Tuesday, November 1, 2011

Panduan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM)

0 comments


Didasari kesadaran penuh atas adanya kesenjangan antara teori yang diperoleh mahasiswa dengan realita kebutuhan masyarakat dan munculnya tuntutan masyarakat atas mutu lulusan perguruan tinggi yang mandiri dan siap mengantisipasi arah pengembangan bangsa, padatahun 1997 Direktorat Penenlitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, DITLITABMAS merealisasikan Program Pengembangan Budaya Kewirausahaan di Perguruan Tinggi (PBKPT). Salah satu komponen program kunci di dalamnya adalah Program Karya Alternatif Mahasiswa (KAM). Program ini hanya dapat diakses dan dilaksanakan mahasiswa sedangkan program lainnya seperti Kuliah Kewirausahaan (KWU), KuliahKerja Usaha (KKU), Magang Kewirausahaan (MKU), Konsultasi Bisnis dan Penempatan Kerja (KBPK) dan Inkubator Wirausaha Baru (INWUB), proposal diajukan kelompok dosen namun wajib menyertakan mahasiswa sebagai pelaku lapangan. KAM merupakan wahana kreasi bagi mahasiswa dalam menciptakan produk (barang atau jasa) yangakan menjadi komoditas usahanya kelak. Sedangkan pematangansebagai entrepreneur dilakukan pada program INWUB. Dengandemikian, PBKPT merupakan satu kesatuan program pendorong Perguruan Tinggi (PT) dalam menghasilkan enter- ataupun teknopreneurdari kampus. Dalam perkembangannya, KAM terasa sangat membatasi ruang kreasi mahasiswa yang memiliki minat, bakat dan intelektual beragam. Padatahun 2001, DITLITABMAS kemudian mengembangkan KAM menjadiProgram Kreativitas Mahasiswa yang membuka peluang mahasiswadalam berkarya seluas para dosennya. Sejak saat itu dikenal berbagai jenis Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), yaitu: PKM-Penelitian (PKMP), PKM-Penerapan Teknologi (PKM-T), PKM-Kewirausahaan (PKM-K), PKM-Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-M) dan PKM-Penulisan Artikel Ilmiah (PKM-I). Pada tahun 2002, PKM bergabung dengan Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) dan Lomba Karya Tulis Mahasiswa (LKTM) ke dalam program Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) di Surabaya.

Atas kebijakan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, sejak tahun 2009 pelaksanaan Kompetisi Karya Tulis Mahasiswa (KKTM) yang dahulunya bernama LKTM diintegrasikan pengelolaannya ke dalam PKM. Mengingat sifatnya yang identik dengan PKM-I, maka program KKTM dikelompokkan bersama PKM-I ke dalam PKM-Karya Tulis (PKM- KT). Untuk membedakannya, PKM-I diberi nama baru PKM-Artikel Ilmiah (PKM-AI) dan KKTM menjadi PKM-Gagasan Tertulis (PKM-GT) sesuai dengan sumber bahan penulisannya. Sesuai dengan sifat artikel yang dihasilkan, maka PKM-AI akan bermuara pada Jurnal Kreativitas Mahasiswa sedangkan PKM-GT menggantikan posisi PKM-AI di PIMNAS. Penilaian atas mutu usulan, proses pelaksanaan dan presentasi di PIMNAS, seluruhnya dilakukan berdasar atas level kreativitas mahasiswa dan orisinalitas. Orisinalitas dalam hal ini tidak hanya diartikan sebagai suatu temuan baru, akan tetapi ide yang akan direalisasikan murni berasal dari kelompok mahasiswa. Dengan demikian, Pembimbing PKM disarankan agar berperan sebagai pendamping mahasiswa yang mengawasi pelaksanaan PKM agar sesuai dengan misi masing-masing program dan tidak menjadikan mahasiswa sebagai bagian riset ataupun kegiatan akademik dosen lainnya.

Sejak Januari 2009, DITLITABMAS mengelola 6 (enam) PKM. Kompetisi Karya Tulis Mahasiswa (KKTM) yang semula menjadi tugas Direktorat Akademik dalam pengelolaannya, dilimpahkan kepada DITLITABMAS. Karena sifatnya yang identik dengan PKM-I, KKTM selanjutnya dikelola bersama-sama PKM-I dalam PKM-Karya Tulis (PKM-KT). Dengan demikian, di dalam PKM-KT terkandung 2 (dua) program penulisan, yaitu: PKM-Artikel Ilmiah (PKM-AI) dan PKM-Gagasan Tertulis (PKM-GT). PKM-I atau selanjutnya disebut PKM-AI yang merupakan artikel hasil kegiatan, tidak lagi ditampilkan dalam PIMNAS, namun dimuarakan pada e-journal. Sedangkan PKM-GT yang berpeluang didiskusikan dalam forum terbuka, diposisikan sebagai pengganti PKM-AI di PIMNAS. Namun sejak tahun 2011, jumlah bidang PKM bertambah menjadi 7 (tujuh) dengan terbitnya bidang PKM-KARSACIPTA. Uraian detilnya dapat disimak pada Tabel berikut:


