Monday, October 24, 2011

Book "Kalo Einstein Jadi Koki"

0 comments

Ingin sekali tahu soal seluk beluk sains dalam makanan, tapi malas belajar dari buku-buku ajar yang kering dan membosankan? Punya buku ini tidak bedanya dengan ditemani seorang ilmuwan yang bisa memenuhi rasa ingin tahu kita dengan bahasa yang sederhana.

Sebagai seorang guru besar kimia dan kolumnis rubrik boga di salah satu surat kabar terkemuka di Amerika Serikat, Robert L. Wolke Menyajikan lebih dari 100 uraian yang ringan dan santai namun andal, sambil meluruskan sejumlah salah kaprah dan membantu kita memahami bahasa iklan dan label kemasan yang membingungkan.
  • Mengapa makanan menjadi coklat ketika dimasak?
  • Apa jasa mertua Christopher Columbus bagi kita?
  • Tahukah Anda bahwa “garam laut” bisa berasal dari tambang di darat?
  • Apakah kita dapat membuang kelebihan garam dari sup yang keasinan?
  • Apa beda antara lemak dan asam lemak?
  • Apa yang menjadikannya jenuh atau tidak jenuh?
  • Apa yang terkandung dalam air minum kita?
  • Apa yang dilakukan MSG pada makanan sehingga makanan jadi enak?
  • Mengapa daging sapi berwarna merah (bukan karena darah)?
  • Tahukah Anda air panas dapat membeku lebih cepat daripada air dingin?
  • Mengapa kita tidak boleh memasukkan barang terbuat dari logam ke microwave?
  • Apakah kita dapat memasak dengan cahaya?
  • dan banyak lagi…

Friday, October 21, 2011

Book "Nikah di Bawah Tangan: Praktik Nikah Sirri Mahasiswa Jogja"

0 comments



Nikah sirri merupakan alternatif dari kebuntuan para pasangan yang keinginan menikahnya sudah membuncah dan memenuhi ruang batin, tapi tidak mampu melangsungkan pernikahan karena adanya hambatan dan ketidaksiapan psikologis, sosioiogis, dan ekonomi.


Meskipun secara Islam nikah sirri adalah sah, karena sesuai dengan syarat rukun pernikahan dalam Islam, namun ia membawa implikasi negatif bagi perempuan dan anak yang dihasilkan dari pernikahan tersebut, baik secara hukum maupun sosial.

Secara hukum, istri tidak dianggap sebagai istri yang sah; tidak berhak atas nafkah dan warisan suami jika meninggal dunia; dan tidak berhak mendapatkan harta gono-gini apabila terjadi perceraian. Secara sosial, istri sulit bersosialisasi dengan masyarakat sekitar karena perempuan yang melakukan nikah sirri sering dianggap telah tinggal satu rumah dengan laki-Iaki tanpa ikatan perkawinan (samen leven) atau dianggap menjadi istri slmpanan.

Status anak yang dilahirkan pun dianggap tidak sah (anak di luar nikah), dan hanya mempunyai hubungan perdata dengan ibu dan keluarga ibu, serta tidak berhak atas nafkah dan warisan orangtuanya. Ironisnya, nikah model ini justru banyak dipraktikkan oleh mahasiswa Muslim Yogyakarta, komunitas intelektual yang banyak tahu akan hukum.

Dalam buku ini, penulis mengurai fenomena nikah sirri di kalangan mahasiswa Muslim Yogyakarta dengan menggunakan pisau analisis sosiologi, sekaligus menelusuri sebab, motivasi, dan tujuan normatif, psikologis, biologis, dan sosial-ekonomi mereka sehingga memilih menikah secara sirri.


Book "Dinding-Dinding Kaca"

0 comments


Kuayun-ayunkan badan ketika dia mengayun-ayunkan badan, kukepak-kepakkan tangan ketika dia mengepak-ngepak, berteriak dan bersenandung ketika dia berteriak dan bersenandung.
Kami menjulingkan mata kami pada saat yang sama, menabrakkan tubuh kami ke dinding bersama, menggigit tangan sendiri bersama-sama, membenturkan kepala kami secara serempak. Aku menjadi cerminnya.
Tak ada yang mengira, Howard Buten sang artis pantomim, penulis sejumlah novel, yang juga psikolog ini, berhasil merasakan seperti apa menjadi autistik. Dalam perjalanan panjangnya, Buten menemukan bahwa dengan meniru semirip mungkin semua gerak tubuh pasien autistik, dia bisa menarik perhatian mereka dan – yang lebih penting – mampu berempati kepada mereka. Rasa memahami ini juga menjadi jalan untuk menembus “dinding kaca” yang mengisolasi para penyandang autisme.

