab, penulis ingin membangkitkan motivasi dan mengambangkan keterampilan Anda sebagai [calon] penjual. Tahap demi tahap Anda akan dituntun untuk mempelajari berbagai hal dan keterampilan yang Anda butuhkan untuk bisnis ini -yang kerap kali tidak Anda dapatkan di bangku sekolah atau kuliah.

Hebatnya lagi, Anda tidak hanya belajar soal keterampilan untuk meningkatkan performa Anda dalam bidang penjualan, tetapi juga bagaimana Anda menyikapi kegagalan dan menjadikannya jalan menuju sukses yang lebih besar.


Sunday, April 24, 2011

Book "Mega Selling - Rahasia Seorang Penjual Ulung"

0 comments

Mega Selling - Rahasia Seorang Penjual Ulung David CowperKetika David Cowper, sang penulis buku ini memulai karirnya di bidang asuransi, ia sendirian di sebuah negara baru, tanpa kenalan, dan hanya berbekal 40 dolar di saku. Tiga bulan setelah memasuki bisnis ini, ia masih belum bisa menjual sebuah polis pun. Namun ia tetap mencoba bertahan, hingga akhirnya berhasil membuat penjualan bernilai jutaan dolar secara rutin dan menjadi salah satu wiraniaga asuransi top di dunia.

Bukan hanya sekedar cerita sukses, Mega Selling adalah pengungkapan tangan pertama strategi-strategi yang dikembangkan oleh David untuk mepenestrasi pasar baru dan menutup penjualan multi-juta dolar. Dengan buku ini, setiap wiraniaga dapat belajar dari yang terbaik dan meraih penjualan tertinggi.

Berikut beberapa testimoni tentang Buku Mega-Selling:
“Buku ini menawarkan segalanya untuk: pemula yang hendak merintis jalannya ke kesuksesan; veteran berpengalaman berumur di atas 50 tahun yang ingin mengetahui di mana dia seharusnya telah berada. Tidak ada kata-kata yang tepat untuk menggambarkan betapa bermanfaatnya buku ini”. Nicholas Wise, Presiden, NILA Financial & Insurance Services Inc., Top Of the Table Qualifier selama 20 tahun.

“Saya ingin mengucapkan selamat kepada Anda atas terbitnya buku yang betul-betul luar biasa. Saya telah membaca Mega-Selling tiga kali, dari sampul depan hingga sampul belakang, dan terus menemukan ide-ide baru setiap kali membacanya. Buku Anda telah mengilhami dan memotivasi saya. Seni menulis Anda sama fasihnya dengan kefasihan Anda berbicara di depan publik. Kini saya menunggu sekuel dari… Mega- Selling” Peter Lantos, Peter Lantos & Associates


Saturday, April 9, 2011

Book "The Wall Street Diet"

0 comments

Bisnis-bisnis yang saat ini berusaha tetap langsing dan sehat pastinya menghadapi tantangan yang sama seperti halnya orang-orang yang mengikuti program diet. Metafora ini menggambarkan pendekatan yang lengkap dan terintegrasi yang harus dilakukan para pelaku bisnis untuk mewujudkan perusahaan yang langsing namun tetap sehat. Dengan konsep-konsep yang telah teruji, para penulis mengemukakan bahwa perubahan budaya bisnis akan mampu memicu peningkatan pendapatan, perkembangan perusahaan, dan akan menjadi nilai terbesar bagi semua stakeholder dalam jangka panjang.

Buku ini memaparkan program fitnes paling lengkap mulai dari mengembangkan manajemen rantai suplai, meningkatkan kualitas konsep-konsep, outsource yang selektif, dan fokus pada jaringan atas hingga terbawah. Tidak hanya itu, para penulis juga menyediakan checklist manajemen yang justru menjadi kunci sempurna dan signifikan konsep Wall Street Diet terhadap keuntungan bisnis.

Konsep-konsep yang telah teruji ini dikemukakan secara detail dan jelas setiap usaha yang melibatkan perubahan budaya bisnis sehingga mampu memicu peningkatan pendapatan, perkembangan perusahaan, dan bernilai tinggi bagi semua stakeholder untuk jangka panjang.


Thursday, March 31, 2011

Book "Misteri Penurunan Angka Kemiskinan"

0 comments

Berdasarkan data BPS, jumlah penduduk miskin turun sebanyak 2,57 juta, dari 35,10 juta pada Maret 2005 menjadi 32,53 juta pada Maret tahun 2009. Sedangkan angka kemiskinan, turun dari 15,97 persen menjadi 14,15 persen. Penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata‐rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan (GK). Selain dibedakan atas dasar perdesaan dan perkotaan, dalam prakteknya, penghitungan GK dibedakan pula untuk masing‐masing propinsi. GK nasional sebesar Rp.200.262 per kapita per bulan pada Maret 2009 adalah bersifat indikatif, bukan untuk menjadi ukuran praktis seseorang tergolong miskin atau tidak. Penentuannya adalah dengan angka GK pada provinsi dan wilayah perdesaan atau perkotaan di mana penduduk bersangkutan berdomisili.

Selama periode Maret 2008‐Maret 2009, GK naik sebesar 9,65 persen. Kecenderungan GK untuk naik secara signifikan juga terjadi pada tahun‐tahun sebelumnya, Sebagaimana yang dikatakan BPS, salah satu penyebab utama dari perubahannya adalah kenaikan harga‐harga (inflasi).

Perubahan GK setiap tahunnya terlihat lebih tinggi daripada angka inflasi umum. Mengingat perhitungan GK oleh BPS adalah berasal dari data SUSENAS, maka bisa dikatakan bahwa kenaikan harga‐harga yang dialami (dikonsumsi) oleh penduduk miskin adalah lebih tinggi daripada yang dirasakan secara rata‐rata oleh seluruh penduduk. Akan tetapi, perbedaan besaran antara keduanya belum memperlihatkan pola tertentu.

