Friday, December 23, 2011

Book "Kumpulan Humor Gus Dur di Internet"

0 comments

ebook Kumpulan Humor Gus Dur di InternetAlmarhum K.H. Abdurrahman Wahid alias Gus Dur memang fenomenal. Ia dikenal sebagai pribadi yang unik dan otentik. Otentisitasnya inilah yang membuat ia senantiasa dikenang. Semasa hidup, pernyataan Gus Dur seringkali nyeleneh dan kadang-kadang bikin telinga merah bagi yang merasa tersindir. 

Tapi faktanya, Gus Dur merupakan sosok yang dicintai. Saat wafat ditangisi banyak orang. Semua orang berebut mengucapkan selamat jalan. Insan-insan dari berbagai agama berlinangan airmata dan mendoakan perjalanannya ke alam yang baru. Saking populernya Gus Dur, bahkan ada pula yang memanfaatkan wafatnya Gus Dur demi kepentingan politik. Tapi sudahlah, buku elektronik ini tak hendak membahas itu. Sekali lagi, Gus Dur memang sosok otentik yang pupulis dan dicintai. Entah kapan bangsa ini punya anak bangsa sekelas Gus Dur lagi. 

Kumpulan Humor Gus Dur di Internet ini bukanlah hasil pikiran penulis.  Penulis hanya mencomot sana-sini, lantas menjahitnya jadi satu. Bahan-bahannya  penulis ambil dari berbagai blog dan website. Penulis menemukan banyak sekali humor-humor Gus Dur di internet hingga akhirnya penulis tertarik untuk membukukannya.  Humor-humor Gus Dur atau ala Gus Dur tak hanya lucu, seringkali sarkastis dan mengandung banyak pembelajaran. Inilah salah satu warisan Gus Dur bagi bangsa ini. Humor yang reflektif. Anekdot yang bermakna.


Monday, October 24, 2011

Book "Kyai Menang Togel (Humor)"

0 comments


Apa jadinya kalo seorang kyai ikutan main togel, menang lagi? Ha… ha… ha… Seneng dong dapet uang. Bener gak?

Ada gak ya, kyai yang ikutan main togel? Pasti ada. Ini dia kisahnya… mau tahu isinya apa? Baca aja. Buku ini penuh dengan humor (atau lebih pasnya kita sebut parodi aja kali ye… soalnya kyai di buku ini tingkahnya aneh-aneh) nyeleneh.

Kyai di buku ini seneng banget ma yang namanya salam tempel. Tau gak salam tempel? Itu tuh yang disalami gak lepas-lepas, nempel terusss… lengket kayak lagi pacaran.

Pokoknya, baca buku ini bikin kita insyaf, deh, menjaga diri dari hal-hal buruk yang dikerjain kyai kita ini. Trus ada juga sih hal baik yang bisa kita ikutin dari prilaku kyai ini. Pandai-pandai aja memilihnya ye…

Salam buat semua kyai, mohon maaf bila ada yang menyinggung, tidak bermaksud ke situ kok. Buku ini Cuma Humor Doangan.


Book "Setannya Kok Beneran?"

0 comments


Di acara reality show Sang Penakluk, Ferdi, Yatno, dan Andi, adalah dukun sakti yang mampu menghadapi dan menangkapi hantu-hantu gentayangan. Namun, dalam kehidupan sebenarnya, mereka tak lebih dari orang kebanyakan.

Hingga suatu hari, mereka diundang ke sebuah desa yang seluruh warganya diteror oleh pocong. Tak mungkin mengaku sebagai dukun palsu, Ferdi dan teman-teman terpaksa menghadapi setan beneran itu. Terjadilah kehebohan-kehebohan akibat ulah mereka yang berusaha menipu warga desa. Di sisi lain, nyali mereka semakin ciut saat pocong sesungguhnya mulai bergerak mendekati mereka.

Jagoannya Bohongan… Setannya Kok Beneran?


Friday, October 21, 2011

Book "Aku Berpikir Maka Aku Tertawa"

0 comments


Aku Berpikir maka Aku Tertawa, judul yang tepat untuk buku ini.

Berpikir adalah aktifitas akal- budi, dan hasil aktivitas itu harus disampaikan kepada orang lain. Kadang kita merasa bahwa apa yang kita sampaikan itu sudah jelas, namun yang terjadi adalah sebaliknya.

