Wednesday, June 23, 2010

Book "The True Life of Habibie"


Browse » Home » » Book "The True Life of Habibie"

Biografi Singkat Prof. Dr. BJ. Habibie 

Presiden ketiga Republik Indonesia, Bacharuddin Jusuf Habibie lahir di Pare-Pare, Sulawesi Selatan, pada 25 Juni 1936. Beliau merupakan anak keempat dari delapan bersaudara, pasangan Alwi Abdul Jalil Habibie dan RA. Tuti Marini Puspowardojo. Habibie yang menikah dengan Hasri Ainun Habibie pada tanggal 12 Mei 1962 ini dikaruniai dua orang putra yaitu Ilham Akbar dan Thareq Kemal.

Masa kecil Habibie dilalui bersama saudara-saudaranya di Pare-Pare, Sulawesi Selatan. Sifat tegas berpegang pada prinsip telah ditunjukkan Habibie sejak kanak-kanak. Habibie yang punya kegemaran menunggang kuda ini, harus kehilangan bapaknya yang meninggal dunia pada 3 September 1950 karena terkena serangan jantung. Tak lama setelah bapaknya meninggal, Habibie pindah ke Bandung untuk menuntut ilmu di Gouvernments Middlebare School. Di SMA, beliau mulai tampak menonjol prestasinya, terutama dalam pelajaran-pelajaran eksakta. Habibie menjadi sosok favorit di sekolahnya.

Setelah tamat SMA di bandung tahun 1954, beliau masuk Universitas Indonesia di Bandung (Sekarang ITB). Beliau mendapat gelar Diploma dari Technische Hochschule, Jerman tahun 1960 yang kemudian mendapatkan gekar Doktor dari tempat yang sama tahun 1965. Habibie menikah tahun 1962, dan dikaruniai dua orang anak. Tahun 1967, menjadi Profesor kehormatan (Guru Besar) pada Institut Teknologi Bandung.

Langkah-langkah Habibie banyak dikagumi, penuh kontroversi, banyak pengagum namun tak sedikit pula yang tak sependapat dengannya. Setiap kali, peraih penghargaan bergengsi Theodore van Karman Award, itu kembali dari “habitat”-nya Jerman, beliau selalu menjadi berita. Habibie hanya setahun kuliah di ITB Bandung, 10 tahun kuliah hingga meraih gelar doktor konstruksi pesawat terbang di Jerman dengan predikat Summa Cum laude. Lalu bekerja di industri pesawat terbang terkemuka MBB Gmbh Jerman, sebelum memenuhi panggilan Presiden Soeharto untuk kembali ke Indonesia.

Di Indonesia, Habibie 20 tahun menjabat Menteri Negara Ristek/Kepala BPPT, memimpin 10 perusahaan BUMN Industri Strategis, dipilih MPR menjadi Wakil Presiden RI, dan disumpah oleh Ketua Mahkamah Agung menjadi Presiden RI menggantikan Soeharto. Soeharto menyerahkan jabatan presiden itu kepada Habibie berdasarkan Pasal 8 UUD 1945. Sampai akhirnya Habibie dipaksa pula lengser akibat refrendum Timor Timur yang memilih merdeka. Pidato Pertanggungjawabannya ditolak MPR RI. Beliau pun kembali menjadi warga negara biasa, kembali pula hijrah bermukim ke Jerman.

Apa Kata Mereka Tentang Buku The True Life of Habibie - Cerita Di Balik Kesuksesan

"Habibie adalah salah satu ikon dunia modern. Dia juga penggagas teknologi sebagai basis pengembangan teknologi. Ia juga dikenal sebagai pribadi religius. Betapapun ada kontroversi seputar dirinya, ia tetap tokoh yang darinya dapat diambil kebijaksanaan dan pelajaran." 
Dr. Haidar Bagir, Direktur Utama Mizan Group 

"Membaca Detik-Detik yang Menentukan membuat serasa dekat dengan sosok Habibie sebagai abdi bangsa yang berjuang mengorbankan seluruh waktu dan tenaga untuk kepentingan bangsa; pernah hanya sempat tidur 1 jam dalam larut mengatasi situasi gawat darurat krisis. Dari mana akar semua itu? Buku ini bercerita tentang garis hidup seorang Habibie yang menarik: genius dan prestisius, tapi dengan jiwa religius; gila kerja tapi juga suka bercanda; gila teknologi tapi juga suka berpuisi. Kesemuanya barangkali adalah jalinan kontinuitas dari energi dan ruh pengabdian dalam diri Habibie - lepas dari kekurangannya sebagai manusia." 
Yudi Latif, Direktur Eksekutif Reform Institute 

"Membaca buku ini serasa kita diajak dalam semangat beliau pada masa muda, berkarir sebagai staf di perusahaan penerbangan Jerman di Aachen sampai mendapatkan posisi gemilang sebagai wakil Presiden dan Direktur Teknologi MBB di Hamburg. Seakan membuktikan ketulusan cintanya pada tanah air, ia rela meninggalkan jabatan prestisius itu untuk mengabdi kepada bangsa. Maka inilah buku yang sangat layak dibaca." 
Rahmad Riyadi, Presiden Dompet Dhuafa Republika

"The True Life of Habibie: Cerita di Balik Kesuksesan oleh A. Makmur Makka secara sepintas mungkin kelihatannya "hanyalah" salah satu produk publisitas belaka. Dan memang benar beberapa bagian dari buku ini terbaca sangat subjektif dan terkesan mengagung-agungkan Sang Genius. Namun, dibalik pesona Habibie sebagai seorang scientist dan practitioner kelas internasional, saya sangat menghargai komitmen beliau dalam memulai fase reformasi selama 512 masa pemerintahannya yang singkat tersebut, di mana pelepasan diri Timor Timur didukung secara penuh dan lebih dari 50 undang-undang di-reform secara sadar. Untuk sumbangsihnya di fase penentu masa depan Indonesia ini, Habibie memang pantas diteladani dan buku ini dibaca sebagai pembangkit inspirasi." 
Jennie S. Bev, pengusaha, kolumnis, penulis dan akademisi yang bermukim di Amerika Serikat. Ia bisa dijumpai di JennieSBev.com. 

"Keteladanan berbicara jauh lebih membekas dibanding nasihat. Biografi Pak Habibie tidak saja memberi keteladanan namun juga menginspirasi untuk berprestasi dan berbuat yang terbaik." 
Ary Ginanjar Agustian, Penulis Buku ESQ Best Seller 'Rahasia Membangun Kecerdasan Emosional dan Spiritual Berdasarkan Rukun Iman dan Rukun Islam'


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Related Posts:


Or

Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik tombol subscribe di bawah untuk berlangganan gratis, dengan begitu Anda akan mendapat artikel terbaru via email dari www.faikshare.com


1 comments:

sehat-mu on June 24, 2010 at 7:41 AM said...

hadir gan faik....
sip dah inponya...
sedot dl aghh..

Blog Award

 

FaiK Share. Copyright 2008 All Rights Reserved Revolution of FaiK theme by FaiK MuLaCheLLa | Distributed by Blogger Templates Blog Corp