Perkembangan PDB per kapita, nominal PDB dibagi dengan jumlah penduduk, selalu mengalami pertumbuhan dengan persentase yang cukup tinggi. Hal ini kerap dianggap mencerminkan perbaikan tingkat pendapatan masyarakat dalam suatu negara. Jika pertumbuhan PDB per kapita cukup tinggi dan jauh melampaui kenaikan garis kemiskinan, maka bisa diharapkan jumlah penduduk miskin akan berkurang secara amat signifikan. Peningkatan pendapatan rata‐rata penduduk semestinya tercermin pula dalam kenaikan rata‐rata pengeluarannya, sehingga mereka tidak tergolong penduduk miskin. Namun, data tahun 2005‐2009 tidak mendukung sepenuhnya atas penalaran semacam ini.

Penjelasannya mungkin harus diteliti lebih jauh pada soal ketimpangan pendapatan antar penduduk. Sekalipun terjadi pemerataan pengeluaran diantara kaum miskin (turunnya indeks keparahan), namun tidak bisa dipastikan ketimpangan pendapatan dengan penduduk yang kaya.

Berbagai wacana ilmiah mutakhir, termasuk penelitian kemiskinan oleh Bank Dunia, selalu merekomendasikan perlunya pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi di Indonesia agar masalah kemiskinan bisa teratasi. Akan tetapi untuk periode 2005‐2009, pola hubungan pertumbuhan ekonomi dengan pengurangan jumlah penduduk miskin tampaknya juga tidak kuat. Bagaimanapun, jumlah penduduk miskin dan angka kemiskinan berhasil diturunkan selama era Pemerintahan SBY‐JK. Kelompok penduduk termiskin secara umum mengalami perbaikan, diindikasikan oleh semakin mendekatnya mereka dengan garis kemiskinan. Sejalan dengan itu, ketimpangan antar penduduk miskin juga berkurang atau membaik. Selain karena relatif terkendalinya inflasi, diperkirakan berbagai kebijakan anti kemiskinan memang memperlihatkan hasil yang cukup memadai.

Permasalahan yang masih menonjol adalah masih rentannya mereka yang tergolong tidak miskin untuk kembali jatuh miskin, jika ada goncangan ekonomi dan atau melemahnya kemampuan Pemerintah untuk menjalankan kebijakan populis anti kemiskinan semisal BLT dan PNPM. Begitu pula dengan mereka yang masih miskin bisa dengan mudah menjadi lebih miskin atau semakin menjauh dari garis kemiskinan.

Selain mempertahankan dan memperbaiki kebijakan kemiskinan yang ada, fokus kebijakan berikut menurut BRIGHT adalah meningkatkan kualitas pertumbuhan ekonomi. Yang perlu segera didorong adalah sektor‐sektor yang terkait langsung dengan kebanyakan pendudukan miskin dan nyaris miskin, semisal pertanian rakyat dan industri kecil. Pada akhirnya, kemampuan berproduksi dan memperoleh pendapatan secara berkesinambungan akan lebih bisa diandalkan daripada program Pemerintah yang bersifat charity semata.

Lalu bagaimana sebenarnya konndisi kemiskinan Indonesia?? Simak dalam buku "Misteri Penurunan Angka Kemiskinan" ini hasil analisis dari Awalil Rizky dan Nasyith Majidi


Thursday, March 24, 2011

Book "Ancaman Utang Pemerintah"

0 comments

Dampak krisis global terhadap perekonomian Indonesia yang telah diakui secara resmi oleh Pemerintah adalah meningkatnya rencana defisit APBN 2009 secara cukup dramatis, dari Rp51,3 triliun menjadi Rp139,5 trliun. Posisi utang pemerintah dipastikan akan meningkat, karena sebagian besar sumber pembiayaan adalah dari utang. Padahal, stok utang Pemerintah jika dilihat dalam denominasi rupiah sudah bertambah amat signifikan selama tahun 2008, terutama karena depresiasi rupiah. Dari Rp1.387 trilun pada akhir 2007 menjadi Rp1.623 triliun pada akhir 2008. 

Fakta mutakhir ini berbeda dengan semangat pidato kenegaraan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam mengantarkan Nota Keuangan dan RAPBN 2009 pada tanggal 15 Agustus 2008, yang masih mengatakan : ”Dengan demikian, suatu saat nanti kita dapat bangga menyampaikan pada generasi penerus, anak cucu kita, bahwa kita mewariskan Negara dengan kekayaan yang makin meningkat, kemakmuran yang merata, dan utang yang makin kecil atau bahkan tidak ada.” 

Pada bagian lain pidato dikatakan : ” Dengan kebutuhan pembiayaan, baik yang berasal dari dalam negeri maupun pembiayaan luar negeri sebagaimana saya kemukakan tadi, maka rasio utang pemerintah terhadap PDB dalam tahun 2009 diperkirakan akan menurun dari sekitar 54 persen pada tahun 2004, menjadi sekitar 30 persen. Tingkat rasio utang ini, membuktikan tekad yang kita canangkan bahwa Indonesia harus bisa dibangun dengan semaksimal mungkin menggunakan sumber daya kita sendiri.”