Ke 7 (tujuh) jenis kegiatan PKM memiliki misi dan tuntutan teknis pelaksanaan yang berbeda. Perbedaan tersebut ditunjukkan melalui karakteristik masing-masing PKM sebagai berikut:
  • PKM-P
    • PKM-P adalah program penelitian yang bertujuan antara lain: untuk mengidentifikasi faktor penentu mutu produk, menemukan hubungan sebab-akibat antara dua atau lebih faktor, menguji cobakan sebuah bentuk atau peralatan, merumuskan metode pembelajaran, melakukan inventarisasi sumber daya, memodifikasi produk eksisting, mengidentifikasi senyawa kimia di dalam tanaman, menguji khasiat ekstrak tanaman, merumuskan teknik pemasaran, survei kesehatan anak jalanan, metode pembelajaran aksara Bali di siswa sekolah dasar, laju pertumbuhan ekonomi di sentra kerajinan Kasongan, faktor penyebab tahayul yang mewarnai perilaku masyarakat Jawa dan lain-lain kegiatan yang memiliki tujuan semacam itu.
  • PKM-T
    • PKM-T adalah program bantuan teknologi (mutu bahan baku, prototipe, model, peralatan atau proses produksi, pengolahan limbah, sistem jaminan mutu dan lain-lain) atau manajemen (pemasaran, pembukuan, status usaha dan lain-lain) atau lainnya bagi industri berskala mikro atau kecil (industri rumahan, pedagang kecil atau koperasi) dan menengah yang menyangkut kepentingan masyarakat luas dan sesuai dengan kebutuhan calon mitra program. Mitra program yang dimaksud dalam hal ini adalah kelompok masyarakat yang dinilai produktif. PKMT mewajibkan mahasiswa bertukar pikiran dengan mitra terlebih dahulu, karena produk PKMT merupakan solusi atas persoalan prioritas mitra. Dengan demikian, di dalam usul program harus dilampirkan Surat Pernyataan Kesediaan Bekerjasama dari Mitra pada kertas bermaterai Rp 6.000,- .
  • PKM-K
    • PKM-K merupakan program pengembangan ketrampilan mahasiswa dalam berwirausaha dan berorientasi pada profit. Komoditas usaha yang dihasilkan dapat berupa barang atau jasa yang selanjutnya merupakan salah satu modal dasar mahasiswa berwirausaha dan memasuki pasar. Jadi pemeran utama berwirausaha dalam hal ini adalah mahasiswa, bukan masyarakat, ataupun mitra lainnya. 
  • PKM-M
    • PKM-M merupakan program bantuan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni dalam upaya peningkatan kinerja, membangun keterampilan usaha, penataan dan perbaikan lingkungan, penguatan kelembagaan masyarakat, sosialisasi penggunaan obat secara rasional, pengenalan dan pemahaman aspek hukum adat, upaya penyembuhan buta aksara dan lain-lain bagi masyarakat baik formal maupun non-formal, yang sementara ini dinilai kurang produktif. Disyaratkan dalam usulan program ini adanya komitmen bekerjasama secara tertulis dari komponen masyarakat yang akan dibantu/menjadi khalayak sasaran.
  • PKM-KC
    • PKM-KC adalah program penciptaan yang didasari atas karsa dan nalar mahasiswa, bersifat konstruktif serta menghasilkan suatu sistem, desain, model/barang atau prototipe dan sejenisnya. Karya cipta tersebut mungkin belum memberikan nilai kemanfaatan langsung bagi pihak lain. 
  • PKM-AI
    • PKM-AI adalah program penulisan artikel ilmiah yang bersumber dari suatu kegiatan mahasiswa dalam bidang pendidikan, penelitian atau pengabdian kepada masyarakat yang telah dilakukannya sendiri (misalnya studi kasus, praktek lapang, KKN, PKM, magang, dan lain-lain). 
  • PKM-GT
    • PKM-GT adalah program penulisan artikel ilmiah yang bersumber dari ide atau gagasan kelompok mahasiswa. Gagasan yang dituliskan mengacu kepada isu aktual yang ada di masyarakat dan memerlukan solusi hasil karya pikir yang cerdas dan realistik.
Dalam upaya mengefisiensikan proses penilaian dan penyediaan reviewer, maka seluruh usulan akan dikelompokkan ke dalam masingmasing bidang PKM yang dituju (-P, -T, -K, -M, - KC, - KT). Selanjutnya setiap usulan dalam setiap bidang PKM dikelompokkan lagi ke dalam tujuh kelompok bidang ilmu, yaitu: 
  1. Bidang Kesehatan, yang meliputi: Farmasi, Gizi, Kebidanan, Kedokteran, Kedokteran Gigi, Keperawatan, Kesehatan Masyarakat, Psikologi. 
  2. Bidang Pertanian, yang meliputi: Kedokteran Hewan, Kehutanan Kelautan, Perikanan, Pertanian, Peternakan, Teknologi Pertanian.
  3. Bidang MIPA, yang meliputi: Astronomi, Biologi, Geografi, Fisika, Kimia, Matematika.
  4. Bidang Teknologi dan Rekayasa, yang meliputi: Informatika, Teknik, Teknologi Pertanian. 
  5. Bidang Sosial Ekonomi, yang meliputi : Agribisnis (Pertanian), Ekonomi, Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. 
  6. Bidang Humaniora, yang meliputi : Agama, Bahasa, Budaya, Filsafat, Hukum, Sastra, Seni.
  7. Bidang Pendidikan, yang meliputi Program Studi Ilmu-Ilmu Pendidikan di bawah Fakultas Kependidikan. 
Untuk bidang ilmu lain yang belum termasuk dalam pengelompokan bidang ilmu di atas, pengusul dapat memilih kelompok bidang ilmu yang terdekat. Perlu diketahui bahwa pengelompokan bidang ilmu tersebut PKM-KC Merupakan program penciptaan yang didasari atas karsa dan nalar mahasiswa, bersifat konstruktif serta menghasilkan suatu sistem, desain, model/barang atau prototipe dan sejenisnya. Karya cipta tersebut mungkin belum memberikan nilai kemanfaatan langsung bagi pihak lain. PKM-AI merupakan program penulisan artikel ilmiah yang bersumber dari suatu kegiatan mahasiswa dalam bidang pendidikan, penelitian atau pengabdian kepada masyarakat yang telah dilakukannya sendiri (misalnya studi kasus, praktek lapang, KKN, PKM, magang, dan lain-lain). PKM-GT merupakan program penulisan artikel ilmiah yang bersumber dari ide atau gagasan kelompok mahasiswa. Gagasan yang dituliskan mengacu kepada isu aktual yang ada di masyarakat dan memerlukan solusi hasil karya pikir yang cerdas dan realistik. PENJELASAN UMUM 7 tidak ada hubungannya dengan kuota jumlah proposal yang didanai tetapi akan digunakan sebagai salah satu dasar pertimbangan kedekatan bidang reviewer dengan usulan yang akan dievaluasi baik dalam seleksi proposal, pelaksanaan PKM maupun penjurian PIMNAS. Secara ringkas alur awal perjalanan setiap bidang PKM dan muaranya dapat dilihat pada Gambar dibawah ini:


Kecuali PKM-AI yang dahulunya dikenal sebagai PKM-I, seluruh bidang PKM bermuara di PIMNAS. PKM-AI yang telah berwujud artikel ilmiah dinilai kurang relevan di diskusikan dalam PIMNAS karena sifatnya sudah siap dipublikasikan.

PERSYARATAN DAN ATURAN PENYUSUNAN USULAN PKM
A. Persyaratan Administratif
Peserta PKM adalah kelompok mahasiswa yang sedang aktif dan resmi terdaftar mengikuti program pendidikan S1 atau Diploma. Mahasiswa pengusul dapat berasal dari berbagai program studi yang berbeda atau dari satu program studi, bergantung pada bidang kegiatan dan topik yang akan dilaksanakan, namun masih dalam satu perguruan tinggi yang sama. Keanggotaan mahasiswa dalam kelompok disarankan berasal dari minimal 2 (dua) angkatan yang berbeda agar proses regenerasi pelaksana PKM dapat berlangsung dengan baik. 
  • Seorang mahasiswa hanya dibenarkan masuk dalam satu kelompok pengusul PKM yang disetujui untuk didanai. Hal ini didasarkan pada kewajaran alokasi waktu bagi pelaksanaan kegiatan PKM dan kegiatan belajar mahasiswa. Di samping memberi kesempatan sebanyak mungkin mahasiswa yang terlibat.
  • Seorang dosen pembimbing/pendamping hanya disetujui DITLITABMAS membimbing maksimum 3 (tiga) judul/kelompok pelaksana PKM.
  • Usulan PKM diberi sampul sesuai dengan ketentuan.
  • Menyertakan Rekapitulasi Proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dan Rekapitulasi Naskah Program Kreativitas Mahasiswa Karya Tulis (PKM-KT) (lihat Tabel 3 pada halaman 6). 
  • Pengajuan usulan dilakukan perguruan tinggi secara kolektif, menggunakan format standar yang ditetapkan DITLITABMAS. Bagi mahasiswa yang berasal dari PTS, harus memberikan surat tembusan pada KOPERTIS. 
  • Setiap usulan yang mencantumkan dana dari pihak lain (baik pihak internal maupun eksternal perguruan tinggi) harus menyertakan Surat Pernyataan Pembiayaan dilengkapi dengan materai yang cukup dari instansi penyedia dana tersebut. 
  • Setiap usulan PKM-T dan PKM-M wajib menyertakan SURAT PERNYATAAN KESEDIAAN BEKERJASAMA (dengan meterai yang berlaku) dari pihak mitra yang disebutkan. 
  • Setiap pengusulan PKM-AI diwajibkan melampirkan Surat Pernyataan Sumber penulisan yang ditandatangani oleh Ketua PKM tanpa meterai dan diketahui oleh Ketua Program Studi. 
  • Usulan yang dinyatakan didanai akan diumumkan di Laman Dikti dan melalui surat yang dikirimkan ke setiap perguruan tinggi. 

B. Aturan Penulisan Usulan 
  • Usulan ditulis mengikuti sistematika penulisan sesuai kriteria yang tercantum dalam buku Pedoman ini. Pengusul disarankan untuk mencermati perbedaan mendasar dari masing-masing jenis PKM.
  • Bahasa Indonesia yang digunakan hendaknya baku dengan tata bahasa dan ejaan yang disempurnakan, sederhana, dan jelas. 
  • Bagian kelengkapan administratif yang meliputi halaman judul, nama/daftar anggota kelompok, halaman pengesahan, diberi nomor halaman menggunakan angka Romawi kecil dan diketik di sebelah kanan bawah (i, ii, dan seterusnya). 
  • Bagian utama (naskah artikel) diberi nomor halaman menggunakan angka arab yang dimulai dengan nomor halaman 1 (satu) dan diketik di sebelah kanan atas. 
  • Tabel diberi judul dengan penomoran tabel sesuai dengan urutan kemunculannya dalam naskah. Judul tabel ditulis di atas tabel dengan nomor tabel menggunakan angka Arab. 6. Gambar, baik dalam bentuk grafik maupun foto diberi judul dengan penomoran gambar sesuai dengan urutan kemunculannya dalam naskah. Judul gambar ditulis di bawah gambar dengan nomor gambar menggunakan angka Arab. 
  • Khusus PKMP, PKMT, dan PKM-GT, penyebutan sumber pustaka dalam naskah serta penulisan daftar pustaka hendaknya mengikuti aturan penulisan yang berlaku, yaitu mengikuti HARDVARD style contoh: 
    • Dower M. 1977. Planning aspects of second homes. di dalam Coppock JT (ed.), Second Homes: Curse or Blessing? Oxford: Pergamon Pr. Hlm 210–237. 
    • Grinspoon L, Bakalar JB. 1993. Marijuana: the Forbidden Medicine. London: Yale Univ Press.

