Thursday, April 29, 2010

Air Putih Berbahaya Bagi Kesehatan Bayi


Browse » Home » » Air Putih Berbahaya Bagi Kesehatan Bayi

Air minum memang bagus bagi kesehatan manusia, namun hati-hati, ia juga dapat mendatangkan bahaya jika dikonsumsi bebas oleh bayi. Air itu bisa menimbulkan intoksikasi alias keracunan air, khususnya jika dikonsumsikan ke bayi berumur di bawah enam bulan. Seorang doktor dari Pusat Anak-anak John Hopkins, Baltimore, Dr. Jennifer Anders menjelaskan, secara naluriah bayi telah mempunyai refleks haus secara utuh atau keinginan untuk minum, sementara cairan yang harusnya lebih banyak dikonsumsi pada usia tersebut adalah air susu ibu (ASI) atau susu formula. Jika ia dipaksa untuk mengkonsumsi air, sementara ginjalnya belum matang, maka air akan membuat tubuh mereka melepaskan sodium bersama kelebihan air.

Nah, kehilangan sodium dapat mempengaruhi aktivitas otak. Akibatnya, akan terjadi gejala keracunan air yang antara lain tampak melalui perilaku lekas marah, kantuk dan masalah kejiwaan lainnya. Selain itu, suhu tubuh rendah, muka bengkak atau membesar, dan kejang-kejang.

Gejala awal kondisi tersebut tak kentara, karena itu kejang-kejang bisa dijadikan petunjuk pertama untuk para orang-tua. Jika anak-anak tersebut segera mendapatkan perawatan medis, kejang-kejang tersebut mungkin tidak akan mendatangkan dampak tetap.

Bayi berusia dibawah enam bulan sebaiknya jangan pernah diberikan air untuk diminum. Demikian yang diingatkan oleh para ilmuwan dari John Hopkins Children’s Center di Baltimore, Amerika Serikat, kepada para orang tua. Mengonsumsi air terlalu banyak dapat meningkatkan kondisi yang berbahaya pada bayi, atau yang disebut sebagai intoksikasi air.

Menurut dr. Jennifer Anders, seorang ahli kegawatdaruratan anak dari John Hopkins Children’s Center, walaupun bayi sangat kecil, mereka memiliki refleks haus atau perangsang untuk minum. Ketika mereka merasa haus dan ingin minum, cairan yang diperlukan untuk diminum adalah air susu ibu atau susu formula.

Menurut Anders, ginjal bayi belum matang. Memberi mereka banyak air akan menyebabkan tubuh bayi mengeluarkan natrium akibat kelebihan cairan. Kehilangan natrium dapat mempengaruhi aktivitas otak. Gejala awal dari intoksikasi air adalah iritabilitas (merengek-rengek), mengantuk, dan perubahan mental lainnya. Gejala lain yang dapat muncul adalah menurunnya suhu tubuh, edema atau bengkak disekitar wajah, dan kejang.

Gejala awal yang muncul memang terkadang kurang jelas, sehingga orang tua baru menyadari ketika bayi mereka kejang. Namun, dengan penanganan yang cepat, gejala kejang kemungkinan tidak akan muncul.

Orang tua juga sebaiknya menghindari pemberian susu formula dengan pengenceran yang berlebihan, atau minuman anak yang mengandung elektrolit.

Untuk beberapa kasus, mungkin tepat untuk memberikan air dalam jumlah kecil, misalnya dalam keadaan konstipasi dan pada saat cuaca panas. Namun sebaiknya orang tua mengonsultasikan hal tersebut dengan dokter ahli anak. Pemberian air pada bayi hanya diperbolehkan sebanyak satu hingga dua ons air pada setiap pemberiannya.

Apabila orang tua merasa bayi mereka mengalami intoksikasi air, atau ketika bayi mereka kejang, sebaiknya mereka segera memberikan perhatian secara medis.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Related Posts:


Or

Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik tombol subscribe di bawah untuk berlangganan gratis, dengan begitu Anda akan mendapat artikel terbaru via email dari www.faikshare.com


2 comments:

Anonymous said...

Air putihnya jika melalui proses penyaringa RO(Reverse Osmosis) Insys Allah aman.

FaiK Fauzi MuLaCheLLa on April 29, 2010 at 7:12 PM said...

kalo RO aman, Ada bukti ilmiahnya ngga juragan???

Blog Award

 

FaiK Share. Copyright 2008 All Rights Reserved Revolution of FaiK theme by FaiK MuLaCheLLa | Distributed by Blogger Templates Blog Corp