Mengapa hal itu terjadi? Ternyata ada lompatan logika yang tidak kita sadari, dan jika dipikir kemudian maka kita akan tertawa.

Buku ini akan menyajikan ilustrasi-ilustrasi menarik dari lompatan logika tersebut, yang tidak hanya terjadi di dalam dunia ilmiah tetapi juga dalam pergaulan kita sehari-hari.

Anda akan tertawa jika Anda berpikir.


Monday, August 22, 2011

Book "Pura-Pura Ninja"

0 comments

Hari gini masih ada yang pengin jadi pendekar? Pasti maksudnya singkatan pendek dan kekar...ya kan? Bukan... bukan.

Ini tentang Toyib yang serius banget untuk jadi pendekar. Tentu aja Emak, yang tahu cita-cita Toyib itu udah nggak mutakhir, melarang. Pokoknya Toyib nggak boleh berguru sama Entong Sabeni!

Tapi dasar Toyib. Dilarang malah asyik belajar sendiri. Saking semangatnya belajar silat, sampai-sampai Toyib nggak sengaja mencatok pipi Emak yang lagi sakit gigi. Karuan aja Emak menjerit-jerit! Nah, dari pada membahayakan dunia, hehehe... akhirnya Emak ngijinin Toyib deh untuk berguru sama Entong Sabeni. Namanya orang belajar, ada ujiannya dong? Dan ujian ntuk Toyib bener-bener mendebarkan. Ia harus mengungkap Ninja yang mencuri sapinya. Ninja ... atau pura-pura ninja? Yang benar yang mana nih...??? Glek!

Anyway, selain Pura-Pura Ninja, masih banyak cerita di buku ini yang kocak dan nggak kalah ngawur.


Wednesday, August 3, 2011

Book "Kungfu Canda"

0 comments


Tuesday, July 5, 2011

Book "Diary Dodol Seorang Istri"

0 comments

Seorang Istri bukan buku yang menceritakan istri yang suka nge-dodol pada suami dan dunia dengan rapi, cantik dan indah, sehingga tidak ada yang mengetahui kebenaran kecuali hati dan diarinya. Bukan pula menceritakan dodol Garut beserta calon Istrinya.

Buku ini sekadar buku humor karangan Beby Haryanti Dewi yang diterbitkan oleh penerbit Lingkar Pena, satu kategori dengan Jakarta Underkompornya Arham Kendari. Pertama dengar judulnya mungkin hampir mirip ide cerita dan gaya penulisan dengan bukunya Gokil Mom (Yenny Lesiy) "Diary Seorang Mami Dodol" yang di covernya tertulis : 'Gila, penulisnya asli dodol banget. Gila tapi nafsuin :p'

Diary dodol seorang istri bercerita tentang apa ya? Kalo buku paling laris Catatan Hati Seorang Istri bisa bikin kita nangis, buku Diary Dodol Seorang Istri ini bikin kita ketawa abis !

Diary Dodol Seorang Istri berisi catatan harian seorang istri yang kelakuannya aneh bin ajaib. Buka helm nggak bisa, baca peta nggak bener, dan kalo naik motor hobinya jatuhin anak orang mulu. Pokoknya, banyak banget deh kejadian-kejadian kocak yang akan membuat kita ngakak. Ini bukan pesan sponsor dari Baby, tidak ada refferal atau royalti seandainya saat anda membaca postingan ini, penasaran dan terprovokasi membeli bukunya.
"Gimana kalo nama anak kita Thariq aja?" Tanya sang suami.
"Yah ... kalo orang Indonesia lidahnya payah, Pa. Ntar ujung-ujungnya dipanggil Tareeeekkk! Kayak kernet, " jawab sang istri.
"Kalo gitu panggilannya jangan Thariq.""Terus apa?""Dorong!"Hihihi...
Diary Dodol Seorang Istri berisi catatan harian seorang istri yang kelakuannya aneh bin ajaib. Buka helm nggak bisa, baca peta nggak bener dan kalo naik motor hobinya jatuhin anak orang mulu. Pokoknya, banyak banget deh kejadian-kejadian kocak yang akan membuat kita ngakak.

So, buat bapak-bapak ... ibu-ibu ... ade yang butuh hiburan, pengin ngilangin stress, pengin haha-hihi, langsung aja download dan baca!