FORMAT dan STRUKTUR USULAN PKM-P, PKM-T, PKM-K, PKM-M dan PKM-KC
A. Format
Setiap PT pengusul diwajibkan membuat Rekapitulasi Proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dan Rekapitulasi Proposal Program Kreativitas Mahasiswa Karya Tulis (PKM-KT). Kedua Rekapitulasi tersebut selanjutnya dikirimkan berupa softcopy dan hardcopy (dua eksemplar) ke DITLITABMAS. Rekapitulasi Usulan PKM Perguruan Tinggi diwajibkan mengikuti format berikut:



B. Penjelasan Sistematika Usulan PKM
  • Judul Program. Judul kegiatan PKM hendaklah singkat dan spesifik, tetapi cukup jelas memberi gambaran mengenai kegiatan PKM yang diusulkan.
  • Latar Belakang Masalah. Kegiatan PKMP dilakukan untuk menjawab keingintahuan mahasiswa untuk mengungkapkan suatu kreativitas/gejala/konsep/dugaan atau menerapkannya untuk suatu tujuan. Kemukakan hal-hal yang mendorong atau argumentasi pentingnya dilakukan kegiatan yang diusulkan. Uraikan proses dalam mengidentifikasi masalah yang akan dicari solusinya. Khusus PKMK, uraikan proses dalam mengidentifikasi peluang usaha. Untuk PKMP dan PKMT, dengan merujuk dari berbagai sumber pustaka, pandangan singkat dari para penulis/peneliti lain yang pernah melakukan pembahasan topik terkait dapat dikemukakan di sini. Gambarkan secara kuantitatif potret, profil dan kondisi khalayak sasaran yang akan dilibatkan dalam kegiatan PKMT atau PKMK Gambarkan pula kondisi dan potensi wilayah dari segi fisik, sosial, ekonomi maupun lingkungan yang relevan dengan kegiatan yang akan dilakukan.
  • Perumusan Masalah. Rumuskan dengan jelas permasalahan yang ingin diteliti atau dipecahkan. Uraikan pendekatan dan konsep untuk menjawab masalah yang diteliti, hipotesis yang akan diuji, dugaan yang akan dibuktikan, masalah yang akan dicari penyelesaiannya, atau peluang usaha yang akan diraih. Dalam perumusan masalah dapat dijelaskan definisi, asumsi, dan lingkup yang menjadi batasan kegiatan PKM. Uraian perumusan masalah tidak harus dalam bentuk pertanyaan.
  • Tujuan Program. Berikan pernyataan singkat mengenai tujuan kegiatan PKMP. Kegiatan PKMP dapat bertujuan untuk menjajagi, menguraikan, menerangkan, membuktikan atau menerapkan suatu gejala, konsep atau dugaan, atau membuat suatu model. Rumuskan tujuan yang akan dicapai secara spesifik yang merupakan kondisi baru yang diharapkan terwujud setelah kegiatan PKMT atau PKMK selesai. Rumusan tujuan hendaknya jelas dan dapat diukur.
  • Luaran yang Diharapkan. Luaran kegiatan PKM
  • Kegunaan Program. Sebutkan manfaat yang akan diperoleh bagi khalayak sasaran, dari sisi ekonomi maupun Ipteks, apabila perubahan kondisi terjadi setelah kegiatan PKM selesai.
  • Tinjauan Pustaka (untuk PKMP dan PKMT). Usahakan pustaka terbaru, relevan dan asli dari jurnal ilmiah. Uraikan dengan jelas kajian pustaka yang menimbulkan gagasan dan mendasari kegiatan PKM yang akan dilakukan. Tinjauan Pustaka menguraikan teori, temuan, dan bahan penelitian lain yang diperoleh dari acuan, yang dijadikan landasan untuk melakukan kegiatan PKM yang diusulkan. Uraian dalam Tinjauan Pustaka dibawa untuk menyusun kerangka atau konsep yang akan digunakan dalam kegiatan PKM. Tinjauan Pustaka mengacu pada Daftar Pustaka.
  • Gambaran Umum Rencana Usaha (untuk PKMK). Uraikan kondisi umum lingkungan yang menimbulkan gagasan menciptakan kegiatan usaha. Gambaran mengenai potensi sumberdaya dan peluang pasar termasuk analisis ekonomi usaha yang direncanakan disajikan secara singkat untuk menunjukkan kelayakan usaha. Gambaran usaha yang direncanakan harus menjanjikan perolehan profit untuk menjamin peluang keberlanjutan usaha setelah kegiatan PKMK selesai dilaksanakan.
  • Metode Pelaksanaan Program. Uraikan metode yang digunakan dalam pelaksanaan program secara rinci. Khusus untuk PKMP dapat diganti dengan Metode Penelitian. Uraian untuk PKMP dapat meliputi variable dalam penelitian, model yang digunakan, rancangan penelitian, teknik pengumpulan data dan analisis data, cara penafsiran dan penyimpulan hasil penelitian. Uraian untuk PKMT, PKMK dilakukan untuk menjelaskan metode yang digunakan untuk mencapai tujuan yang telah dicanangkan dalam butir keempat.
  • Jadwal Kegiatan Program. Buatlah jadwal kegiatan PKM yang meliputi kegiatan persiapan, pelaksanaan dan penyusunan laporan kegiatan PKM dalam bentuk Bar-chart. Bar-chart memberikan rincian kegiatan dan jadwal pelaksanaan kegiatan tersebut. Jadwal pelaksanaan mengacu pada Metode Pelaksanaan Program. Untuk menghindari keterikatan waktu pelaksanaan dengan periode waktu tertentu, usahakan tidak menggunakan nama bulan secara eksplisit dalam penjadwalan rencana kegiatan. Sebagai contoh, untuk menggambarkan urutan waktu pelaksanaan, gunakan kata “bulan ke-1, bulan ke-2”, dan seterusnya, bukan bulan Maret, bulan April, dan seterusnya.
  • Nama dan Biodata Ketua serta Anggota Kelompok
  • BiayaRincian biaya harus lengkap, wajar dan jelas peruntukannya. Honorarium bagi tim pelaksana tidak diperkenankan. Berikan rincian biaya PKM (maksimum Rp. 6 Juta) yang terdiri atas:
    • Bahan habis pakai
    • Peralatan penunjang PKM
    • Perjalanan
    • Lain-lain
  • Daftar Pustaka (untuk PKMP dan PKMT). Daftar pustaka berisi informasi tentang sumber pustaka yang telah dirujuk dalam tubuh tulisan.. Untuk setiap pustaka yang dirujuk dalam naskah harus muncul dalam daftar pustaka, begitu juga sebaliknya setiap pustaka yang muncul dalam daftar pustaka harus pernah dirujuk dalam tubuh tulisan
  • Lampiran. Lampiran berisi:
    • Daftar Riwayat Hidup Ketua dan Anggota Pelaksana
    • Gambaran teknologi yang akan diterapkembangkan (untuk PKMT, PKMK)
    • Surat Pernyataan Kesediaan Bekerjasama dari Pengusaha Kecil, Koperasi atau Kelompok Tani (untuk PKMT, PKMK, PKMM)
    • Denah detil Lokasi Pengusaha Kecil atau Mitra Kerja (untuk PKMT, PKMK)
    • Hal-hal lain yang dianggap perlu
Jumlah halaman maksimum yang diperkenankan untuk setiap usulan adalah 15 (lima belas) lembar (terhitung dari latarbelakang masalah sampai lampiran termasuk CV pengusul dan pembimbing serta Surat Pernyataan Kesediaan Mitra; tidak termasuk Halaman Judul, Halaman Pengesahan, Daftar Isi dan Daftar Gambar).