 Presiden kemudian mengutip angka RAPBN yang bersifat teknis, yaitu: “Defisit anggaran sebesar Rp 99,6 triliun (1,9 persen PDB) dalam RAPBN tahun 2009, direncanakan dibiayai dari sumber‐sumber pembiayaan dalam negeri sekitar Rp 110,7 triliun, dan pembiayaan luar negeri neto minus Rp 11,1 triliun. Dengan demikian pembayaran cicilan pokok utang luar negeri yang kita lakukan, lebih besar dari pada jumlah utang luar negeri baru. Hal ini sesuai dengan tujuan untuk terus mengurangi porsi utang luar negeri dalam pembiayaan defisit kita.” Hanya dalam dua bulan, sikap Pemerintah tersebut ingin direvisi. Usulan perubahan Anggaran pada 13 oktober 2008 lalu mengajukan pembiayaan luar negeri (neto) sebesar positif Rp 9,2 triliun. Usul Pembiayaan luar negeri dengan angka positif, yang berarti penarikan lebih besar dari pembayaran cicilan pokok, adalah untuk pertamakalinya dalam beberapa tahun terakhir. Namun, setelah melalui pembahasan alot di DPR dan perhitungan ulang atas berbagai item pembiayaan, APBN yang ditetapkan masih mencantumkan pembiayaan luar negeri (neto) negatif. 

Usulan Pemerintah melalui dokumen perubahan pada Februari 2009 kembali membuka peluang pembiayaan luar negeri (neto) yang positif. Caranya lebih halus dan diplomatis, yakni dengan mencantumkan pos ’tambahan utang’ sebesar Rp44,5 triliun. Pemerintah mengakui kemungkinan tidak optimalnya pasar keuangan melalui penerbitan surat berharga negara (SBN) sebagai sumber dana. Sehingga dikatakan secara terus terang bahwa : ”Untuk mengantisipasi hal tersebut, Pemerintah telah melakukan pembicaraan secara intensif dengan kreditur konvensional dari lembaga multilateral dan/atau negara‐negara pemberi pinjaman bilateral untuk memberikan dukungan (back up) berupa pemberian pinjaman siaga dalam hal penerbitan SBN tidak dapat dilakukan secara optimal.”

Lalu bagaimana perkembangan utang Pemerintah dan bagaimana pengaruhnya bagi ekonomi Indonesia?? Simak dalam buku "Ancaman Utang Pemerintah" ini hasil analisis dari Awalil Rizky dan Nasyith Majidi


Monday, March 21, 2011

Book "Bank Bersubsidi yang Membebani"

0 comments

Buku Bank Bersubsidi yang Membebani ini pada dasarnya ditujukan kepada para pengambil kebijakan ekonomi Indonesia, terutama yang terkait dengan perbankan. Secara lebih umum, sebagai masukan dalam proses pengambilan kebijakan tersebut. Ini berarti mencakup siapa saja yang memiliki kepedulian. Setiap warga negara Indonesia memiliki hak untuk ikut menentukan arah pengelolaan negara ini. Apalagi bagi mereka yang bisa secara langsung mempengaruhi secara berarti, di lingukungan eksekutif maupun legislatif, di pusat dan di daerah. Masalah perbankan tidak bisa diserahkan begitu saja sepenuhnya kepada jajaran pengambil keputusan di Bank Indonesia. Setidaknya, ada proses kontrol yang baik disertai transparansi setiap argumentasi dasar atas kebijakan pokok yang diambil BI. 

Buku karangan Awalil Rizky dan Nasyith Majidi ini memiliki pesan sederhana, pengelolaan perbankan seharusnya dikelola bukan demi keuntungan para rentenir (rent seeker), yang telah terlampau banyak mendapat subsidi. Melainkan dikelola untuk kepentingan bangsa Indonesia, yang berarti diarahkan bagi peningkatan sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.


Friday, March 18, 2011

Book "Dibalik Surplus Bank Indonesia"

0 comments

Laporan Keuangan Bank Indonesia selama enam tahun (2003‐2008) memperoleh Pendapat “Wajar Tanpa Pengecualian” dari BPK. Selama kurun itu, diperoleh surplus sebanyak lima kali, yaitu: Rp1.479 miliar (2003), Rp675 miliar (2004), Rp16.159 miliar (2005), Rp31.009 miliar(2006), Rp17.249 miliar (2008). Dan defisit sebesar Rp1.479 miliar pada tahun 2007.

Sebagian surplus tahun 2003 dan 2006 disumbang oleh penerimaan luar biasa berkenaan dengan tagihan kepada Pemerintah. Tagihan itu sendiri terjadi terutama akibat krisis perbankan dan upaya pemulihannya, termasuk BLBI. Jika tidak diperhitungkan maka dialami defisit pada kedua tahun tersebut.

Pos penerimaan bersesuaian dengan tugas BI, yaitu: Pengelolaan Moneter, Pengelolaan Sistem Pembayaran, Pengawasan Perbankan, ditambah dengan pos lainnya. Diluar pos penerimaan luar biasa, porsi penerimaan pengelolaan moneter selalu amat dominan, mencapai Rp 44,73 triliun atau 98,68 persen dari penerimaan total pada tahun 2008.

Penerimaan pengelolaan moneter diperoleh dari pengelolaan devisa, kegiatan pasar uang, serta pemberian kredit dan pembiayaan. Porsi pengelolaan devisa selalu menjadi yang terbesar, tahun 2008 mencapai Rp40,20 triliun, yang terdiri atas: bunga sektor valas Rp20,68 triliun; provisi sektor valas Rp1,86 triliun; dan penerimaan valas lainnya Rp19,52 triliun.

Penerimaan pengelolaan devisa mengalami peningkatan signifikan jika kurs rupiah semakin fluktuatif, baik menguat ataupun melemah. Dengan catatan, frekuensi dan nilai transaksi devisa berlangsung secara normal, apalagi jika meningkat. Secara lebih khusus, dampaknya dicerminkan oleh penerimaan selisih kurs sebagaimana terlihat pada tahun 2008 dan 2005.