Wednesday, June 29, 2011

Book "Poconggg Juga Pocong"

0 comments

Buku Poconggg Juga Pocong yang biasa disingkat dengan #PJP ini berisi catatan perjalanan pocong dan kebiasaan-kebiasaan yang biasa dilakukan. Diambil dari akun Twitter yang sangat terkenal : @poconggg

Lompat. Lompat. Lompat.

Poconggg, sosok fenomenal yang seharusnya ditakuti ini akan membuat kalian tertawa lewat tulisannya. Kalian ngga usah capek-capek mikir gimana caranya seikat pocong bisa nulis buku. Jomblongenes ini akan berbagi pengalaman konyolnya, mulai dari kisah cinta sejenis (maksudnya sama-sama setan), kisah nistanya menjadi pocong cupu, hingga ramalan-ramalan jitu buat kalian semua. Kalian nggak usah capek-capek mikir gimana caranya seikat pocong bisa nulis buku.

Jomblongenes ini akan berbagi pengalaman konyolnya, mulai dari kisah cinta sejenis (maksudnya sama-sama setan), kisah nistanya menjadi pocong cupu, hingga ramalan-ramalan jitu buat kalian semua
"Predikat sebagai pocong jantan tinggal sedikit lagi bisa gue raih. Setelah semua penjuru kompleks dijabanin, gue pun memutuskan untuk pulang. Awalnya sih gue santai-santai aja. Sewaktu masuk kompleks, gua ngga ngeliat tanda-tanda bakal nemuin kesulitan di daerah ini. Pas mau pulang, keadaannya berubah. Ternyata portal jalannya udah ditutup. "TERNYATA PORTAL JALANNYA UDAH DITUTUP !!!" Sengaja diulang biar makin tegang

Posisi portalnya kentang banget. Ngga tinggi, tapi juga ngga pendek-pendek amat. KALAU GUE LOMPATIN udah pasti ngga bakal nyampe. KALAU GUE GELIDING lewat bawah, lebih ngga mungkin lagi. Pocong dari lurah mana yang bisa bangun sendiri dari posisi rebahan? Ngga ada! Berdiri tanpa bantuan adalah hal yang mustahil buat pocong. KALAU PORTALNYA GUE ANGKAT..... ya, lo pikir aja sendiri... gimana caranya? 
Sumpah, gue panik..................... "
"Zaman makin kacau. Pocong aja bisa jadi trending topic di Twitter dan bisa nulis buku. Parahnya, gua beli dan baca buku ini. Aaaahhhh, kacau!!! Selamat menggelinjang, jiwa muda!!!!" Giring Nidji
"Jangan ngaku anak gaul kalo elo belum follow @Poconggg di Twitter....  this book is a must have item in 2011 buat elo!" Daniel Mananta
"Gue salah satu orang yang suka parno sama pocong. Tapi pocong yang ini sukses bikin gue jauh cinta dan ngga berhenti ketawa! Ayo, conggg!! Pertahankan! Pocong paling kreatif dan humoris! Juara deh!" Pevita Pearce.


Book "Anak Kos Dodol"

0 comments

“Pengalaman ngekos emang selalu seru! So buku ini bisa jadi ‘bacaan nostalgia’ yang asyik buat yang pernah ngekos, bisa juga jadi ‘bacaan menyenangkan’ buat yang ingin tau dunia kos lahir-batin, tapi bisa juga jadi ‘bacaan bimbingan’ cara ngekos yang baik dan benar buat yang ingin ngekos! Jadi mari kita ngekos bareng-bareng eh sory, maksudnya mari kita nikmati isi buku ini!” Boim Lebon, Penulis Cerita Anak & Remaja, Produser TV, Jakarta

“Asli, kocak banget! Nih buku pasti bikin semua anak kos terkenang-kenang masa-masa hepi, pas bokek, bebas merdeka en nonton VCD malam pertamanya! Hehehe… Kudu dibaca!”  Afny Yuniandari, Karyawati swasta, Penghuni kos 5 tahun, Bekasi

“Seger banget. Awalnya, aku pikir bakal ngebosenin eh ternyata malah jadi ga bisa berhenti baca. Bikin gue mupeng, pengen ngekos bareng cewek-cewek dodol! Hohoho.” Adhika Putra R, Dokter Muda Unpad, Jomblo Bahagia, Bandung

“Ngebaca buku ini bener-bener bikin kangen jaman ngekos dulu. Gimana nggak? Semua kehebohan anak kos ada. Yang pernah jadi anak kos, rugi berat kalau nggak baca buku ini! Yang belum pernah ngekos? Jangan hanya ngebayangin, baca dong buku ini bwahahaha!” Arie Ardiansyah, Music Director Sriwijaya FM, Palembang.