Dinding-Dinding Kaca adalah curahan hati Buten yang selama tiga dasawarsa bekerja dengan anak-anak autistik. Selama itu, Buten merasakan bahwa definisi dan deskripsi mengenai autisme – seperti apa dan darimana asalnya – hanya membuat frustasi. Buten pun berusaha menemukan caranya sendiri – membuat para penyandang autisme itu menjadi hidup; membuat mereka lebih memesona dan lebih baik.
“Buten menulis dengan bakat sejati yang membangkitkan harapan tentang suatu cara yang kadang menyayat hati bagi orang-orang autistik di Bumi ini”
Penulis : Howard Buten, Ph.D. adalah pendiri Adam Shelton Center di Paris. Selain harus membagi waktunya antara Paris dan New York, Buten juga melakoni dua profesi lain: sebagai seorang artis panggung di Eropa, dia adalah Buffo si badut pantomom yang teatrikal; dan sebagai penulis, dia sudah melahirkan tujuh novel yang diterbitkan di Prancis. Novel pertamanya, Burt, juga diterbitkan di Amerika Serikat pada 1981, dan diterbitkan kembali pada 2000 dengan judul When I Was Five I Killed Myself.



Book "100 Tokoh yang Mengubah Indonesia"

0 comments


Ada yang mengatakan bahwa sejarah merupakan riwayat hidup orang-orang besar. Tidak selalu demikian, memang, akan tetapi sulit diingkari bahwa riwayat orang-orang besar itu sendiri merupakan sebagian mungkin yang terbesar dari grand narrative sejarah.

Buku ini merangkum riwayat hidup tokoh-tokoh besar bangsa Indonesia yang paling berpengaruh di abad keduapuluh. Mereka bisa merupakan tokoh protagonis, bisa juga antagonis. Mereka bisa saja pahlawan pemersatu bangsa, bisa pula seorang tokoh gerakan separatis. Mereka bisa seorang tokoh politik, bisa pula datang dari dunia seni atau bisnis.

Banyak hal yang bisa diteladani dari mereka yang telah mengubah sejarah bangsa ini. Misalnya totalitas dalam perjuangan seperti yang ditunjukkan oleh Jenderal Soedirman, idealisme tinggi dan semangat perubahan seperti yang ada pada diri Soe Hok Gie maupun Chairil Anwar, ketekunan dan konsistensi dari H.B. Yassin dan sebagainya. Bahkan dari mereka yang mendapat tempat yang kurang baik dalam sejarah bangsa seperti Abdul Qahhar Mudzakar atau Daud Beureuh, Kartosoewirjo, D.N. Aidit dan Tan Malaka, kita selalu bisa mendapatkan pelajaran berharga.


Sunday, June 19, 2011

Book "Pemanasan Global Mengancam Bumi"

0 comments

Pemanasan Global (Global Warming) dan Krisis Iklim (Climate Crisis) adalah dua isu global yang semakin sering didengungkan oleh berbagai pihak belakangan ini. Tetapi sayangnya porsi pemberitaan kedua topik yang sangat mendesak ini di media massa masih sangat minim. Untuk itulah buku kecil ini dibuat: untuk memberikan pengetahuan kepada pembacanya mengenai pemanasan global, bahayanya, serta solusi untuk mengeremnya.

Mengeremnya? Ya, mengerem pemanasan global tidaklah mustahil apabila masing-masing dari kita mau berubah. Perubahan pola pikir dan pola hidup dapat mengerem pemanasan global hingga titik terendah yang bahkan mungkin Anda pikir mustahil untuk dilakukan.

Sumber utama informasi yang disediakan di dalam buku ini adalah internet. Pada dasarnya Internet menyediakan hampir semua informasi yang kita butuhkan. Tetapi sayangnya masyarakat Indonesia yang memiliki akses ke internet masih terbatas. Buku ini juga ditujukan untuk menjembatani hal tersebut. Apabila Anda memiliki akses internet, Anda dapat menemukan referensi lanjutan di tiap-tiap artikel dan pada halaman “sumber informasi lainnya” di halaman 39. Dan karena internet dapat diakses secara gratis, maka buku ini pun dapat Anda peroleh secara gratis.