FORMAT dan STRUKTUR USULAN PKM AI dan PKM GT
Berbeda dengan kelima jenis PKM lain yang melibatkan pelaksanaan kegiatan fisik di laboratorium ataupun lapangan, PKM-AI tidak mengenal adanya kegiatan semacam itu. Jika dalam kelima jenis PKM lain, kelompok mahasiswa mengajukan usulan kegiatan ke DITLITABMAS, maka untuk PKM-AI kelompok mahasiswa cukup menyampaikan karya tulis dalam bentuk artikel ilmiah. Karya tersebut ditulis mengacu pada kegiatan yang telah selesai dilakukan kelompok mahasiswa yang sama. Kelompok penulis yang artikel ilmiahnya dinilai baik dan layak dipublikasikan, akan memperoleh insentif dana tunai sebesar Rp 3 (tiga) juta,- dan artikel tersebut akan dipublikasikan dalam e-journal. PKM-AI bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam menuangkan pemikiran dan hasil-hasil kegiatan ilmiah yang telah dilakukan ke dalam bentuk sebuah artikel ilmiah sesuai kriteria standar penulisan jurnal ilmiah. Dengan demikian program ini diharapkan mampu mengantarkan mahasiswa kepada keterampilan atau kemahiran menulis. Melalui kemahiran tersebut mahasiswa secara runut mampu menguraikan suatu permasalahan sehingga mendorong perlunya usaha penyelesaian atau pencarian solusi dengan tujuan tertentu, kaitannya dengan usaha-usaha yang mungkin telah dilakukan orang lain. Di samping itu mahasiswa juga mampu memilih teknik dan landasan metode penyelesaian masalah disertai dengan kemampuan menguraikan landasan teori yang terkait dengan permasalahan yang dibahas, serta ketajaman pembahasan dan menganalisis hasil yang diperoleh, yang akhirnya bermuara pada penyimpulan upaya penyelesaian masalah yang telah dilakukan. 

Dampak lain yang ingin dicapai melalui program ini ialah adanya diseminasi hasil kegiatan mahasiswa yang mampu memberikan 50 kontribusi terhadap kemajuan ilmu dan teknologi atau manfaat lain bagi masyarakat. Hal ini akan tercapai khususnya apabila artikel yang dinilai baik dapat diterbitkan dalam salah satu jurnal ilmiah di bidangnya yang terbit di tanah air. Berkaitan dengan harapan ini, pihak DITLITABMAS Ditjen Dikti sejak tahun 2010 telah menerbitkan artikel PKM-AI yang terseleksi dalam e-journal dan di-upload di laman Dikti. 

Ada tiga karakter utama PKM-AI, yaitu: a) tidak ada usulan pembiayaan; b) usulan berupa artikel ilmiah siap terbit yang mengikuti kelaziman kaidah penulisan suatu jurnal ilmiah; c) sumber penulisan artikel ilmiah tersebut adalah kegiatan yang telah selesai dilakukan kelompok mahasiswa penulis artikel. Karakter terakhir ini sekaligus menunjukkan bahwa sumber penulisan merupakan kegiatan, bukan laporan. Dalam PKM, kreativitas dan kerja sama tim merupakan dua unsur yang diprioritaskan. Oleh karena itu, sejak dimulainya implementasi PKM-I tahun 2006 dan PKM-AI 2009, penulisan mahasiswa tunggal dalam rangka Skripsi atau Tugas Akhir tidak diperkenankan lagi karena tidak adanya unsur kerja sama tim. Batas penyerahan artikel PKM-AI di DITLITABMAS adalah bulan Maret setiap tahun berjalan. Sebagaimana pembidangan dalam 5 (lima) PKM lain, PKM-AI menganut pembagian bidang yang sama.