Saturday, February 12, 2011

Book "Canda Ala Sufi"

0 comments

Buku Canda Ala SufiDalam dunia lawak, kelucuan sering diidentikkan dengan kepandiran. Apabila seseorang bertindak bodoh, konyol, dan berani melakukan hal-hal yang dianggap tabu, maka orang-orang akan mencapnya sebagai pelawak yang sesungguhnya. Apalagi, kalau dia juga maumengenakan pakaian yang aneh, kedodoran, penuh warna, nyentrik, dan Iain-lain. Pendeknya, mengumpulkan segala sesuatu yang cenderung dibuat-buat...

Benar, antara dunia lelucon dengan dunia filsafat, misalnya, terdapat jurang dalam dan terjal yang tak mungkin dijembatani. Yang pertamaterlalu naif, dangkal, sepele, dan tak bermakna, sementara yang kedua cenderung serius, mendalam, universal, dan penuh makna.

Demikian pula antara dunia lawak dengan dunia hikmah (kebijaksanaan para arif), misalnya. Yang pertama bersifat duniawi, profan, melalaikan, dan Iain-lain, sementara yang kedua bersifat ilahiah, sakral, mengingatkan pada kematian dan Iain-lain. Ya, antara dunia "tertawa" dengan dunia "serius" terdapat pertentangan tajam yang tak mungkin dirujukkan

Akan tetapi, Nashruddin (tokoh kita dalam buku lucu ini) mampu merujukkan dua hal yang tampak bertentangan tersebut. Dengan segala tingkah-polahnya, dia berhasil memadukan "dua dunia" yang mirip air dengan minyak itu. Dia adalah seorang filosof besar di masanya, juga seorang ulama dan ahli 'irfan (baca: sufi). Meski dituduh gila, dia mampu menjadi orang terdekat, penasihat, dan "penghibur" sang penakluk dari Mongol, Taimurlank. Berkat jasanya, beberapa perpustakaan dan ulama besar di masa itu berhasil diselamatkan dari amukan amarah dan penghancuran besar-besaran yang dilakukan.


Saturday, January 15, 2011

Book "Ger-geran Bersama Gus Dur"

0 comments

KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) telah tiada. Tokoh yang satu ini memang luar biasa. Dalam sosoknya melekat banyak ikon: pejuang demokrasi, pembela kaum marginal, pluralis, kontroversial, dan tentu saja humoris—sudah pasti masih banyak lagi ikon lain yang melekat padanya. Tak ayal lagi, kepergiannya akan dikenang sepanjang masa oleh segenap anak bangsa.

Banyak orang mengenang Gus Dur dengan berbagai cara. Baru beberapa hari wafat, para politisi berusaha mengenangnya dengan usulan gelar pahlawan nasional—dasar politisi ya, suka memanfaatkan peluang alias momentum, oportunis sejati melebihi pengusaha. Para pengikut (umat) Gus Dur lebih sreg berdoa sambil berisak tangis di sisi makamnya. Jurnalis televisi tentu memutar kembali tayangan dialog atau wawancara bersama sang Guru Bangsa semasa hayatnya. Ada nggak ya yang ingin mengenang Gus Dur dengan membuat tugu patungnya? Kayak patung Obama di Menteng itu loh, wkwkwkwk….

Nah, kami, kaum pekerja buku alias penerbit, lebih suka mengabadikan Gus Dur dengan sebuah buku. Dan, sosok Gus Dur yang humoris sepertinya lebih enak dikenang ketimbang sosoknya yang lain: sisi kontroversialnya, misalnya. Kami yakin, “melempar” kembali kelakar-kelakar Gus Dur ke hadapan pembaca akan terus menghidupkan sosoknya di mata masyarakat. Bukan hanya karena humor selalu membuat orang senang, tapi juga lantaran kelakar Gus Dur memang berbobot, benar-benar lain dari humor biasa. Humor-humor Gus Dur tak sekadar kocak dan lucu tapi juga cerdas dan bermutu. Tidak hanya membuat pembacanya atau pendengarnya langsung ger-geran tapi juga menyuburkan pikiran.