Semoga buku ini dapat bermanfaat bagi Anda. Marilah bertindak! Lakukanlah tindakan nyata! Saat ini kita berpacu dengan waktu untuk mengerem pemanasan global agar kita tidak sampai pada titik terburuk yang sudah tidak mungkin untuk diubah lagi. Lakukanlah hal itu untuk planet bumi, untuk anak cucu Anda, dan terutama diri Anda sendiri.


Thursday, May 26, 2011

Book "Konflik dan Reformasi TNI di Era SBY"

0 comments

Untuk pertama kali dalam sejarah, rakyat Indonesia memilih secara langsung pemimpin politik tertingginya pada tanggal 20 September 2004. Pasangan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan pengusaha Muhammad Jusuf Kalla terpilih sebagai Presiden dan Wakil Presiden dalam pemilu yang dicatat sebagai pemilu yang aman, jujur dan demokratis, serta mendapat penghargaan luas di panggung internasional.

Namun, ada kekhawatiran atas naiknya SBY jadi presiden. Ia bagaimanapun tumbuh dan dibesarkan dalam era kepemimpinan otoriter di mana militer merupakan kekuatan dominan yang memiliki privilese dan prerogatif besar. Ia juga jadi presiden tidak lepas dari dukungan meluas dari kekuatan militer, khususnya para purnawirawan. Namun, di luar kekhawatiran akan kembalinya militer dalam politik, gerakan masyarakat sipil sendiri memiliki begitu banyak kelemahan, khususnya soal agenda gerakan sipil yang berceceran, tidak menyatu. Para pemimpin sipil juga tidak jelas dan tidak tegas dalam reformasi sektor keamanan dalam sistem politik yang demokratis.

Dua soal besar didiskusikan dalam buku ini. Pertama, bagaimana nasib reformasi sektor keamanan, khususnya penegakan supremasi sipil atas militer, di bawah Presiden baru yang kebetulan seorang pensiunan Jenderal bintang empat. Kedua, bagaimana peluang dan kemungkinan terjadinya konflik sosial dan disintegrasi nasional di bawah kepemimpinan nasional baru.


Saturday, May 21, 2011

Book "Pemilu 2004: Transisi Demokrasi dan Kekerasan"

0 comments

Pemilu di masa Orde Baru selalu identik dengan kekerasan. Begitu banyak kekerasan yang berasal dari luar tumpah ke pemilu (efek spillover). Tak heran, setiap menjelang dan selama pemilu begitu banyak pihak yang bersiap mengamankan. Sementara rakyat di banyak wilayah, harus siap menerima kemungkinan terjadinya kekerasan. Sepertinya bangsa ini, dengan pemilu, menghadapi bencana nasional lima tahunan.

Menjadi penting untuk melihat apakah tradisi kekerasan dalam pemilu sebagaimana masa Orde Baru, bisa diputus pada Pemilu 2004 dan sesudahnya. Sehingga, dalam pemilu rakyat mendapatkan tidak hanya penguasa, tetapi juga pemimpin yang mampu menjawab tantangan jamannya.

Buku ini di desain dengan maksud memetakan berbagai masalah dalam pemilu, dari soal aturan perundangan dan implikasinya, peta kekuatan politik, potensi kekerasan, upaya pemahaman masalah untuk solusi damai. Pada akhirnya, buku ini diharapkan ikut memberi sumbangan pemikiran mengenai pentinganya menciptakan pemilu sebagai solusi damai masalah berbangsa.


Thursday, May 19, 2011

Book "Perlawanan Tanpa Kekerasan"

0 comments

Benarkah hanya kekerasan yang bisa digunakan untuk melawan kekerasan, kekejaman, dan ketidakadilan? Benarkah hanya kekerasan sebagai satu-satunya alternatif bagi penyelesaian masalah? Jawabnya TIDAK. Masih banyak cara-cara tanpa kekerasan yang bisa dipilih dan digunakan untuk menghadapi ketidakberuntungan serta penderitaan yang ada di sekitar kita. Buku yang sedang Anda baca ini merupakan kumpulan cerita yang menggambarkan berbagai upaya perlawanan tanpa kekerasan (non-violence resistance) yang dilakukan oleh orang-orang biasa yang hidup di wilayah konflik di Kalimantan Barat, Maluku, dan Sulawesi Tengah.