PERSYARATAN DAN PETUNJUK PENULISAN PKM-AI
A. Persyaratan Administratif PKM AI
  • Peserta PKM-AI adalah kelompok mahasiswa yang aktif dan terdaftar mengikuti program pendidikan S1 atau Diploma. Mahasiswa pengusul dapat berasal dari berbagai program studi yang berbeda atau dari satu program studi yang sama, tergantung pada bidang kegiatan yang telah selesai dilaksanakan, namun masih dalam satu perguruan tinggi yang sama. Keanggotaan mahasiswa disarankan berasal dari minimal 2 (dua) angkatan yang berbeda. 
  • Seorang mahasiswa diperkenankan masuk ke dalam kelompok pengusul PKM-AI yang berbeda (lebih dari satu kelompok PKM-AI). Hal ini didasarkan pada kenyataan bahwa artikel PKM-AI ditulis dari sumber kegiatan yang telah selesai dan kemungkinan seorang mahasiswa turut menyelesaikan beberapa kegiatan dalam kelompok yang berbeda. Meskipun demikian, mengingat alokasi waktu yang terbatas, harapan terjadinya penyebaran dana secara seimbang, dan terlibatnya sebanyak mungkin mahasiswa, maka seorang mahasiswa hanya dibenarkan terlibat sebanyak-banyaknya 2 (dua) artikel PKMAI, satu sebagai ketua, satu sebagai anggota kelompok, atau keduaduanya sebagai anggota kelompok. 
  • Seorang dosen pembimbing diperkenankan membimbing lebih dari satu kelompok pengusul PKM-AI, sesuai dengan statusnya saat pembimbingan kegiatan yang telah selesai dilakukan, maksimum 5 (lima) kelompok. 
  • Naskah untuk bahan seleksi dan Artikel ilmiah yang akan diterbitkan di e-journal diserahkan dalam bentuk hardcopy siap terbit (camera ready) serta soft copy dalam CD dengan format Microsoft Word (doc). Foto dan gambar kalau perlu disimpan dalam direktori terpisah (sebagai cadangan) dalam CD. Format gambar yang disarankan adalah JPG, untuk foto bisa berasal dari kamera digital atau hasil digitasi menggunakan scanner. Semua file disimpan dalam sebuah folder/direktori dengan nama folder/direktori mengikuti aturan penamaan sebagai berikut : PKM-AI-nn-NamaPT-NamaDepanKetua-Judul_3_Kata_Pertama dengan nn : tahun anggaran pendanaan kegiatan NamaPT : Nama singkatan perguruan tinggi yang biasa digunakan Contoh: PKM-AI-06-UNIBRAW-Wahyudi-Pengaruh Suhu dan Tekanan----- PKM-AI-06-UMS-Agung-Ketahanan Masyarakat Terhadap-----
  • Untuk setiap file yang disertakan, usahakan untuk memberi nama yang menggambarkan isi dari file tersebut. 
B. Persyaratan Penulisan PKM AI
  • Tulisan/naskah bersumber dari karya mahasiswa pada bidang akademik seperti Praktek Lapang, Kuliah Kerja Nyata, Magang, Penelitian (bagi mahasiswa yang membentuk Kelompok Studi/Riset misalnya), Studi Kasus Kelompok dalam rangka Tugas Khusus Mata 52 Kuliah tertentu, serta kegiatan lain seperti PKM-P, PKM-T, PKM-K, PKM-M, PKM-KC dan Penelitian Inovatif terkait dengan kegiatan Program IM HERE atau sejenisnya. Karya tersebut telah dilaksanakan kelompok mahasiswa yang menuliskannya. Jumlah anggota kelompok 3 s/d 5 orang dan merupakan mahasiswa program S1 atau Diploma yang masih aktif.
  • Setiap artikel wajib menyertakan Surat Pernyataan yang berisi: 1) Sumber Penulisan yang diacu, 2) Naskah belum pernah diterbitkan/dipublikasikan dalam bentuk prosiding maupun jurnal sebelumnya. Surat Pernyataan tersebut ditandatangani oleh Ketua Kelompok (tanpa meterai) dan Ketua Program Studi.
  • Naskah yang pernah memenangkan suatu lomba penulisan ilmiah tidak berhak lagi diajukan sebagai artikel PKM-AI. 
  • Naskah ditulis menggunakan aplikasi pengolah kata Microsoft Word (.doc).
  • Naskah ditulis minimal 8 (delapan) dan maksimal 10 (sepuluh) halaman termasuk abstrak, daftar pustaka, dan lampiran. Usulan PKM-AI dengan jumlah halaman yang tidak sesuai dengan ketentuan tersebut dinyatakan gugur.
  • Bahasa Indonesia yang digunakan hendaknya baku dengan tata bahasa dan ejaan yang disempurnakan, sederhana, jelas, satu kesatuan, mengutamakan istilah yang mudah dimengerti, tidak menggunakan singkatan seperti “tdk”, “tsb”, “yg”, “dgn”, “sbb”, “dll”.
C. Petunjuk Penulisan/Pengetikan PKM AI
  • Naskah diketik 1 (satu) spasi pada kertas berukuran A4 dengan font 12, roman time style, jarak pengetikan 4 cm dari samping kiri, 3 cm dari samping kanan, 3 cm dari batas atas, dan 3 cm dari batas bawah. 
  • Cara penulisan Bab dan Subbab tidak menggunakan sistem numeral, artinya tidak ada penomoran Bab dan Sub-bab. Penulisan bab baru mengikuti bab sebelumnya dengan jarak 18 point antara judul bab dengan baris terakhir bab sebelumnya (tidak berganti halaman baru). 
  • Judul artikel diketik menggunakan huruf besar (kapital) dengan font style bold (cetak tebal) dengan posisi di tengah tanpa digarisbawahi. 
  • Judul Bab diketik menggunakan huruf besar (kapital) dengan font style bold (cetak tebal) dimulai dari sebelah kiri tanpa digarisbawahi. 
  • Judul Subbab ditulis dengan font style bold (cetak tebal), dimulai dari sebelah kiri, huruf pertama setiap kata ditulis dengan huruf besar (kapital), kecuali kata-kata tugas, seperti preposisi (“di”, “ke”, “dari”, “yang”, “antara”, “pada”, “untuk”, “tentang”, “dengan”); kata sambung (“dan”, “atau”, “sejak”, “setelah”, “karena”). 6. Judul Anak Subbab ditulis dengan font style italic (cetak miring) dimulai dari sebelah kiri, huruf pertama setiap kata ditulis dengan huruf besar (kapital), kecuali kata-kata tugas, seperti preposisi (“di”, “ke”, “dari”, “yang”, “antara”, “pada”, “untuk”, “tentang”, “dengan”); kata sambung (“dan”, “atau”, “sejak”, “setelah”, “karena”). 54 
  • Jarak pengetikan antara Bab dan Subbab 12 Point, antara Subbab dan kalimat dibawahnya 6 Point. 
  • Alinea baru diketik menjorok ke dalam (diberi indentation) sebanyak 7-8 karakter (sekitar 1,25 cm).
  • Abstrak dan Daftar Pustaka diketik 1 spasi. Khusus abstrak ditulis menggunakan font style italic (cetak miring). Abstrak ditulis dalam Bahasa Indonesia dan Inggeris. 
  • Nama-nama penulis beserta alamat institusinya diketik tepat di bawah judul artikel dengan jarak 6 point. 
  • Bagian kelengkapan administratif yang meliputi halaman judul, nama/daftar anggota kelompok, halaman pengesahan serta kata pengantar apabila ada, diberi nomor halaman menggunakan angka romawi kecil dan diketik di sebelah kanan bawah (i, ii, dan seterusnya). 
  • Bagian utama (naskah artikel) diberi nomor halaman menggunakan angka arab yang dimulai dengan nomor halaman 1 (satu) dan diketik di sebelah kanan atas dengan jarak 3 cm dari tepi kanan dan 1,5 cm dari tepi atas. 
  • Tabel diberi judul dengan penomoran tabel sesuai dengan urutan kemunculannya dalam naskah. Judul tabel ditulis di atas tabel dengan nomor tabel menggunakan angka arab.
  • Gambar baik dalam bentuk grafik maupun foto diberi judul dengan penomoran gambar sesuai dengan urutan kemunculannya dalam naskah. Judul gambar ditulis di bawah gambar dengan nomor gambar menggunakan angka arab.
  • Hindari penggunaan warna dalam gambar, gunakan teknik greyscale untuk mengemulasi warna dalam foto atau diagram, dan gunakan pattern/pola untuk menggantikan warna dalam grafik garis ataupun diagram.
D. Penjelasan Sistematika Usulan PKM AI
  • Judul. Judul tulisan hendaknya menggambarkan isi pokok tulisan secara ringkas dan jelas
  • Nama Penulis. Nama-nama penulis dituliskan tepat dibawah judul, disertai dengan alamat institusi penulis, serta catatan kaki untuk penulis korespondensi
  • Abstrak. Abstrak berisi tidak lebih dari 250 kata dan merupakan intisari seluruh tulisan yang meliputi: latar belakang, tujuan, metode, hasil dan kesimpulan. Di bawah abstrak disertakan 3-5 kata kunci (key words). Abstrak ditulis dalam Bahasa Indonesia dan Inggris.
  • Pendahuluan. Pendahuluan merupakan gambaran umum dari observasi awal dan fenomena mengenai topik yang diangkat. Latar belakang, rumusan, tujuan dari kegiatan (penelitian, pengabdian, atau yang lainnya) serta manfaat untuk waktu yang akan datang ditunjukkan dalam pendahuluan. Dengan merujuk dari berbagai sumber pustaka, pandangan singkat dari para penulis/peneliti lain yang pernah melakukan pembahasan topik terkait dapat dikemukakan di sini untuk menerangkan kemutakhiran substansi pekerjaan
  • Metode. Judul dari bab ini untuk kegiatan penelitian dapat diganti dengan Metode Penelitian atau Bahan dan Metode, namun dapat diberi judul lain bergantung pada kegiatan dan metodologi yang telah dilakukan sehingga penulis diberi kebebasan untuk memberi judul lain seperti Pendekatan Teoritik atau Konsideran Percobaan. Secara umum, metode berisi tentang bagaimana observasi dilakukan termasuk waktu, lama, dan tempat dilakukannya observasi, bahan dan alat yang digunakan, metode untuk memperoleh data/informasi, serta cara pengolahan data dan analisis yang dilakukan. Metode harus dijelaskan secara lengkap agar peneliti lain dapat melakukan uji coba ulang. Acuan (referensi) diberikan pada metode yang kurang dikenal.
  • Hasil dan Pembahasan. Bagian ini menjelaskan tentang apa saja yang diperoleh dari observasi. Data dapat diringkas dalam bentuk tabel dan gambar. Tidak ada spekulasi dan interpretasi dalam bagian ini, yang ada hanya fakta. Umumnya berisi uraian dan analisis berkaitan dengan temuan-temuan dari observasi yang telah dilakukan, terutama dalam konteks yang berhubungan dengan apa yang pernah dilakukan oleh orang lain. Interpretasi dan ketajaman analisis dari penulis terhadap hasil yang diperoleh dikemukakan di sini, termasuk pembahasan tentang pertanyaan2 yang timbul dari hasil observasi serta dugaan ilmiah yang dapat bermanfaat untuk kelanjutan bagi penelitian mendatang. Pemecahan masalah yang berhasil dilakukan, perbedaan dan persamaan dari hasil pengamatan terhadap informasi yang ditemukan dalam berbagai pustaka (penelitian terdahulu) perlu mendapatkan catatan disini.
  • Kesimpulan. Kesimpulan adalah bagian akhir tulisan yang membawa pembaca keluar dari pembahasan. Secara umum kesimpulan menunjukkan jawaban atas tujuan yang telah dikemukakan dalam pendahuluan
  • Ucapan Terima Kasih. Apabila memang ada pihak yang telah membantu dalam kegiatan yang dilakukan, maka ucapan terima kasih dapat disampaikan di sini.
  • Daftar Pustaka. Daftar pustaka berisi informasi tentang sumber pustaka yang telah dirujuk dalam tubuh tulisan. Untuk setiap pustaka yang dirujuk dalam naskah harus muncul dalam daftar pustaka, begitu juga sebaliknya setiap pustaka yang muncul dalam daftar pustaka harus pernah dirujuk dalam tubuh tulisan. Format perujukan pustaka untuk PKM selain PKM-AI mengikuti cara Harvard. Khusus PKM-AI, penulisan pustaka mengikuti cara Vancouver. Contoh:
    • Buller H, Hoggart K. 1994a. New drugs for acute respiratory distress 
    • syndrome. New England J Med 337(6): 435-439.
    • Buller H, Hoggart K. 1994b. The social integration of British home 
    • owners into rench rural communities. J Rural Studies 10(2):
    •  
    • 197–210.
PERSYARATAN DAN PETUNJUK PENULISAN PKM-GT
Program Kreativitas Mahasiswa-Gagasan Tertulis (PKM-GT) merupakan salah satu komponen utama PKM-Karya Tulis. PKM-GT merupakan jelmaan logis dari Kompetisi Karya Tulis Mahasiswa (KKTM) setelah diintegrasikan ke dalam program PKM. Bergabungnya KKTM ke dalam PKM memberi konsekuensi tidak terselenggaranya jenjang kompetisi antar wilayah sebagaimana terjadi sebelumnya. Demikian pula pada pembidangan KKTM yang diklasifikasikan secara spesifik ke dalam lingkungan hidup, INTIM, IPA, IPS, Pendidikan dan Seni, ditiadakan. Meskipun demikian, reviewer PKM-GT akan dibagi menurut bidang ilmu (IPA/IPS/PENDIDIKAN dan SENI) dengan sistem kejuaraan tetap tanpa mempertimbangkan bidang ilmu. Oleh karena fokus perhatian pada program PKM adalah kreativitas, sehingga pembatasan-pembatasan atas dasar tema ataupun bidang keilmuan menjadi tidak signifikan. 