Buku Ger-geran Mengenang Gus Dur merupakan gabungan dari dua buku yang pernah diterbitkan secara terpisah, Gitu Aja Kok Repot! (2000) dan Saya Nggak Mau Jadi Presiden, Kok…! (2001). Dalam edisi spesial mengenang Gus Dur ini, kedua buku tersebut kami satukan, berharap pembaca lebih utuh dan lebih lengkap menikmati kelakar-kelakar Gus Dur. Selamat tertawa, tapi jangan menertawakan Almarhum Gus Dur ya! Bahayyyaaa…!!!


Saturday, January 1, 2011

Mati ketawa Cara Tukul Arwana

0 comments

Akhir tahun 2006 dan sepanjang tahun 2007 adalah tahun keemasan bagi pelawak Tukul. Di tahun-tahun tersebut virus Tukulisme menjalar ke pelosok negeri.

Ketenaran Tukul menjadi bahan gunjingan masyarakat. Jargon-jargonnya seperti; kembali ke laptop!, silent please!, katro! dan sebagainya sudah menjadi familiar di masyarakat yang dipopulerkan lewat acara televisi. Semua itu membuat Darminto tertarik untuk memanfaatkan ketenaran komedian bermuka ndeso itu dengan membuat buku.

Buku ini memuat kumpulan cerita singkat humor yang disusun Darminto dari pengalaman pribadi dan temannya. Namun, tokoh yang dipakainya adalah Tukul dan sahabat-sahabatnya. Secara keseluruhan isinya cukup menghibur pembaca. Banyak cerita lucu yang bisa membuat kita tertawa sendiri. Kocak dan segar!


Sunday, December 12, 2010

Book "Mati Ketawa Cara Soeharto"

0 comments

Di tengah krisis ekonomi yang membuat ribuan rakyat kecil bertambah penderitaannya, sejumlah, pejabat Indonesia menyatakan bahwa rakyat Indonesia adalah orang yang paling terbiasa dengan penderitaan. Barangkali pernyataan ini benar adanya tapi juga barangkali pernyataan ini adalah sebuah humor baru yang lebih mirip sebuah parodi.

Belakangan ini orang Indonesia kian produktif menciptakan humor. Para pelaku ekonomi di Indonesia juga tak mau kalah bikin humor segar dengan merespon pembelian dolar Amerika secara besar-besaran saat RAPBN dibacakan Soeharto. Demikian juga ketika Soeharto menyatakan takluk pada tuntutan IMF, orang kembali memborong dolar. Rupiah jadi anjlok. Juga saat Soeharto menyatakan kesediaannya dicalonkan jadi presiden lagi oleh Harmoko. Lantas anak presiden dan sejumlah pejabat membalasnya dengan humor pula. Antara lain dengan melancarkan Gerakan Cinta Rupiah dan perlombaan menyumbang emas secara mencengangkan. Tampaknya dalam situasi krisis, orang kian butuh humor. 

Boleh jadi pers dibungkam, aktivis prodemokrasi dipenjara, organisasi kemahasiswaan dan pemuda dibonsai, wakil rakyat sejati di-recall, aspirasi rakyat disumbat, tapi siapa yang bisa melarang orang bikin humor? Barangkali humor adalah sebuah bentuk katarsis orang dari ketidakberdayaannya dalam dunia nyata. Bisa saja penataran P-4 telah dijalankan secara sistematis, gerak-gerik setiap warganegara diawasi dan para wakil rakyat diberi pembekalan, tapi apa memang “ya” lantas semua jadi serba seragam?

Kumpulan humor dalam buku ini, paling tidak membuktikan bahwa ternyata tidak semua manusia Indonesia telah “mati pikir” di negerinya sendiri. Ada sejumlah orang yang masih kreatif dan berotak sehat. Buktinya mereka bisa membuat humor. Dan lewat humor-humor bikinannya itu mereka berhasil mengundang orang lain untuk tersenyum. Meski kadang sinis dan menyakitkan. 

Kumpulan humor yang diterbitkan dalam buku ini seluruhnya di-down load dari internet. Sebuah media yang hingga kini belum bisa dikontrol apalagi dibredel oleh Polri, ABRI, Bakin, BIA atau demit sekali pun. Apalagi oleh Deppen yang hingga kini masih sibuk melakukan pembinaan terhadap para pemimpin redaksi media cetak lewat telepon, faksimili dan sejumlah pemanggilan. 