Cerita-cerita seperti ini sangat jarang diketahui dan didengar (bahkan diabaikan) oleh masyarakat luas. Perlawanan tanpa kekerasan memang bukan sebuah upaya yang populer ketika wacana yang lebih banyak disampaikan dan disebarkan melalui media komunikasi kita adalah wacana tentang kekerasan dan kekerasan.


Wednesday, May 18, 2011

Book "The Making of Ethnic and Religious Conflict in Southeast Asia"

0 comments

Ethnic and religious conflict has been as old as longing for peace. It proves to have been inhuman and disastrous in such a society where there is no a democratically-conducted consensus between actors or/and institutions.

The Making of Ethnic and Religious Conflict in Southeast Asia is an anthology of conflict phenomena, their context and dimensions, and appropriate resolutions hermeneutically shared in the light of multi-dimensional approaches. Suggested methods for handling the various typical conflicts are in fact as important as for understanding their state of becoming. So to speak, this book is of course a theoretical but also a practical contribution for the very participation in peace-building efforts as these writers have deliberately shown in a number of experiences.

This book is precisely dedicated to those who concern, experience and cognitively attached to the fact of civil war, self-determination conflict and fundamentalism, and at least, to those readers and practitioners without whom this conflict-laden region will still be burning by the fire of prejudice, anger, and war.


Book "Masyarakat Sipil dan Pencegahan Konflik Bersenjata"

0 comments


Kecenderungan konflik dan upaya perdamaian yang marak belakangan ini, hendak mengungkapkan suatu kenyataan bahwa kawasan rentan konflik di Indonesia sedang mengalami dinamika pasca konflik dengan memasuki tahap pemulihan dan rekonstruksi. Konflik Maluku, Maluku Utara, Poso, dan Kalimantan Barat sudah menunjukkan deskalasi yang signifikan, meski masih ditandai lambatnya upaya pemulihan perdamaian. Konflik Aceh, setelah kesepakatan Helsinski, memasuki tahap kesepakatan pasca konflik yang membutuhkan strategi pembangunan perdamaian yang lebih padu demi perdamaian berkelanjutan di kawasan ini.

Tantangan baru yang muncul dari dinamika konflik dan perdamian di kawasan ini meminta strategi dan pendekatan tertentu untuk pencegahan konflik dan pembangunan. Sudah umum diketahui kalau pada tahap pasca konflik dan pasca kesepakatan damai, potensi konflik dan konflik laten bisa pecah menjadi konflik kekerasan dan tentu saja mengganggu proses perdamaian yang sedang dibangun. Ini terjadi terutama karena negara, lembaga politik, dan masyarakat sipil sangat lemah kapasitasnya dalam mencegah konflik dan mengelola proses perdamaian yang masih harus dikaitkan dengan potensi konflik dan ketegangan sosial.


Book "Potret Retak Nusantara"

0 comments

Buku Potret Retak Nusantara: Studi Kasus Konflik Di Indonesia ini merupakan bagian dari upaya memetakan beraneka konflik yang terjadi di indonesia. Mulai dari konflik yang berdimensi komunal seperti Kalimantan Barat dan Maluku ; yang bercorak separitis seperti aceh dan papua ; hingga yang menyangkut aspek kebijakan publik, peranan masyarakat warga (civil society), serta fenomena pengungsi sebagai 'korban konflik'.

Fenomena fundamentalisme agama juga didiskusikan sebagai bagian dari kepingan konflik yang merupakan buah dari proses panjang (dan sering kali banal) globalisasi.


Sunday, May 1, 2011

Book "Il Principe" (Sang Penguasa)

0 comments

Il Principe (Sang Penguasa)Sang Penguasa adalah sebuah buku politik klasik. Ketika ditulis dalam abad XVI, Republik Florence (dimana pengarang menjadi warga negaranya) berada dalam genggaman kekuasaan negara Medici. Republik ini merupakan salah satu dari kelima negara di Italia yang terpecah-belah. Hubungan antara kelima negara begitu rapuh. Sebagai negarawan yang kaya dengan pengalaman berdiplomasi di luar negeri, Niccolo Machiavelli merindukan satu Italia yang bersatu. 