Sementara itu, penerimaan dari pengelolaan sistem pembayaran hanya sebesar Rp168,97 miliar, berasal dari jasa penyelenggaraan kliring dan jasa pengelolaan rekening. Sedangkan penerimaan pengawasan perbankan hanya sebesar Rp180,54 miliar. Kedua kelompok penerimaan tersebut bahkan lebih kecil pada tahun‐ tahun sebelumnya.

Dalam melaksanakan tugasnya, BI membayar pengeluaran yang dicatat sebagai beban. Beban operasi pasar terbuka mencapai Rp20,84 triliun atau 74,20 persen dari total beban pada tahun 2008. Termasuk di dalamnya adalah beban diskonto SBI dan FASBI sebesar Rp19,93 triliun. Sementara itu, pengelolaan devisa yang menghasilkan penerimaan terbesar hanya memberi beban yang amat kecil, sebesar Rp36,31 miliar. Sudah termasuk beban pelaksanaan operasional cadangan devisa sebesar Rp31,09 miliar.

Terkait dengan kontoversi OJK, beban untuk pengaturan dan pengawasan perbankan tahun 2008 tercatat sebesar Rp158,20 miliar, lebih kecil dari penerimaan yang sebesar Rp168,97 miliar. Hal ini adalah pertama kalinya selama beberapa tahun terakhir. Biasanya pengeluaran lebih besar daripada penerimaan. Kecenderungan defisit dalam pelaksanaan tugas ini perlu diperhitungkan, mengingat belum diperhitungkan pula beban SDM dan logistik.

Beban SDM Bank Indonesia tahun 2008 adalah Rp 3,23 triliun, termasuk gaji dan insentif bagi Dewan Gubernur, beserta pegawai sebanyak 6.091 orang. Jika dirata‐rata maka setiap orang memperoleh Rp 531,26 juta per tahun atau Rp 44,27 juta per bulan. Sebagian cukup besarnya bertugas dalam pengaturan dan pengawasan perbankan. Dengan sendirinya ada pengeluaran terkait yang selama ini tercakup dalam beban untuk kantor pusat dan 41 kantor BI.

Aspek keuangan ini perlu dihitung jika OJK dipisahkan dari BI, apalagi bila ingin dianggarkan dalam APBN sebagai suatu lembaga atau bagian dari departemen. Sepintas, keuangan BI akan diuntungkan. Namun permasalahannya menjadi lebih kompleks jika penerimaan lainnya secara tidak langsung akan terpengaruh akibat berkurangnya ”kekuasaan” BI.

Wacana mengubah sebagian surat utang pemerintah (dan obligasi negara) sebagai bagian terbesar dari tagihan kepada Pemerintah juga akan berimplikasi besar pada keuangan BI dan Pemerintah sendiri. Kesepakatan kedua belah pihak, yang juga diketahui oleh DPR, sejauh ini cukup mengedepankan pertimbangan beban bagi APBN. Jika ada pihak lain lagi, maka akan ada kepentingan yang lebih sulit dikompromikan.

Bagaimana analisis selanjutnya yang dilakukan oleh Nasyith Majidi dan Awalil Rizky, mengenai Surplus Bank Indonesia, silahkan download dan baca buku ini.


Book "Utang Pemerintah Mencekik Rakyat"

0 comments

Pemerintah Indonesia membayar utang pokok sebesar Rp 118 triliun, dan bunga utangnya sebesar Rp 79,5 triliun pada tahun 2007. Sementara itu, utang pemerintah Indonesia yang masih belum dibayar per 31 Desember 2007 adalah sekitar Rp 1.400 triliun atau setara USD 148,25 miliar. Sekitar 40 persennya tergolong utang luar negeri, dan 60 persen lainnya biasa disebut utang dalam negeri.

Apakah total pembayaran beban utang senilai Rp 197,5 triliun itu tergolong besar? Terlampau beratkah bagi APBN? Apakah kemudian berdampak buruk bagi perekonomian nasional secara keseluruhan? Apakah posisi (stok) utang pemerintah akan berkurang atau justeru sebaliknya? Jika cenderung bertambah, apa memang direncanakan untuk tidak pernah ”diselesaikan”?

Sebagian pihak akan langsung menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan nada yang amat kritis. Jawabannya kurang lebih sebagai berikut : pembayaran beban utang pemerintah sudah terlampau besar dan memberatkan APBN; kondisi itu telah amat mempersempit ruang fiskal, sehingga ”peran langsung” pemerintah untuk menggairahkan perekonomian menjadi semakin kecil; pemerintah menjadi semakin tidak mampu memberi pelayanan umum yang memadai bagi rakyat kebanyakan; sementara itu, stok utang pemerintah hampir mustahil berkurang dengan kebijakan pengelolaan utang yang dijalankan saat ini.

Bagaimana jawaban dan bagaimana kondisi hutang yang terus melanda negeri ini?. Download dan bacalah buku  Utang Pemerintah Mencekik Rakyat karya Awalil Rizky dan Nasyith Majidi ini.


Tuesday, March 15, 2011

Book "Blue Ocean Strategy"

0 comments

Jika Anda telah puas dengan kondisi bisnis Anda yang sekadar bisa bertahan hidup, jangan membaca buku. Namun, jika Anda ingin melakukan perubahan, menciptakan sebuah perusahaan bermasa depan menguntungkan bagi pelanggan, karyawan, pemegang saham, dan masyarakat, bacalah Buku “Blue Ocean Strategy” dikarang oleh W. Chan Kim dan Renee Mauborgne ini.

Sejak dulu, perusahaan-perusahaan terlibat dalam kompetisi-langsung satu sama lain demi mengejar pertumbuhan yang langgeng dan menguntungkan. Mereka bertarung demi keunggulan kompetitif, berebut pangsa pasar, dan berjuang menciptakan diferensiasi. Padahal, dalam industri-industri yang padat penghuni dewasa ini, berkompetisi langsung tak lain hanya menghasilkan “samudra merah” berdarah-darah dari perebutan para rival atas genangan laba yang menyusut.