Barangkali banyak di antara humor yang ada di buku ini merupakan pengulangan dari sejumlah lelucon yang pernah diterbitkan. Barangkali para pengirim humor ini memang mengadaptasi dari humor tentang penguasa Uni Soviet (dulu) atau lainnya. Itu tak penting, sebab penderitaan itu berfaham universalian. Dalam strata penderitaan yang sama, ideologi komunis atau sosialis seketika diganti dengan kapitalis atau Pancasila. Figur diktator Hitler bisa diganti dengan Breznhev atau Lon Nol atau Soeharto. Kedunguan tokoh De Gaulle dalam humor Perancis bisa paralel dengan kedunguan Syarwan yang pernah mengatakan, “Dari nyanyinya saja, saya bisa menebak ideologi seseorang.” Dalam sebuah lakon tragedi, memang banyak paralelisme yang bisa dari tokoh-tokohnya. Di bawah sebuah penindasan batas antara tragedi dan komedi memang begitu tipis.

Berikut ini adalah salah satu cerita lucu yang ada di buku Mati Ketawa Cara Dari Pada Soeharto. 

Arwah Machiavelli berkeliling dunia hendak melihat konsep kekuasaan di berbagai negeri.

Pada Presiden Prancis ia bertanya, “bagaimana cara anda bisa berkuasa?”
Dijawab, “kalau saya dipilih via pemilu, yang suka memilih saya, yang tidak suka boleh jadi oposisi!”

Pada Presiden Amerika ia bertanya, “ Bagaimana kau bisa berkuasa?”
Dijawab, “ Saya bisa berkuasa karena para bankir dan pengusaha ada di belakang saya.”

Pada Presiden Rusia ia bertanya, “ Bagaimana kalian bisa berkuasa?”
Dijawab, “Saya bisa berkuasa karena menjanjikan kemakmuran bersama.”

Pada Presiden Indonesia ia juga bertanya. “Bagimana cara kau bisa terus berkuasa.”
Dijawab, “Karena Saya Berkuasa!”.
Dan Kemudian arwah Machiavelli pun bersujud pada presiden kita. Betapa hebatnya presiden kita.

Segeralah download buku ini Selamat tertawa! Tertawalah sepuasnya, Sebelum penguasa melarang orang tertawa dengan cara melarang buku ini...


Saturday, October 23, 2010

Book "Gokil - Sebuah Kompilasi Kedodolan"

0 comments

Sedang berjalan-jalan di Metro Plaza Senayan bersama Wenni dan Tiyas.

Pernyataan bodoh:
Saya : "Bo, gue nggak ngerti deh ama Superman baru. Kenapa ya ketika dia jadi Clark Kent itu rambutnya gonjes, tapi kalo jadi Superman teh cepak. Ga berantakan lagi kalo terbang. Edan yah!"

Tanggapan tolol pertama:
Tiyas : "Mungkin pake hairspray."

Tanggapan tolol kedua:
Wenni : "Ih kalo gue mah gak mikirin rambutnya. Yang gue gak ngerti... Superman itu kenapa matanya pake infra red? Hari gini jamannya udah bluetooth gitu loohh..."

*catatan redaksi: Wenni bekerja di bidang telekomunikasi.

Percakapan di atas hanya salah satu bagian dari kumpulan blog Miund (ya, ini nama orang), seorang perempuan twenstysomething di Jakarta. Masih banyak lagi berbagai bahasan ringan, lucu, dan tajam tentang kehidupan sehari-hari dalam buku ini. Disajikan dengan idealis tanpa menggurui. Kadang tampak "termehe-mehe", naif, bingung dengan langkah yang diambil, yang akhirnya membuat tulisan pekerja kreatif ini jadi lucu, dalam, sekaligus...gokil!


"...kombinasi menghibur antara humor, intelektualitas, dan kecerdasan."  Dewi Lestari

"...buku ini penting 'gila' buat gaul, supaya kita gak 'basi' kalo lagi nongkrong..."  VJ Daniel

"...buku GILA, sungguh buku yang benar-benar penting!"  Arie Dagienk


Blog Award

 

FaiK Share. Copyright 2008 All Rights Reserved Revolution of FaiK theme by FaiK MuLaCheLLa | Distributed by Blogger Templates Blog Corp