Persatuan itu dapat terwujud bila tampil seorang penguasa yang memiliki kekuasaan absolut, dan berani bertindak secara apapun demi kelestarian kekuasaannya. Wajah sang penguasa itu adalah perpaduan yang saling melengkapi antara Raja Perancis Louis XII, yang suka pembaruan tetapi tidak menyadari bahaya yang timbul akibat pembaruan itu, dengan Pangeran Cesare Borgia yang terkenal berani dan kejam dalam mempertahankan kekuasaannya, dan Paus Julius II, yang dapat menjaga kekuasaanya berkat pengaruh dan bantuan luar negeri.


Saturday, April 30, 2011

Book "Solusi Untuk Indonesia"

0 comments

Buku Solusi Untuk Indonesia: Prediksi Ekonofisik/kompleksitas ini hadir sebagai upaya ingin memberikan apa yang menjadi pergulatan pemikiran dan perasaan sebagai bagaian dari sebuah bangsa Indonesia yanb bercampur-aduk dengan pergumulan bersama data-data dan detail komputasi dan analisis mekanika statistik. Kita seringkali menganggap bahwa apa yang menjadi permasalahan bagi kita adalah apa yang dilihat oleh dunia tentang kita, padahal permasalahan utama adalah bagaimana kita melihat diri kita sendiri. Ini merupakan landasan pentingnya konsep Wawasan Nusantara bagi kita semua, setiap generasi, seluruh golongan ekonomi dan kerja, semua elemen negeri. Buku ini bermotif mengetengahkan sebuah kacamata sainskompleksitas untuk hal ini, agar kita makin hari makin memahami diri kita, dan makin lama makin cinta dengan bumi pertiwi tempat kita lahir, hidup dan akhirnya menutup mata.

Buku Solusi Untuk Indonesia: Prediksi Ekonofisik/kompleksitas ini diawali dengan mengetengahkan selitas darmawisata ke ranah sistem kompleks, kajian ekonofisika, dan sosiofisika dan dunia komputasi interdisiplin yang menjanjikan banyak hal untuk implementasi kajian sosial masa depan.


Saturday, April 9, 2011

Book "Jalan Panjang Memupus Kedukaan"

0 comments

“Membaca karya ini, seperti mengarungi petualangan ke sebuah tempat yang tak seorang pun bisa bayangkan sungguh-sungguh ada di sana.” The Washington Post

“Buku Didion ini mendebarkan… sebuah buku yang hidup, tajam, dan tak terlupakan.” The New York Times

“Sebuah tindakan berani yang sempurna, sang penulis tahu bahwa penjelasannya mengizinkan kita untuk tahu apa yang ada dalam pikirannya saat diselimuti kabut kedukaan.” TIME Magazine

“Tak terpikir olehku bahwa kita membutuhkan buku selain ini… Aku tidak dapat membayangkan bagaimana menghadapi kematian orang yang kita cintai tanpa buku ini.” John Leonard, The New York Review of Books


Monday, March 28, 2011

Book "The Aceh Peace Process Involvement of Women"

0 comments

With signing of the Memorandum of Understanding on 15 August 2005 in Helsinki, Aceh has a chance to create a fair, just and equal society after decades-long conflict. Parties to this agreement - the Government of Indonesia and the Free Aceh Movement - have been implementing its clauses with commitment, receiving praise from international community.

As men have been visible in the peace process, the Crisis Management Initiative CMI was interested in establishing the status of women’s involvement and their participation in developing the society and its governance. CMI, in collaboration with the United Nations Development Fund for Women UNIFEM and the Center for Community Development and Education CCDE interviewed representatives of the Indonesian government, GAM leadership, Aceh Monitoring Mission, international organisations and, most importantly, Acehnese women and women’s organisations to establish the status of women’s involvement in the peace process so far, and to provide recommendations to the Peace Agreement parties on enhancing women’s participation in decision-making processes.