Buku berkerangka perubahan ini menantang perusahaan -besar maupun kecil, pemula maupun papan atas, publik maupun privat, berteknologi tinggi maupun rendah- untuk keluar dari status quo, menciptakan strategi masa depan yang gemilang, dan menerapkan penjauhan diri dari kompetisi dengan biaya rendah. Ia menekankan penciptaan ruang pasar yang belum ada pesaingnya, fokus pada penumbuhan permintaan dan gerak menjauh dari kompetisi, serta upaya memaksimalkan kesempatan sekaligus meminimalkan risiko.

Dengan menjungkalkan pemikiran tradisional tentang strategi, Kim dan Mauborgne telah memetakan “sebuah jalur baru dan berani untuk memenangi masa depan.” Mereka menawarkan enam prinsip yang dapat digunakan oleh setiap perusahaan untuk merumuskan dan menerapkan strategi samudra biru dengan sukses. Keenam prinsip itu menunjukkan cara merekonstruksi batas-batas pasar, berfokus pada gambaran besar, melampaui tuntutan yang ada, merancang rangkaian strategi dengan benar, mengatasi rintangan-rintangan organisasional, dan mengintegrasikan ekskusi ke dalam strategi.

"Ciptakan ruang pasar tanpa pesaing dan biarkan kompetisi tak lagi relevan"


Monday, March 14, 2011

Book "Mengapa Kami Ingin Anda Menjadi Kaya"

0 comments

Siapa bilang jadi karyawan tidak bisa kaya. Buku ini berisi tentang bagaimana menjadi kaya untuk anda-anda yang bekerja sebagai karyawan. Anda perlu percaya diri dan fokus dalam mengelola uang. 

Bagaimana mewujudkan apapun yang anda inginkan. Anda akan dipandu bagaimana untuk menjadi orang sukses sehingga yang anda inginkan akan terwujudkan. Mulai dari menyusun rencana sampai dengan cara pelaksanaan dan lain sebagainya. 

Melalui Buku Mengapa Kami Ingin anda kaya. Dua orang milyader yakni Donald J. Trump dan Robert T. Kiyosaki menerangkan kenapa beliau ini ingin anda kaya. Beliau adalah guru bagi mereka yang ingin berguru. Juga akan memberikan nasehat finansialnya. Dan menerangkan siapa dan harus bagaimanakah para pebisnis itu seharusnya. Semua jawabannya temukan saja dalam buku ini.


Monday, March 7, 2011

Book "90 Hari Pertama"

0 comments

Buku ini adalah peta-jalan Anda untuk memegang situasi dengan cepat dan efektif selama masa transisi Anda, baik Anda seorang CEO atau manajer pemula.

Ditulis oleh pakar transisi kepemimpinan Michael Watkins, 90 Hari Pertama membeberkan strategi-strategi yang secara dramatis akan memangkas waktu yang Anda butuhkan untuk mencapai “titik impas”: titik di mana organisasi Anda membutuhkan Anda sebagaimana Anda membutuhkan pekerjaan Anda.

Baik Anda dipercaya untuk meluncurkan sebuah perusahaan pemula, merombak sebuah perusahaan, menyelaraskan sebuah organisasi, atau mempertahankan sukses unit yang berkinerja tinggi, buku ini akan membantu Anda menyusun rencana percepatan transisi yang sesuai dengan situasi, masa kerja, dan keahlian Anda serta dengan kondisi organisasi Anda.

Berlandaskan penelitian selama tiga tahun mengenai transisi kepemimpinan di semua level dan kerjanya dalam menyusun program transisi bagi perusahaan-perusahaan papan atas, Watkins menyuguhkan contoh gamblang dan alat praktis yang akan menunjukkan Anda cara:
  • menilai kekuatan dan kelemahan Anda serta mengidentifikasi kelemahan pribadi
  • mendiagnosis situasi Anda dan memahami tantangan serta peluang yang ada
  • menegosiasikan hubungan kerja yang produktif dengan atasan
  • meraih kesuksesan awal demi membangun kredibilitas dan menciptakan momentum
  • membangun tim Anda dan berhubungan dengan berbagai koalisi dukungan yang berpengaruh
  • menyelaraskan strategi, struktur, sistem, dan keahlian untuk mencapai sukses
  • menyeimbangkan tuntutan profesional dan personal selama transisi.
Setelah menolak keyakinan umum bahwa pemimpin baru harus diceburkan dalam situasi tenggelam atau berenang, buku ini membahas pendekatan perencanaan proaktif yang bisa melejitkan karier seseorang dan sekaligus menjamin masa depan organisasi.


Sunday, March 6, 2011

Book "The Road to CEO"

0 comments

Apa, tepatnya, yang membuat seseorang menjadi pemimpin? Apa yang dicari para headhunter dalam diri para calon eksekutif? Bagaimana para eksekutif yang cerdas mengendalikan karier mereka?

Perjalanan anda menjadi CEO dimulai dari sini!

Dalam buku The Road to CEO ini, Sharon Voros dan 150 perekrut eksekutif (headhunter) terbaik menyarikan faktor-faktor kunci seorang pemimpin sejati. Buku yang berupa peta perjalanan menjadi pemimpin sejati ini juga memberikan strategi dan taktik spesifik untuk:
  • tampil dan bertindak layaknya para pemimpin,
  • berpikir strategis,
  • memotivasi orang,
  • mengetahui bagaimana headhunter mengevaluasi kualitas eksekutif (executive presence).