PKM-GT merupakan wahana mahasiswa dalam berlatih menuliskan ideide kreatif sebagai respons intelektual atas persoalan-persoalan aktual yang dihadapi masyarakat. Ide tersebut seyogyanya unik, kreatif dan bermanfaat sehingga idealisasi kampus sebagai pusat solusi dapat menjadi kenyataan. Sebagai intelektual muda, mahasiswa umumnya cenderung pandai mengungkapkan fakta-fakta sosial, namun melalui PKM-GT, level nalar mahasiswa tidak hanya dituntut sampai sebatas mengekspos fakta tetapi justru harus mampu memberi atau menawarkan solusi.

A. Persyaratan Administratif 
  • Peserta PKM-GT adalah kelompok mahasiswa yang sedang aktif dan terdaftar mengikuti program pendidikan S1 atau Diploma. 
  • Mahasiswa pengusul dapat berasal dari berbagai program studi yang berbeda atau dari satu program studi yang sama, tergantung pada bidang kegiatan yang telah selesai dilaksanakan, namun masih dalam satu perguruan tinggi yang sama. Keanggotaan mahasiswa disarankan berasal dari minimal 2 (dua) angkatan yang berbeda. 
  • Seorang mahasiswa diperkenankan masuk ke dalam kelompok pengusul PKM-GT yang berbeda (lebih dari satu kelompok PKM-GT). Hal ini didasarkan pada kenyataan bahwa artikel PKM-GT dapat ditulis dari berbagai sumber informasi atau inspirasi. Meskipun demikian, mengingat alokasi waktu yang terbatas, harapan terjadinya penyebaran dana secara seimbang, dan terlibatnya sebanyak mungkin mahasiswa, maka seorang mahasiswa hanya dibenarkan mengirimkan sebanyak-banyaknya 2 (dua) artikel PKM-GT, satu sebagai ketua, satu sebagai anggota, atau keduaduanya sebagai anggota kelompok.
  • Seorang dosen diperkenankan membimbing lebih dari satu kelompok pengusul PKM-GT, dengan jumlah maksimal 5 (lima) kelompok. 
  • Naskah untuk dievaluasi dan artikel ilmiah diserahkan dalam bentuk hardcopy siap terbit (camera ready) serta soft copy dalam CD dengan format Microsoft Word (doc). Foto dan gambar kalau perlu disimpan dalam direktori terpisah (sebagai cadangan) dalam CD. Format gambar yang disarankan adalah JPG, untuk foto bisa berasal dari kamera digital atau hasil digitasi menggunakan scanner. Semua file disimpan dalam sebuah folder/direktori dengan nama folder/direktori mengikuti aturan penamaan sebagai berikut : PKM-GT-nn-NamaPT-NamaDepanKetua-Judul_3_Kata_Pertama a.dengan nn : tahun anggaran pendanaan kegiatan NamaPT : Nama singkatan perguruan tinggi yang biasa digunakan Contoh: PKM-GT-06-UNIBRAW-Wahyudi-Pengaruh Suhu dan Tekanan----- PKM-GT-06-UMS-Agung-Ketahanan Masyarakat Terhadap----- 
  • Untuk setiap file yang disertakan, usahakan untuk memberi nama yang menggambarkan isi dari file tersebut. 
B. Petunjuk Penulisan/Pengetikan Sifat dan isi tulisan harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:
  • Kreatif dan Objektif 
    • Tulisan berisi gagasan kreatif yang menawarkan solusi suatu permasalahan yang berkembang di masyarakat. 
    • Tulisan tidak bersifat emosional atau tidak subjektif. 
    • Tulisan didukung data dan/atau informasi terpercaya. d. Bersifat asli (bukan karya jiplakan) dan menjauhi duplikasi.
  • Logis dan Sistematis 
    • Tiap langkah penulisan dirancang secara sistematis dan runtut. 
    • Pada dasarnya karya tulis ilmiah memuat unsur-unsur identifikasi masalah, analisis-sintesis, kesimpulan dan sedapat mungkin memuat saran-saran. 
  • Isi tulisan berdasarkan telaah pustaka atau fiksi-sains 
  • Materi Karya Tulis Materi yang ditulis tidak harus sejalan dengan bidang ilmu yang sedang ditekuni para penulis/mahasiswa. Kesempatan ini diberikan kepada mahasiswa yang memiliki ide kreatif dan mampu menuangkannya dalam bentuk tulisan, walaupun yang bersangkutan tidak sedang belajar secara formal di bidang tersebut. Materi karya tulis merupakan isu mutakhir atau aktual. Petunjuk penulisan/pengetikan PKM-GT dan tata bahasa yang digunakan mengikuti ketentuan yang ditetapkan untuk artikel PKM-AI. Jumlah halaman artikel PKM-GT ditetapkan sebanyak-banyaknya 15 (lima belas) termasuk daftar pustaka dan lampiran (jika diperlukan).

C. Sistematika Penulisan Sistematika Penulisan dan Penjelasan Sistematika Usulan PKM GT 
  • Sistematika penulisan hendaknya berisi rancangan yang teratur sebagai berikut .
  • Bagian Awal
    • Halaman Judul
      • Judul diketik dengan huruf besar, hendaknya ekspresif, sesuai dan tepat dengan masalah yang ditulis dan tidak membuka peluang untuk penafsiran ganda.
      • Nama penulis dan nomor induk mahasiswa ditulis dengan jelas
      • Perguruan tinggi asal ditulis dengan jelas.
      • Tahun penulisan
      • Kulit Muka luar menggunakan plastik transparan berwarna biru muda
    • Lembar Pengesahan
      • Lembar pengesahan memuat judul, nama penulis, dan nomor induk.
      • Lembar pengesahan ditandatangani Dosen Pembimbing, dan Pembantu Rektor/Ketua/Direktur Bidang Kemahasiswaan lengkap dengan stempel perguruan tinggi.
      • Lembar pengesahan diberi tanggal sesuai dengan tanggal pengesahan.
    • Kata Pengantar dari penulis
    • Daftar Isi dan daftar lain yang diperlukan seperti daftar gambar, daftar tabel, dan daftar lampiran.
    • Ringkasan (bukan abstrak) karya tulis disusun maksimum 1 (satu) halaman yang mencerminkan isi keseluruhan karya tulis, mulai dari latar belakang, tujuan, landasan teori yang mendukung, metoda penulisan, pembahasan, kesimpulan dan rekomendasi.
  • Bagian Inti
    • Pendahuluan. Bagian Pendahuluan berisi hal-hal sebagai berikut:
      • Latar belakang yang berisi uraian tentang alasan mengangkat gagasan menjadi karya tulis (dilengkapi dengan data atau informasi yang mendukung), 
      • Tujuan dan manfaat yang ingin dicapai.
    • Gagasan. Uraikan tentang:
      • Kondisi kekinian pencetus gagasan (diperoleh dari bahan bacaan, wawancara, observasi, imajinasi yang relevan),
      • Solusi yang pernah ditawarkan atau diterapkan sebelumnya untuk memperbaiki keadaan pencetus gagasan,
      • Seberapa jauh kondisi kekinian pencetus gagasan dapat diperbaiki melalui gagasan yang diajukan, 
      • Pihak-pihak yang dipertimbangkan dapat membantu mengimplementasikan gagasan dan uraian peran atau kontribusi masing-masingnya,
      • Langkah-langkah strategis yang harus dilakukan untuk mengimplementasikan gagasan sehingga tujuan atau perbaikan yang diharapkan dapat tercapai,
    • Kesimpulan
      • Gagasan yang diajukan,
      • Teknik implementasi yang akan dilakukan,
      • Prediksi hasil yang akan diperoleh (manfaat dan dampak gagasan),
  • Bagian Akhir
    • Daftar Pustaka ditulis untuk memberi informasi sehingga pembaca dapat dengan mudah menemukan sumber yang disebutkan. Penulisan daftar pustaka mengikuti ketentuan seperti dalam uraian artikel PKM-AI.
    • Daftar Riwayat Hidup (biodata atau curriculum vitae) peserta mencakup:
      • nama lengkap,
      • tempat dan tanggal lahir,
      • karya-karya ilmiah yang pernah dibuat,
      • penghargaan-penghargaan ilmiah yang pernah diraih.
    • Lampiran jika diperlukan, seperti: foto/dukumentasi, data dan informasi lainnya yang mendukung isi tulisan.
Download Contoh Program Kreativitas Mahasiswa