The report found that women’s participation in the peace process has thus far been limited. It was underlined that strengthening women’s involvement and listening to their views and opinions will vastly benefit Aceh. First of all, it will strengthen the process of building a society that can rely on peace. The “peace enhancing” potential of women, seen to be the most neutral party to the conflict, has not yet been utilised. Involving women will strengthen the economy, by benefiting from the capacity and skills of more than half of the population. Involving women is necessary if the process is to be democratic – especially considering that women make up the majority of the Acehnese people.

Both GAM and the government representatives confirmed in interviews that they wish that women were involved in implementing the Peace Agreement. The report recommends that the Peace Agreement parties should establish regular contacts with women’s organisations. They should also make special efforts and provide sufficient resources to facilitate women’s participation in the peace process more effectively. The parties need to make it publicly evident and that they want women to be involved. GAM and the government should also request that their external partners pay attention to women’s participation.


Saturday, March 26, 2011

Book "How I Sold 1000 CDs In 30 Days"

0 comments

How I Sold 1000 CDs In 30 Days How I Sold 1000 CDs In 30 Days How I Sold 1000 CDs In 30 DaysIni buku asing? Bukan. Cuma judulnya saja yang berbahasa Inggris. Isi buku tipis 117 halaman ini sepenuhnya berbahasa Indonesia dan ditulis juga oleh orang Indonesia yang mungkin sudah tidak asing lagi bagi Anda: Pandji Pragiwaksono. Ya, Pandji, penyiar Hard Rock FM Jakarta dan host acara TV "Kena Deh!" yang sekarang sudah habis masa tayangnya.

Buku ini sebenarnya bukan buku tentang how to make money from blogging. Seperti dijelaskan penulisnya, buku ini sebenarnya adalah sebuah catatan hasil praktikum pribadi dari sejumlah buku marketing seperti Purple Cow, All Marketers are Liars dan Free Prize Inside dari Seth Godin, Tipping Point dan I Can Cre8 dari Malcolm Gladwell, 80/20 Principle dari Richard Koch, Fake Factors dari Sarah McCartney, We Are Smarter Than Me karya Barry Libert dan Jon Spector dan Treasure Hunt dari Michael J. Silverstein.

Secara sederhana, buku ini mengupas kiat-kiat yang dilakukan Pandji Pragiwaksono untuk menjual 1000 CD hiphop karyanya hanya dalam waktu satu bulan dengan memanfaatkan teknik-teknik marketing dari buku-buku yang dibacanya.

Yang menjadikan buku ini menarik, setidaknya buat saya, adalah sifatnya yang applicable untuk dunia blogging. Dengan kata lain, Anda bisa menghasilkan uang lewat blog dengan lebih baik jika telah membaca dan menerapkan kiat-kiat yang ada di dalam buku ini.

Apa saja yang diungkap buku ini? Buku ringkas berukuran saku terbitan Gramedia Pustaka Utama ini terdiri dari 7 Bab. Setiap bab menguraikan apa yang dilakukan Pandji untuk menjual CD-nya hanya dalam tempo satu bulan.


Book "A to Z About Indonesian Film"

0 comments

Sinopsis Buku A to Z about Indonesian FilmSebuah buku dari kritikus dan sutradara film Ekky Imanjaya yang menguak sejarah bangkitnya perfilman Indonesia. Fim Indonesia? Ya. Kenapa tidak? Sejarah membuktikan film Indonesia telah tidur lebih dari 10 tahun dan kita hanya ditinggali fim komedi Warkop dan film jadul lainnya. Dan tidak ada yang bisa membangkitkannya. 

Ekky Imanjaya menulis sejarah kebangkitan itu dalam sebuah buku berjudul A - Z About Indonesian Film.


Tuesday, March 15, 2011

Book "IPDN Undercover"

0 comments

"Beberapa pihak menyuruh saya tutup mulut. Mereka membuat kontra isu bahwa saya mencari popularitas, mencari uang, mencari jabatan, mencari sensasi, dan lain-lain. Bagi saya, hal ini semakin menampakan bahwa antara saya dan mereka berbeda paradigma, berbeda cara berfikir, berbeda persepsi, dan berbeda maqam.
Melalui buku ini, saya ingin menjelaskan kepada dunia bahwa motivasi saya melakukan semua itu berangkat dari hati nurani, hanya karena ridha ALLAH, sangat jauh melampaui self actualization. Karena banyak psikolog yang berpendapat bahwa tingkah laku seseorang tidak jauh dari masa lalunya, maka kesaksian ini saya tulis bersama riwayat hidup saya dengan penuh kejujuran dari nurani yang terdalam, Oleh karena itu, isinya banyak bercerita mengenai bagaimana saya berjuang, bagaimana kegagalan saya, dan bahkan meriwayatkan bagaimana ketika saya harus terkurung dalam penjara kemiskinan." Inu Kencana, Penulis.