Bagi Anda yang ingin menjadi CEO, buku ini adalah panduan untuk sampai ke sana. Bagi yang sudah menjadi CEO, buku ini adalah panduan untuk menjadi CEO yang lebih baik. Bagi yang sudah melampaui jabatan CEO, buku ini adalah panduan untuk mencari CEO yang baik.

Tak ayal lagi, jika ingin berada di puncak, Anda wajib memiliki dan membaca The Road to CEO ini.


Saturday, February 26, 2011

Book "Berbisnis Dengan Hati"

0 comments

Buku kecil nan menawan yang sarat akan muatan ilmu manajerial bisnis universal berbalur pendekatan intelektual islami ini begitu menggugah selera untuk dibaca setiap lembarannya.

Sangat membantu untuk meningkatkan kesadaran spriritualitas perjalanan hidup dan bisnis kita. Khususnya, bagi yang sudah punya usaha, buku ini jelas dapat memberi pengetahuan serta membuka pintu rejeki baru berbisnis. Ataupun, bagi yang punya niatan untuk mulai berwiraswasta dengan orientasi hati nurani, pun buku ini bisa dijadikan menu utama.

Buku ramah nurani yang merangkum 10 statement of beliefs dari perjalanan panjang sang dua tokoh hebat Indonesia. Aa Gym (Da’I kondang dan Boss dari MQ Corporation yang membawahi sekitar 19 anak perusahaan yang bergerak di berbagai bidang) dan Hermawan Kartajaya (Founder dan President MarkPlus&Co, serta President World Marketing Association (WMA)). Beliau-beliaulah tokoh yang tak perlu diragukan kemampuan dan pengalamannya di liga entrepreneurship.

Pemahaman agamis dari Aa Gym –sang penceramah super sekaligus wirausahawan hebat dipadukan dengan otak terbaik berwawasan global marketing management dari Bapak Hermawan Kartajaya –sang marketing icon of Indonesia, menjadikan buku ini kokoh secara material dan keilmuan.

Hermawan Kartajaya “menjamin” bahwa Compassionate Marketing dengan berbelas kasih secara simpatik menggunakan nurani dapat meningkatkan nilai material dan spiritual usaha kita secara jangka panjang. Begitu juga halnya Aa Gym sebagai seorang spiritual marketer dengan ber-slogan menjemput rejeki yang sudah ditetapkan Allah SWT, dapat membuat semangat bisnis kita lebih bersosial sekaligus beriman dengan tidak melupakan keuntungan finansial yang cukup.

Praktek bisnis culas dari beberapa raksasa perusahaan Amerika seperti Enron, Worldcom, Kmart, dan Global Crossing dibahas padat dan ringkas dalam buku ini, sebagai contoh betapa perusahaan-perusahaan itu rontok dalam “sekejap” setelah mengabaikan kata dan arti penting dari sebuah KEJUJURAN. Termasuk Konsultan Arthur Andersen yang kehilangan kredibilitasnya karena praktek rekayasa laporan keuangan atas beberapa perusahaan-perusahaan di negara Paman Sam tersebut.

Memang, terlalu banyak pengetahuan bergizi dan kata-kata indah yang dapat menginspirasi kita dalam buku saku yang ternayata nilai-nilainya disarikan dari sebuah talkshow tayangan Metro TV pada bulan Ramadhan 2003 lalu. Juga, secara jujur buku ini memberikan pengalaman tersendiri soal spiritualisme dalam bisnis. Benar-benar merupakan amal pencerahan yang amat bermanfaat dan luar biasa inspiratif untuk berwirausaha.


Sunday, February 6, 2011

Koleksi Buku Hermawan Kartajaya

0 comments

Profil Hermawan KartajayaHermawan Kartajaya dilahirkan di Surabaya, 18 November 1947. Pernah menempuh pendidikan di Teknik Elektro ITS hingga tahap pendidikan sarjana, Hermawan akhirnya mendapatkan ijazah sarjana dari Fakultas Ekonomi Udayana. Kemudian Hermawan melanjutkan pendidikan master di University of Strahclyde, Glasgow dan mendapat gelar MSc dari universitas tersebut pada tahun 1995. Selain itu ia juga mengikuti program pendidikan eksekutif di sekolah bisnis terkemuka di Amerika. Mulai dari Harvard, Wharton, Kellog hingga University of Michigan. Sebelum mendirikan MArkPlus Profesional Service di tahun 1989, Hermawan memiliki pengalaman keja yang luas. Mulai dari guru SMAK St. Louis, Surabaya hingga menjadi Direktur Distribusi PT H.M. Sampoerna.

Hermawan Kartajaya adalah seorang pakar, seorang guru, di bidang pemasaran. Hermawan merupakan founder, pendiri perusahaan konsultan marketing Markplus&Co yang sekarang berubah nama menjadi MarkPlus Inc. seiring dengan perkembangan meraksasanya perusahaan tersebut sampai merambah Asia dan Amerika. Sebelum menjadi pakar pemasaran, Hermawan bermula menjadi seorang Guru Fisika di salah satu sekolah favorit di Surabaya, sampai akhirnya ia kuliah kembali di Universitas Surabaya. Sebelumnya Hermawan kuliah di ITS Surabaya mengambil jurusan Teknik Elektro, namun kandas di tengah jalan. Lulus dari Fakultas Ekonomi Universitas Surabaya, Hermawan bekerja di beberapa perusahaan, salah satunya di perusahaan besar H.M Sampoerna. Pada tahun 1990, setelah bekerja di sana-sini, Hermawan Kartajaya mendirikan Markplus. Ternyata Markplus&Co merupakan wadah yang cocok bagi Hermawan, karena membawa Hermawan ke The Highest Marketing People in Indonesia, even In The World. Tahun 2002 Hermawan Kartajaya diangkat menjadi Presiden WMA, World Marketing Association. Oleh The Chartered Institute of marketing yang bertempat di Inggris, Hermawan listed di 50 Gurus Who Have Shaped The Future of Marketing.