Monday, October 24, 2011

Book "Kalo Einstein Jadi Koki"

0 comments

Ingin sekali tahu soal seluk beluk sains dalam makanan, tapi malas belajar dari buku-buku ajar yang kering dan membosankan? Punya buku ini tidak bedanya dengan ditemani seorang ilmuwan yang bisa memenuhi rasa ingin tahu kita dengan bahasa yang sederhana.

Sebagai seorang guru besar kimia dan kolumnis rubrik boga di salah satu surat kabar terkemuka di Amerika Serikat, Robert L. Wolke Menyajikan lebih dari 100 uraian yang ringan dan santai namun andal, sambil meluruskan sejumlah salah kaprah dan membantu kita memahami bahasa iklan dan label kemasan yang membingungkan.
  • Mengapa makanan menjadi coklat ketika dimasak?
  • Apa jasa mertua Christopher Columbus bagi kita?
  • Tahukah Anda bahwa “garam laut” bisa berasal dari tambang di darat?
  • Apakah kita dapat membuang kelebihan garam dari sup yang keasinan?
  • Apa beda antara lemak dan asam lemak?
  • Apa yang menjadikannya jenuh atau tidak jenuh?
  • Apa yang terkandung dalam air minum kita?
  • Apa yang dilakukan MSG pada makanan sehingga makanan jadi enak?
  • Mengapa daging sapi berwarna merah (bukan karena darah)?
  • Tahukah Anda air panas dapat membeku lebih cepat daripada air dingin?
  • Mengapa kita tidak boleh memasukkan barang terbuat dari logam ke microwave?
  • Apakah kita dapat memasak dengan cahaya?
  • dan banyak lagi…

Sunday, April 10, 2011

Book "Sukses Berburu Beasiswa Ke Luar Negeri"

0 comments

SCHOLARSHIPS INTERNATIONAL, Beasiswa Sekolah, Exchange StudentSiapa yang tak ingin mendapatkan beasiswa luar negeri? Pasti semua orang mau, apalagi gratis, tidak dipungut biaya sepeser pun. Informasi beasiswa luar negeri gratis dapat Anda peroleh dengan berbagai cara, misalnya mencari dan berburu baik di media-media cetak maupun elektronik, searching di internet, rajin datang ke pameran-pameran pendidikan, serta mencari informasi di lembaga-lembaga pendidikan.

Yang berhak mendapatkan beasiswa tidak hanya bagi mereka yang memiliki CGPA atau IPK cumlaude saja. Kesempatan beasiswa terbuka lebar bagi setiap orang. Banyak kriteria lain yang menjadi syaratnya selain IPK cumlaude, seperti bagi tenaga pengajar, bagi profesional, bagi LSM, serta untuk minat studi tertentu ataupun khusus bagi mereka yang berasal dari daerah tertentu.

Asalkan kita mau mencari informasi dan mau mencoba, maka beasiswa luar negeri gratis akan dengan mudah kita dapatkan. Seperti pengarang buku “Negeri Lima Menara”, beliau menuturkan bahwa telah mendapatkan kurang lebih sebelas beasiswa baik dalam dan luar negeri. Luar biasanya lagi, itu semua tidak hanya melihat dari faktor kecerdasan saja, namun ada juga beberapa kriteria lain yang menjadi pertimbangan, seperti keaktifan seseorang di sebuah lembaga / organisasi tertentu, dll.

Beasiswa luar negeri gratis tentunya masih menjadi favorit para pemburu beasiswa. Dengan peluang akan kesuksesan dan juga pengalaman yang akan didapatkan membuat orang tak henti-hentinya berburu beasiswa tersebut. Dalam mendapatkan beasiswa, dibutuhkan kegigihan dan juga kesabaran, mulai dari mengisi form, menanyakan kejelasan akan pengisian, mencari rekomendasi hingga mencari referensi agar data-data yang diperlukan lengkap.

Terkadang sebagian orang sudah terlebih dahulu angkat tangan dan menyerah saat membaca persyaratan pengajuan beasiswa. Menurut mereka terlalu ribet dan birokrasi yang berbelit-belit. Namun pada intinya itulah tahapan-tahapan yang harus kita lalui. Semua pasti ada tantangannya. Memang segala sesuatu yang awalnya sangat sulit, ke depannya tentunya akan mendatangkan banyak kemudahan kepada kita sehingga pada akhirnya mampu membuka pintu kesuksesan.

Anda bermimpi mendapat beasiswa? Atau ingin kuliah gratis di universitas beken luar negeri? Bagaimana tips dan trik agar kita sukses berburu beasiswa ke luar negeri? Download dan Bacalah Catatan "Sukses Berburu Beasiswa Ke Luar Negeri" karya Arip Muttaqien yang berhasil FaiKShare[dot]com kompilasikan dari blog beliau ke dalam bentuk buku (pdf). 


Friday, April 8, 2011

Book "Rahasia Sukses Belajar Bahasa Inggris Tanpa Grammar"

0 comments

Rahasia Sukses Belajar Bahasa Inggris dengan Mudah Tanpa Melalui Grammar yang Membosankan!! Buku  ini merupakan titik balik yang secara revolusioner akan mengubah sejarah perjalanan hidup anda, tentunya dalam bahasa Inggris.

Bukan saja Anda akan mendapatkan materi yang tidak pernah Anda dapatkan di kursus manapun tetapi kemajuan yang sangat pesat yang tidak pernah Anda bayangkan.

Ditulis oleh Mr. Teguh Handoko berisikan 68 halaman, Buku ini ditujukan untuk :

  • Mereka yang sudah patah arang dengan bahasa Inggris
  • Mereka yang merasa belajar bahasa Inggris sudah lama tapi hanya jalan ditempat
  • Mereka yang ingin tahu bagaimana step-by-step yang benar untuk menguasai bahasa Inggris dengan mudah, cepat dan praktis
  • Mereka yang sudah mahir berbahasa Inggris tetapi ingin menambahkannya dengan nilai plus yang tidak dimiliki lainnya yang berguna mengalahkan pesaing mereka.

Thursday, January 13, 2011

Book "Panduan 101 Tips & Trick Blogspot"

0 comments


Apakah Anda seorang bloger? Jika memang demikian, berarti Anda dapat menjawab pertanyaan seperti : 
  • bagaimana memasang rating di setiap postingan 
  • bagaimana memasang tanda tangan online di setiap postingan 
  • bagaimana memasang search engine Google, Ebay, You Tube, dan Wikipedia pada blog 
  • bagaimana mengetahui limit account yang diberikan Bloger 
  • bagaimana melakukan pengeditan HTML pada blog secara cepat dan mudah 
  • bagaimana mem-backup blog di Blogspot secara online 
Namun jika Anda tidak mengetahui pertanyaan-pertanyaan tersebut,buku 101 Tip & Trik Blogspot wajib Anda miliki, sebab buku ini akan mengungkap berbagai hal seputar Blogspot. Dengan demikian Anda bisa melihat dan membuktikan sendiri rahasia-rahasia tersembunyi yang ada di dalamnya. 

Disajikan dengan banyak gambar dan gaya bahasa santai, yang tentunya akan memudahkan Anda dalam memahami buku ini.