Sosok Inu Kencana Syafiie dua kali mengentak publik tanah air: September 2003, ketika membongkar kasus kematian praja Wahyu Hidayat; dan April 2007, ketika penganiayaan berujung kematian praja kembali mengguncang IPDN, Jatinangor.

Setumpuk kasus bersembunyi di balik tembok IPDN. Pembunuhan, seks bebas, narkoba. Tidak smua terekspose media,tetapi Inu bertekad ingin menyingkapnya kepada dunia. Demi kebenaran sejarah, demi kebaikan almamaternya.

Luar biasa berani,lugas, ceplas-ceplos, dan penuh humor. Kombinasi unik itu lengkap ada pada diri Inu. Buku di tangan anda ini menggambarkan dengan detail siapa Inu Kencana dan dari mana dia mendapat tenaga begitu besar untuk melawan arus, menentang kekuasaan yang menurutnya sengaja melindungi tindak kejahatan. Fakta-fakta mencengangkan dari balik tembok IPDN akan semakin membuat Anda paham, mengapa Inu memilih untuk "memberontak". Seperti cerita David yang mengalahkan Goliat, kisah Inu benar-benar akan memberi Anda raksasa inspirasi. 


Saturday, March 12, 2011

Book "Bayang Gurita"

0 comments

Sebuah buku yang akan membuka pikiran anda tentang kenyataan, bahwa dunia sedang dalam rekayasa sebuah oerganisasi terselubung yang menginginkan dunia ini berada seluruhnya di bawah kendali mereka. Bagaimana mereka mengadu domba dunia, menciptakan berbagai macam bencana alam dan penyakit, bagaimana mereka menghancurkan sebuah negara untuk kepentingan mereka. Terdengar ekstrem mungkin, tapi bagi anda yang belum tahu, mungkin dengan membaca buku ini anda akan memahami sesuatu yang selama ini tidak terpikirkan dalam benak anda.

Jerry Duane Gray, penulis buku ini, seorang Jerman berkewarganegaraan Amerika, dalam buku berjudul lengkap "Bayang Gurita: Mengungkap Pergerakan Freemason dan Organisasi Anti Islam Dunia" ini dengan tajam dan lugas ia ungkapkan pergerakan organisasi dunia yang memusuhi Islam, Freemason. Buku ini menggambarkan sebuah konspirasi Freemason yang bertujuan untuk menciptakan Kebijakan Baru Dunia (The New World Order) di bawah kekuasaan Setan melalui tangan mereka. Dan kita akan tahu bahwa hampir semua kejadian yang menimpa dunia dalam sejarah adalah berjalan deangan design mereka. Artinya sudah direncanakan, dan kita tidak menyadarinya.

Download Buku Bayang Gurita


Download Buku  Jerry Duane Gray: Dosa-dosa Media Amerika disini

Thursday, March 10, 2011

Book "Istri-istri Sukarno"

0 comments

Sukarno, presiden pertama Republik Indonesia, merupakan gambaran seorang pemimpin besar di mata rakyat Indonesia. Jiwa kepemimpinan dan karismanya yang terpancar kuat mungkin masih dapat disaksimatakan oleh beberapa orang yang masih hidup di masa Sukarno berkuasa. Daya tarik Sukarno inilah yang juga sulit untuk ditolak oleh beberapa perempuan yang pernah hadir sebagai penghias hati bapak proklamator Indonesia ini. Tercatat ada 9 orang wanita yang pernah dinikahinya. Sampai akhir hidupnya, beberapa telah berstatus sebagai mantan istri dan beberapa lagi masih menjadi istri yang sah.