Hermawan Kartajaya sangat update dalam menulis buku marketing, buku marketing yang ditulisnya diantaranya Repositioning Asia : From Bubble to Sustainable Economy, Rethinking Marketing : Sustainable Marketing Enterprise in Asia, Hermawan Kartajaya on Market-ing, The 18 Guiding Principles of marketing in Venus, MarkPlus on Strategy dan masih banyak lagi.

Kini sambil menulis buku dan memberikan konsultasi kepada sejumlah perusahaan terkemuka di Indonesia, Hermawan juga melakukan edutainment di berbagai seminar dan workshop, di dalam dan di luar negeri. Selain itu, Hermawan juga merupakan kolumnis tetap Majalah SWA, GATRA, dan Harian Bisnis Indonesia.

Download Koleksi Buku-Buku Karangan Hermawan Kartajaya

Monday, November 15, 2010

Book "Running To Riches"`

0 comments

Menjadi kaya adalah keinginan hampir semua orang, tetapi tidak semua orang bisa mencapainya. Sebagian besar dari kita mungkin tidak lebih sejahtera dari orang tua kita. Padahal telah banyak kemajuan yang dicapai manusia, seperti teknologi dan komunikasi, yang mestinya lebih memudahkan kita untuk menjadi kaya. Kenyataannya orang kaya juga tidak bertambah banyak. Kemungkinan yang terjadi adalah apakah hidup memang makin sulit, ataukah memang sulit untuk menjadi kaya ?

Beberapa dari kita ada yang menjadi kaya, bahkan ada yang bisa mencapainya dalam waktu singkat. Namun lebih banyak lagi sebagian besar dari kita yang tidak kaya. Apa yang menjadikan orang menjadi kaya dan yang tidak? Hal inilah yang akan dibahas dalam buku ini. Anda akan mengetahui bagaimana mencapai kekayaan dan apa yang Anda lakukan setelah menerima kekayaan itu. Buku ini dibahas dengan gaya bahasa yang sederhana dan dengan menggunakan analogi sederhana tentang seorang pelari. Buku ini merupakan petunjuk universal yang tidak hanya membahas pencarian tentang kekayaan, tetapi juga pencarian tentang makna kekayaan dan kebahagiaan.

Buku ini merupakan perenungan dan pandangan tentang uang. Banyak dari prinsip di buku ini merupakan nilai yang sudah ada sejak dulu namun tetap relevan untuk masa kini. Pastikan Anda membaca dari awal sampai akhir, terutama jangan melewatkan bagian akhir dari buku ini.


Wednesday, November 3, 2010

Book "Rahasia Sukses Ekonomi Cina"

0 comments

Kebangkitan Cina Menggeser Amerika Serikat Sebagai Superpower Ekonomi Dunia
  • Cina menaikkan anggaran militernya, diperkirakan setidaknya enam kali lipat dari anggaran 1991-2004.
  • Cina telah menggeser AS sebagai eksportir terbesar kedua di dunia, dan diprediksikan pada 2010 akan merebut tempat pertama dari Jerman.
  • Pada 2006, Cina memiliki surplus simpanan bank terbesar di dunia, hampir $180 miliar.
  • 57 persen perusahaan di kawasan Asia Pasifik percaya bahwa 10 tahun lagi, Cina akan menjadi pasar konsumer terbesar di dunia, menggeser AS
  • Cadangan devisa Cina adalah yang terbesar di dunia, mencapai $1 triliun lebih.
  • Pada 2006, Cina merupakan ekonomi terbesar kedua setelah AS, dan diperkirakan pada 2050 akan menjadi nomor satu di dunia. 
Dalam tahun-tahun belakangan, kebangkitan perekonomian Cina mengguncang seluruh dunia. Hanya dalam waktu singkat, ribuan perusahaan di Eropa, Asia, dan Amerika menjadi korban serbuan perdagangan Cina. Apa rahasia di balik kesuksesan ekonomi Cina ini? Apa dampak-dampaknya bagi seluruh dunia? James Kynge, jurnalis berpengalaman puluhan tahun meliput kawasan Asia, membongkar fakta-fakta yang tak kalah mengagetkan dari kebangkitan Cina itu. Keahlian jurnalisme membuat tulisannya lebih tajam daripada analisis para pakar yang sekadar mencermati data-data di meja dan terpesona oleh angka-angka yang menakjubkan dari perekonomian Cina.

Kynge, terjun langsung di lapangan, menguak fakta-fakta di berbagai tempat yang tak terduga. Hasilnya, dia bisa menunjukkan banyak hal yang sering luput dari perhatian dunia. Bukan hanya mengungkap sisi-sisi gemilang kebangkitan Cina, buku ini juga menguak sisi-sisi gelap yang tersembunyi.

David Kynge menceritakan kebangkitan Cina dalam narasi yang enak untuk dibaca dan dipahami. Buku ini mampu membuka wawasan kita mengenai latar belakang historis dan sosial Cina dan efeknya terhadap dunia. 

Inilah buku yang wajib dibaca para pebisnis, pengamat ekonomi, jurnalis, dan siapa pun yang ingin memahami secara lengkap fenomena kebangkitan ekonomi Cina dan dampak-dampak internasionalnya di berbagai bidang.

Tentang Penulis:
James Kynge meraih M.A. dalam Bahasa Cina dan Jepang pada 1985 di Edinburgh University, Skotlandia. Dia juga meraih diploma Bahasa Cina dari Shandong University, Jinan. Latar belakangnya ini membuatnya fasih berbahasa Cina dan Jepang.