Monday, November 15, 2010

Book "The Secret of Stage Hypnosis Revealed"

0 comments

Membuka Tabir Rahasia Hipnotisme Panggung. Apakah hipnotisme sesuatu yang sulit atau mudah untuk dipelajari ? Jawaban dari pertanyaan ini akan sangat relatif dan dapat beragam tergantung dari siapa yang memberikan jawaban.

Hipnotisme adalah suatu seni yang terkait dengan pikiran manusia, sedangkan pikiran manusia adalah suatu wilayah yang tak terhingga, dengan berbagai kemungkinan yang seringkali tak terduga. Sebagai suatu seni yang utuh, maka hipnotisme adalah suatu pengetahuan sekaligus keterampilan yang membutuhkan waktu panjang untuk menguasainya, bahkan puluhan tahun belum tentu mencukupi untuk menguak tabir keseluruhan dari hipnotisme.

Akan tetapi untuk beberapa aplikasi praktis, hipnotisme dapat dipelajari dengan cepat, apalagi jika didukung dengan sistem pembelajaran dan pembimbing yang tepat. Stage Hypnosis atau “Hipnotis Panggung”, adalah salah satu cabang dari hipnotisme yang sangat populer, karena lekat dengan wilayah hiburan (entertainment). Stage Hypnosis seringkali menunjukkan hal-hal yang ekstrim dan di luar nalar, sehingga mengundang kekaguman sekaligus mengundang berbagai dugaan terhadap kemungkinan dipergunakannya kekuatan-kekuatan dari dimensi lain.

Buku ini memilih tema Stage Hypnosis, karena Stage Hypnosis walaupun merupakan salah satu aplikasi hipnotis yang mengagumkan bagi kalangan awam, tetapi justru hanya melibatkan teknik hipnotis yang acapkali sangat sederhana. Stage Hypnosis memiliki rahasia-rahasia penting di baliknya, rahasia yang akan dibuka secara gamblang di buku ini ! Tema Stage Hypnosis dipilih karena hipnotis jenis ini dapat dilakukan oleh siapapun juga yang memiliki rasa percaya diri serta dapat berkomunikasi secara baik kepada orang lain.


Thursday, October 28, 2010

Book "The Divine Message of DNA - Tuhan dalam Gen Kita"

0 comments



Karakteristik-karakteristik genetik yang diturunkan dari generasi ke generasi selama ini dianggap para ahli bersifat tetap tak berubah) dan niscaya. Namun, penelitian-penelitian mutakhir menunjukkan bahwa lingkungan dan faktor-faktor eksternal lainnya mengubah kerja gen-gen kita. Sudah banyak diketahui peran faktor-faktor fisik dan kimiawi, tetapi dalam buku ini, dr. Kazuo Murakami menawarkan perspektif baru: apa yang kita pikirkan dapat mengaktifkan gen-gen positif dan menonaktifkan gen-gen negatif. Dengan kata lain, potensi Anda tersembunyi dalam gen-gen Anda.

Karena kode genetik terbukti terlalu kompleks sehingga tak mungkin terbentuk secara acak, fakta ini membuktikan bahwa ada kekuatan yang lebih besar di alam semesta ini. Dr. Murakami menyebutnya sebagai “Sang Agung.” Ia yakin bahwa segala kehidupan datang dari sumber itu sang asal mula. Semua sel memiliki bentuk yang serupa. Oleh karenanya, kehidupan dalam segala bentuk manusia, hewan, tumbuhan, dan bahkan sel tunggal harus dihormati dan dihargai.


Sunday, October 24, 2010

Book "Metode-Metode Riset Kualitatif"

0 comments

Riset kualitatif memegang peranan penting sekaligus potensi besar dalam studi hubungan masyarakat serta komunikasi pemasaran. Sebab, riset kualitatif memungkinkan periset untuk terlibat secara erat dengan partisipan riset. Hal ini membantu periset untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang proses sosial, faktor-faktor yang memotivasi tindakan manusia, serta konteks situasi yang melingkupinya. Kepedulian terhadap hal-hal tersebut membantu studi hubungan masyarakat dan komunikasi pemasaran. Salah satunya untuk mengenali sudut pandang subjektif, terutama yang berlaku pada stakholders kunci, demi mengembangkan dialog yang efektif dan kolaboratif.

Buku ini adalah panduan yang praktis serta mudah dipahami untuk melakukan riset kualitatif dalam bidang hubungan masyarakat dan komunikasi pemasaran. Diperuntukkan bagi periset pemula, buku ini memerinci tahap demi tahap proses riset, mulai dari memilih topik riset dan menulis proposal, sampai metode menyeleksi kumpulan data dan menganalisis, kemudian menuliskan laporan riset. Buku ini juga diperkaya dengan renungan-renungan etis yang senantiasa menjadi perdebatan sekaligus pijakan periset. Selain itu, perbedaan-perbedaan orientasi dalam riset juga dipetakan, karena masing-masing orientasi akan memiliki dampak yang berbeda pula terhadap bagaimana riset dijalankan dan dimengerti.

Apa saja yang dikandung dalam buku ini?
  • Pnduan praktis dalam setiap tahap riset
  • Latar belakang teoretis yang berkaitan dengan riset kualitatif serta komunikasi
  • Petunjuk dalam mengguakan internet
  • Contoh-contoh dan ilustrasi yang renyah dan membantu pemahaman
  • Ilham dari pengalaman-pengalaman riset kualitatif
  • Glosarium dan referensi yang kaya


Monday, October 18, 2010

Book "Ensiklopedia Pelajar dan Umum"

0 comments

Buku Ensiklopedia Pelajar dan Umum ini sangat tepat menjadi bacaan sains bagi keluarga dan terutama pelajar karena menyajikan pengetahuan sains yang paling lengkap dan terpercaya. Bahan mata pelajaran sains dari jenjang pendidikan dasar ( SD) sampai dengan menengah ( SMA) serta umum disajikan secara populer dan sangat menarik dalam buku ini. Penjelasan yang dilengkapi dengan ribuan ilustrasi berwarna membuat berbagai mata pelajaran yang selama ini ditakuti oleh banyak pelajar berubah menjadi pengetahuan yang hidup, menarik, dan memberi inspirasi.



Sunday, February 14, 2010

Book "Panduan Belajar Microsoft Office"

0 comments

1. Microsoft Word
Microsoft Word merupakan program pengolah kata yang cukup lengkap dan lebih otomatis. bahkan perintah dan fungsi yang disediakan oleh software ini menunjang berbagai keperluan mulai dari pengetikan atau penyusunan naskah biasa, laporan, surat kabar sampai dengan fax. 
Microsoft Word 2007, merupakan pengembangan dari versi sebelumnya yang mengalami banyak perubahan dan perbaikan diberbagai bagian sehingga menyediakan fleksibilitas yang lebih tinggi dan menyediakan fasilitas penuh terhadap akses internet dari setiap program aplikasinya. Kemampuan dalam membuat tabel, menyisipkan program lain ke program Word 2007 dan fasilitas lainnya akan di bahas lebih lanjut.

2. Microsoft Ecxel

Microsoft Excel merupakan program aplikasi spreadsheet (lembar kerja elektronik). Fungsi dari Microsoft Excel adalah untuk melakukan operasi perhitungan serta dapat mempresentasikan data kedalam bentuk tabel. selai itu microsoft excel juga sering di gunakan dalam berbagai macam perhitungan otomatis pengolahan data yang berupa statistik dan lain lain. microsoft excel juga sering di gunakan untuk membuat berbagai macam diagram berdasarkan data yang ada.

3. Microsoft Power Point

Microsoft Power Point adalah suatu software yang akan membantu dalam menyusun sebuah presentasi yang efektif, professional, dan juga mudah. Microsoft Power Point akan membantu sebuah gagasan menjadi lebih menarik dan jelas tujuannya jika dipresentasikan karena Microsoft Power Point akan membantu dalam pembuatan slide, outline presentasi,presentasi elektronika, menampilkan slide yang dinamis, termasuk clip art yang menarik, yang semuanya itu mudah ditampilkan di layar monitor komputer.

Blog Award

 

FaiK Share. Copyright 2008 All Rights Reserved Revolution of FaiK theme by FaiK MuLaCheLLa | Distributed by Blogger Templates Blog Corp