Sukarno memang adalah seorang pecinta dan pemuja wanita. Ibarat kumbang di taman yang hinggap dari satu bunga ke bunga yang lain, demikianlah Sukarno. Sukarno memang bukan sosok manusia hipokrit. Dalam wawancara yang dilakukan Cindy Adams, penulis biografinya, dengan terang-terangan Sukarno mengatakan, " I'm a very physical man. I must have sex everyday. "

Reni Nurhayati, sang penulis buku, menilai bahwa memang tak ada satupun dari istri-istri Sukarno yang tidak cantik. Pada Bambang Widjanarko, orang yang pernah 8 tahun menjadi ajudannya, ia berujar, "Ya, aku senang melihat wanita cantik. Aku akan merasa lebih berdosa bila berpura-pura dengan mengatakan tidak atau bersikap seakan tidak senang. Berpura-pura seperti itu namanya munafik dan aku tidak mau munafik." Di saat yang berbeda, ia juga pernah mengatakan, "Aku menjunjung Nabi Besar. Aku mempelajari ucapan-ucapan beliau dengan teliti. Jadi, moralnya bagiku adalah: bukanlah suatu dosa atau tidak sopan kalau seseorang mengagumi perempuan yang cantik. Dan aku tidak malu berbuat begitu, karena melakukan itu pada hakekatnya aku memuji Tuhan dan memuji apa yang telah diciptakanNya."

Siti Utari Tjokroaminoto, Inggit Ganarsih, Fatmawati, Hartini, Kartini Manopo, Naoko Nemoto yang kemudian berganti nama menjadi Ratnasari Dewi, Haryati, Yurike Sanger, dan Heldy Djafar, demikian nama kesembilan bunga hati Sukarno. Cinta memang buta, ia juga tak kenal usia, demikianlah faktanya yang terjadi dengan cinta Sukarno. Mulai dari yang lebih tua darinya 15 tahun (Inggit Ganarsih) hingga yang lebih muda 46 tahun (Heldy Djafar), semua telah jatuh dalam pesona Sukarno. Bagi Sukarno, kebahagiaan dalam perkawinan baru akan tercapai apabila si istri merupakan perpaduan daripada seorang ibu, kekasih dan seorang kawan. Hal ini mungkin yang membuat Sukarno tetap bisa bersikap sama romantis terhadap istri tua maupun istri mudanya. Ia sanggup membuat istri-istrinya merasa bahwa merekalah satu-satunya wanita dalam hidup Sukarno.

Kepiawaian Sukarno mengambil hati wanita memang tidak diragukan lagi. Surat cinta, rayuan, dan sikap gentleman khas Sukarno menjadi hal yang masih dapat dikenang oleh istri dan mantan istrinya. Kendati beberapa diantaranya sudah bercerai dan menikah lagi dengan pria lain, mereka masih fasih membahasakan kembali sederetan kata indah yang pernah ditulis dan diucapkan oleh Sukarno. Banyak gelar yang akhirnya orang sandangkan pada Sukarno menyangkut keahliannya yang satu ini, diantaranya Arjuna, Casanava Cinta, dan Don Juan, sedangkan dari pengagumnya di luar negeri ia dijuluki A Great Lover. Sepak terjangnya memang telah sampai menjadi sorotan dunia, pers barat bahkan dengan sinis menyebutnya " Le Grand Seducteur - tidak bisa melihat rok wanita tanpa bernafsu".

Bagaimanapun penilaian kita pada pribadi Sukarno mengenai kehidupan asmaranya bersama wanita-wanitanya, beliau tetaplah aktor sejarah yang sangat berpengaruh besar terhadap bangsa Indonesia. Dibalik perjuangannya bagi bangsa ini, tertoreh nama Inggit Ginarsih yang Sukarno sendiri sebut sebagai Srikandi Indonesia di depan khalayak ramai pada waktu Kongres Indonesia Raya di Surabaya tahun 1931, dan Fatmawati sang penjahit bendera pusaka Indonesia.

Tidak tahu seberapa besar cintanya pada istri yang satu maupun istri yang lainnya namun satu hal yang pasti cintanya pada Ibu Pertiwi sangatlah besar. Ratna Sari Dewi dalam buku Bung Karno Bapakku, Guruku, Sahabatku, Pemimpinku: Kenangan 100 Tahun Bung Karno, menyatakan bahwa sesungguhnya Sukarno adalah seorang pahlawan sejati yang hanya mencintai negara dan bangsanya.


Blog Award

 

FaiK Share. Copyright 2008 All Rights Reserved Revolution of FaiK theme by FaiK MuLaCheLLa | Distributed by Blogger Templates Blog Corp