Pada 1989, Kynge meliput secara langsung Pembantaian Tiananmen. Pada 1991, dia mengembara ke Mongolia, yang kemudian membuahkan buku Nomads Among Stones. Dia bergabung dengan Reuters pada 1993 dan pindah ke Tashkent, Uzbekistan. Di sana ia mendirikan kantor Reuters pertama wilayah itu. Pada 1994, dia pindah ke Taiwan untuk menjabat sebagai kepala Kantor Berita Reuters Taiwan. Kemudian, dia bergabung dengan Financial Times sebagai koresponden untuk Asia Tenggara, bertempat di Malaysia dan Singapura sejak 1996. Tidak lama kemudian, dia mengikuti secara amat dekat krisis finansial Asia yang meledak pada 1997. Pada 1998, dia pindah ke Beijing untuk menjabat sebagai Kepala Kantor Cabang Cina dan menyaksikan dari dekat transformasi ekonomi paling menakjubkan dalam sejarah manusia. Selama tugasnya itu, dia telah mengunjungi semua provinsi di Cina. Pada 2004, James terpilih sebagai Business Journalist of the Year.

Kynge adalah kontributor tetap untuk program televisi dan radio di BBC, CNN, Deutsche Welle, National Public Radio of the US, France Radio International, dan lain-lain. Dia sering menjadi pembicara dalam berbagai konferensi dan forum di Cina maupun di negara-negara lain, termasuk World Economic Forum di Beijing, konferensi tahunan China British Business Council di Inggris, CLSA Investor Conference di Shanghai, konferensi tahunan World Maganese Institute di Shanghai, Tsinghua University School of Journalism, Peking University School of Journalism, dan masih banyak lagi.

Kynge kini menjabat sebagai Chief Representative Pearson Group, menangani kepentingan bisnis grup itu di seluruh Cina. Dia tinggal di Beijing bersama istri dan anak-anaknya.

Keunggulan buku ini:
1. Memberikan informasi lengkap tentang rahasia keberhasilan Cina menjadi raksasa ekonomi dunia.
2. Menunjukkan dampak dari kebangkitan ekonomi Cina di seluruh dunia, termasuk dalam bidang bisnis dan politik. 


Sunday, October 31, 2010

Book "Google Is My Salesman"

0 comments

Sebagai seorang pebisnis, selayaknya anda sudah mulai melirik Google untuk fungsi yang bermanfaat bagi kegiatan bisnis anda. Pasalnya, kini Google tidak hanya sebagai mesin pencari. Lebih dari itu, Google mampu menciptakan keterkenalan atas produk dan jasa anda dan membuat pasar yang anda tuju-dalam lingkup global sekalipun-well informed. Oleh karena itu, pemanfaatan Google memungkinkan terjadinya pembesaran order atau pembelian. Lebih hebat lagi, fungsi ini bisa diperoleh tanpa biaya yang besar, bahkan tanpa biaya sama sekali dibandingkan kalau anda memasang iklan di media konvensional (cetak atau elektonik) dan bahkan kalau memasang banner di Google itu sendiri.Karena itu, menggunakan Google atau mesin pencari lainnya untuk aktivitas sales dan pemasaran tidak saja menjanjikan efektifitas, tetapi sekaligus juga efesiensi. Google is my salesman bukan saja memberikan trik dan solusi bagi para pebisnis dalam mengubah mesin pencari (search engine) menjadi mesin penjual penghasil uang (cash engine), melainkan juga membedah sukses story Bob Julius Onggo dalem memanfaatkan keunggulan Google dalam bisnis yang dilakukannya.

Buku ini memberikan pencerahan bahwa mempekerjakan salesmen yang hebat, tidaklah mudah, mengingat Anda pun harus menggaji mereka sangat mahal belum lagi komisi dan bonus untuk mereka, namun lewat Google/Yahoo Anda pun bisa mengubah mereka menjadi mesin penjualan.

Adakah salesman yang tidak digaji? Untuk apa Anda jadi salesman terus sampai tua kalau toh ada salesman yang bisa kerja untuk Anda sampai tua?

Berapa gaji salesman atau top producer di perusahaan Anda? Berapa komisi mereka sebulan, setahun? Tetapi coba bayangkan Anda memiliki salesman top, wiraniaga penjualan yg berproduktif tanpa Anda harus gaji!

Manfaatkan salesman yang tidak perlu digaji selamanya. Google dan/atau Yahoo serta top situs pencari lainnya dapat menjadi salesman Anda dan tanpa harus digaji, namun itu semua jika Anda tahu bagaimana “memperalat” mereka untuk mencari pelanggan Anda entah di pasar Indonesia, pasar regional maupun pasar internasional.
  • Lihat bagaimana calon buyers Anda mudah mencari produk yang Anda jual?
  • Simak juga bagaimana Google dan/atau Yahoo dapat menjadi mesin iklan yang terus mendatangkan konsumen dan uang ke saku Anda. 
  • Sayang sekali, walaupun semua produk dagangan Anda hebat dan sudah terpampang di situs web namun “terendam” jauh di dalam, dan tidak “nongol” di urutan 10 besar atau paling tidak di halaman ke-2 hasil pencarian.
Caranya?
Buku yang berjudul "Google Is My Salesman" ini akan menjawabnya untuk Anda, dan akan membuat Anda cepat pensiun ya cepat berhenti bekerja untuk suatu perusahaan namun cepat menjadi  pemilik bisnis yang:
  • bebas macet di jalan
  • bebas kerja di mana saja dan kapan saja
  • bebas finansial
Download Buku Google Is My Salesman

Blog Award

 

FaiK Share. Copyright 2008 All Rights Reserved Revolution of FaiK theme by FaiK MuLaCheLLa | Distributed by Blogger Templates Blog Corp